
Beauty Flo Red Ulos atau yang terkenal dengan Beauty Flo adalah seorang gadis cantik Batak blasteran Jambi yang selalu mengenakan ulos merah favoritnya. Kemana pun ia pergi, Beauty Flo akan membawa ulos ini. Kisah ini bermula ketika Beauty Flo sedang ngongkrong di Re*ublik Kopi dan bertemu dengan Big Bad Bopeng yang sedang sibuk mengambil foto dengan kamera SLRnya. Big Bad Bopeng men-candid Beauty Flo yang sedang sibuk memilih kopi. Setelah 10 menit memilih, akhirnya Beauty Flo memesan minuman favoritnya yaitu air putih.
Big Bad Bopeng yang tingkahnya agak mentiko akhirnya berkenalan dengan Beauty Flo. Big Bad Bopeng yang saat itu sedang singgah, terlihat membawa 9 kotak berwarna kuning. Beauty Flo bertanya untuk apakah 9 kotak kuning tersebut. Lantas Big Bad Bopeng mengatakan ini adalah jelmaan 9 kurcaci. Mendengar hal tersebut, Beauty Flo ingin sekali apabila di kamar kosnya ada 9 kurcaci yang menemaninya. Big Bad Bopeng mengatakan hal tersebut bisa saja terjadi asal ada syarat yang harus dipenuhi yaitu Beauty Flo harus mau menukarkan ulos merahnya kepada Big Bad Bopeng. Kebetulan waktu itu ulos merah Beauty Flo lupa dicuci, namun Big Bad Bopeng menghiraukannya. Setelah deal, akhirnya Beauty Flo membawa 9 kotak kuning ini ke kos-anya, sementara Big Bad Bopeng membawa pulang ulos merah Beauty Flo.
Benar yang dikatakan Big Bad Bopeng, sesampai di kosan Beauty Flo, 9 kotak kuning ini langsung menjelma menjadi 9 kurcaci yang menyemarakkan kos-an Beauty Flo. Setiap Beauty Flo pergi ke luar, kamar kos-nya akan dirapikan oleh 9 kurcaci ini. Beauty Flo sangat menyayangi mereka. Kebetulan di dekat kaca rias Beauty Flo terdapat sebuah kertas lirik lagu Sai An Ju Ma Au. 9 Kurcaci ini kemudian meminta Beauty Flo mengajari lagu ini dan akhirnya mereka selalu bernyanyi bersama.
Suatu sore, Beauty Flo kedatangan seorang tamu istimewa yang masih teman-teman 9 kurcaci-nya, bernama Bantet. Karena bukan golongan kurcaci, ukuran badan Bantet lebih tinggi sih. Ketika berkunjung ke kos-an Beauty Flo, Bantet bersama 9 kurcaci naik sepeda motor tarik 10. Melewati jalanan yang belum semuanya beraspal, akhirnya tiba lah Bantet ke kos-an Beauty Flo. Disitulah untuk kali pertama Beauty Flo dan Bantet berkenalan, karena selama ini Beauty Flo hanya tahu sosok Bantet dari cerita 9 kurcacinya. Namun sepertinya kemistri diantaranya kurang kuat, sehingga yang biasanya Beauty Flo yang STC, kali ini gagal mengajak Bantet ke dalam sebuah obrolan yang serius. Namun Beauty Flo tidak mempermasalahkan hal ini, yang penting mereka masih bisa berteman dengan baik.
Suatu pagi, Beauty Flo mendapat sms dari temannya bernama Bidadari. Siang ini mereka berdua berencana akan mencari pekerjaan (bukan pembokat red). Namun, karena Bidadari sedang batuk, maka ajang mencari pekerjaan dibatalkan. Beauty Flo segera mengganti baju kaos karena sebelumnya Beauty Flo memakai baju ala cheong sham kuning dan rok hitam selutut.
Karena tidak jadi pergi dengan Bidadari, maka Beauty Flo memutuskan untuk mengunjungi Bou-nya saja. Sebelum ke rumah Bou-nya, Flo singgah membeli cokelat di supermarket untuk oleh-oleh. Beauty Flo menghampiri seorang pelayan yang di baju seragamnya bertuliskan mana Blorong. Dasar pelayan keramahan, Blorong malah mendekati Beauty Flo dan mengatakan mau kemana kah Beauty Flo pergi. Ibaratnya Beauty Flo lagi diperli sama Blorong. Ketika bingung memilih cokelat untuk Bou-nya, Blorong menyarankan Beauty Flo membeli cokelat pilihannya. Beauty Flo yang punya bakat STC akhirnya mengajak Blorong bercerita. Selama bercerita, Beauty Flo melihat ada yang aneh dengan sosok Blorong. Karena rasa ingin tahunya, Beauty Flo bertanya ”kenapa wajahmu penuh jerawat Blo?” Blorong menjawab “pencuci muka akika habis nek”. Kemudian Beauty Flo bertanya lagi “kenapa wajahmu sangat jelek Blo”. Geram dengan pertanyaan-pertanyaan yang membuat hatinya panas, akhirnya berpuncak dengan jawaban Blorong ”akika mau nelan yey hidup-hidup!”. Mendegar itu, Beauty Flo membalas dengan tertawa khasnya ”ko mo ku lempar ke sungai batanghari ha?”. Blorong sakit hati dengan emotion >.<>
Waktu berputar dengan cepatnya. Beauty Flo dengan 9 kurcacinya hidup bahagia. Ternyata di belahan dunia sebelah, Big Bad Bopeng merasa hidupnya sial. Big Bad Bopeng terkena kutukan ulos merah milik Beauty Flo karena ternyata filosofi ulos merah tersebut adalah, siapa yang memakai ulos merah ini harus berkelakuan baik agar hidupnya bahagia. Tidak boleh mentiko, tidak boleh bertingkah menyuruh apalagi terhadap orang yang lebih tua, harus ramah, tidak banyak komplain, dan tidak berat mulut mengucapkan terima kasih apabila sudah ditolong. Namun sejak ulos merah itu berpindah tangan, Big Bad Bopeng tidak menjalankan ritual yang selalu dijalankan Beauty Flo dahulu. Big Bad Bopeng berubah menjadi Reptil yang begitu jelek. Karena tidak mau meratapi nasib, Big Bad Bopeng memutuskan menyambung hidup dengan berjualan apel dan pelan-pelan tobat menjadi pribadi yang baik.
Suatu pagi, Beauty Flo ditinggal pergi oleh 9 kurcaci-nya yang sedang pergi keluar mencari sarapan lontong. Ketika merapikan rumah, Beauty Flo menemukan cokelat sisa yang pernah dibelinya beberapa waktu yang lalu dari Blorong. Karena lontong belum kunjung tiba, akhirnya Beauty Flo memutuskan untuk mengganjal perutnya dengan cokelat tersebut. Beauty Flo begitu bersemangat ketika memakannya, namun tiba-tiba Beauty Flo jatuh pingsan. Tak lama, 9 kurcaci-nya pulang dan menemukannya Beauty Flo sudah tergeletak dan mereka tidak bisa menghidupkan Beauty Flo kembali. Dengan segala daya upaya, 9 kurcaci pergi ke jalan Jamin Ginting untuk memesan peti mati dengan asumsi Beauty Flo sudah mati.
Waktu berlalu namun Beauty Flo belum juga bangun dari tidurnya di peti mati. Kurcaci bersedih. Bantet pun menghibur mereka agar tidak terus larut dalam kesedihan. Tiba-tiba Bantet teringat dengan seorang sahabatnya yang suka mencuri makanannya ketika mereka masih tinggal di asrama sekolah. Teman Bantet tersebut bernama pangeran Bohay. Pangeran Bohay ini pandai bersenandung dengan suara emasnya. Beberapa kompetisi pernah diikutinya dan berhasil membawa gelar juara penyanyi terbaik di jagatnya. Sampai detik ini, hidup Pangeran Bohay masih sendiri. Beliau pernah berkenalan dengan seorang gadis, namun pangeran Bohay tidak bisa menyebutkan huruf ”L” dari nama gadis tersebut. Sampai sekarang mereka masih berteman dan beberapa kali bertegur sapa apabila pangeran Bohay eksis di dunia maya.
Suatu hari pangeran Bohay berjalan melewati kos-an Beauty Flo. Pangeran Bohay melihat peti mati Beauty Flo dan 9 kurcaci dan temannya Bantet sedang berduka. Pangeran Bohay sangat terpesona pada kecantikan Beauty Flo langsung jatuh cinta. Tanpa gerak lambat, pangeran Bohay segera menelepon Ilma Baik Kuya ahli hipnotis untuk menanyai-nanyai Beauty Flo yang sedang tertidur. Namun karena waktu yang diberikan hanya 7 menit, ketika menghipnotis Beauty Flo, Ilma Baik Kuya mendengar bunyi lonceng, pertanda bahwa dia harus segera meninggalkan kos-an Beauty Flo karena harus mengajar dan tidak boleh telat. Ketika buru-buru berlari, sepatu kanan Ilma Baik Kuya terlepas. Namun karena mengejar waktu, Ilma Baik Kuya membiarkan sepatunya tertinggal. Pangeran Bohay, Bantet dan 9 kurcaci kembali bersedih kerana Beauty Flo masih belum bangun. Pangeran Bohay mendekati Beauty Flo dan memandanginya penuh cinta. Pangeran Bohay akhirnya mencium bibir Beauty Flo, sihiiiiiiy ^__^ dan beberapa detik kemudian, ala-ala sinetron gitu, jari tangan Beauty Flo bergerak pelan, dan perlahan-lahan Beauty Flo membuka matanya yang tadinya kabur menjadi terang. Beauty Flo bangun dan melihat 9 kurcaci, Bantet dan Pangeran Bohay ada disampingnya.
Ketika sadar, Beauty Flo yang sebelumnya tidak mengenal siapa Pangeran Bohay, langsung menyapa Pangeran Bohay ”hai dear”. Akhirnya Beauty Flo hidup bahagia dengan Pangeran Bohay dan 9 kurcaci-nya. Sementara itu, dengan menanti meski harus penantian panjang, akhirnya dengan modal jaga selalu hatimu Bantet mempunyai hubungan spesial dengan Bidadari. Nasib Big Bad Bopeng tetap menjadi Reptil sampai masa kutukannya berakhir. Blorong pula, perlahan-lahan mulai menghilang. Sementara Ilma Baik Kuya, masih sibuk mencari Sepatu Yang Tertukar.
-THE END-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar