Sabtu, 07 November 2015

Medan dan Masalah Sampah

 MEDAN DAN MASALAH SAMPAH

 (Blog ini berbahasa Melayu)

             Medan adalah ibukota propinsi Sumatera Utara yang secara goegrafis terletak di antara 30  3’-30  43’ Lintang Utara dan 980 35’-980 44 Bujur Timur. Kota ini memiliki luas 265,10 km2, merupakan 36% dari luas keseluruhan wilayah Sumatera Utara. Dibanding dengan kota bagian yang lain, kota Medan memiliki luas yang kecil tetapi jumlah penduduknya relatif besar. Secara geografi kota Medan terletak pada Topografi Medan cenderung miring ke utara dengan ketinggian 2,5-37,5 di atas permukaan laut. Di sebelah utara, Medan berbatasan dengan selat Malaka yang merupakan salah satu laut paling padat di dunia. Kota ini juga memiliki posisi yang strategis sebagai gerbang (pintu masuk) perdagangan barang dan jasa domestik maupun luar negara untuk kegiatan eksport dan import.
Medan merupakan kota tropis. Iklim kota Medan pada siang hari mencapai 23-330 Celcius, sedangkan pada malam hari mencapai 22-290 Celcius. Suhu udara maksimum mencapai 310 Celcius dan suhu udara minimum mencapai 210 Celcius. Curah hujan dan jumlah hari hujan relatif sedang dengan kelembapan udara berkisar 75-80%. 
            Berdasarkan sensus penduduk tahun 2001, jumlah penduduk kota Medan saat ini diperkirakan mencapai 2.210.758 jiwa, dengan jumlah wanita lebih besar daripada jumlah pria. Kepadatan penduduk purata 8.340 jiwa per km2. Dari jumlah tersebut dapat diketahui  bahawa 1.918.350 merupakan penduduk tetap dan 291.680 adalah penduduk tidak tetap. Dilihat dari struktur umur penduduk, kota Medan dihuni lebih kurang 1.266.696 jiwa berusia produktif, (15-59 tahun). Selanjutnya dilihat dari tingkat pendidikan, 91,88% penduduk telah mengeyam pendidikan dasar dan menengah, sedangkan 8,12% pada universiti. Dengan demikian di kota Medan secara relatif tersedia tenaga kerja yang cukup yang dapat bekerja di pelbagai jenis perusahaan.  
            Di kota ini banyak terdapat keanekaragaman suku (etnis) dan agama. Suku terbesar iaitu suku Melayu dan sebagian besar penduduknya beragama Islam. Budaya masyarakatnya ada yang pluralis sehingga berdampak beragamnya budaya-budaya yang ada. Tetapi, hal itu tidak menghambat kemajuan pembangunan malah dengan adanya nilai-nilai budaya dapat menjadi suatu potensi.        
Medan secara harfiah merupakan ‘lapangan’ atau ‘medan pertempuran’. Kota Medan dibangun tahun 1590 di tanah Deli oleh Guru Patimpus, cucu Raja Sisingamangaraja yang dahulu dikenal dengan nama ‘kampung medan putri’. Sejarah kota Medan dimulai tahun 1862 oleh pengusaha Belanda, Jacob Nienhuys. Ia mendesak agar sultan Deli memberi kemudahan menanam Tembakau Deli untuk dipakai pada cerutu yang terkenal sejak abad 19 sampai sekarang. 
            Kota Medan mengemban fungsi regional yang mampu menjadikan Medan dapat melakukan aktiviti ekonomi dalam volume besar. Medan merupakan kota pembangun utama bagi daerah lain di Sumatera Utara. Kegiatan industri, jasa, perdagangan dan pelancongan merupakan mata pencaharian masyarakat kota Medan dalam kehidupan ekonomi. Income per kapita menunjukkan pada jumlah Rp 8.465.795 tiap tahun. Major eksport berupa lemak, minyak nabati/hewani, udang, kerang, kayu lapis, alumunium, barang kesenian, cokelat, kopi, mineral dan lainnya. Sedangkan major import berupa industri, alat elektronik, barang konsumsi (makanan ternak, beras, sayur), tembakau. Untuk melakukan kegiatan eksport import, Medan menjalin hubungan kerjasama dengan beberapa negara iaitu Malaysia, German, Inggris, Singapore, China, Belanda, Taiwan, dan Hongkong.
            Kemudahan dalam mendukung kemajuan pembangunan, telah tersedia dukungan infrastuktur kota, telekomunikasi dan sarana jalan raya. Ketiga hal tersebut merupakan faktor yang sangat penting demi kemajuan pembangunan kota Medan.
            Di kota Medan terdapat beberapa objek pelancongan yang banyak dikunjungi oleh wistawan dalam negara maupun luar negara. Salah satunya iaitu Istana Maimoon, merupakan istana kesultanan Deli yang didirikan oleh Sultan Makmun Al Rasyid Perkasa Alam. Didirikan pada tahun 1888 oleh seorang arsitek Italia. Warna kuning menjadi dominasi istana ini sebagai ciri khas Melayu. Dua ratus meter dari Istana Maimoon terdapat Mesjid Raya yang juga peninggalan Sultan Deli setelah Istana Maimoon. Mesjid ini didirikan tahun 1886 dan hingga kini masih digunakan oleh kaum Islam untuk beribadah. Bangunan Mesjid Raya ini merupakan salah satu mesjid terbesar di Indonesia yang bergaya India dengan kubah segi lapan. Bahan yang digunakan berasal dari Italia sebagai ilham dari seorang arsitek Italia, Morrish Style.

MASALAH/ISU

Sampah merupakan istilah yang sering digunakan untuk menyatakan hasil buangan baik dalam bentuk padat, cair ataupun gas. Permasalahan sampah sebenarnya sejalan dengan pertambahan populasi penduduk. Semakin banyak populasi penduduk, maka diduga semakin meningkat keberadaan sampah tersebut baik secara kuantitatif maupun secara kualitatif. Masalah ini juga merupakan masalah lingkungan sosial yang dipandang sebagai sebuah masalah sosial yang serius untuk dihadapi.     
Kemajuan dalam berbagai bidang kehidupan yang umumnya dimulai terjadi di perkotaan dan ini tentu mengakibatkan permasalahan sampah di kota semakin cepat terasa. Medan sebagai salah satu bandar metropolitan di Indonesia yang sedang berkembang menjadi kota industri, perdagangan, pelancongan, dan pendidikan tidak luput dari masalah sampah.
Kondisi geografi, iklim, jumlah penduduk, dan kondisi sosial masyarakat Medan secara langsung maupun tidak langsung akan memberikan dampak terhadap produksi dan penanggulangan masalah sampah.
            Masalah sampah di Medan merupakan masalah yang serius yang tidak pernah selesai dan sangat erat hubungannya dengan lingkungan. Masalah sampah akan terus membebani manusia di penghujung abad ke-20. Masalah ini juga sudah sepantasnya mendapat perhatian penting kerana kualitas hidup seseorang pada dasarnya secara substansial dipengaruhi oleh keadaan lingkungan tempat ia berada.
Peninjauan saya mengenai pola tingkah laku masyarakat Medan terhadap masalah sampah, menunjukkan bahawa belum ada kesedaran sepenuh hati terhadap masalah ini. Kurangnya kesedaran masyarakat terlihat dari masyarakat sering membuang sampah tidak pada tempatnya. Banyak juga orang yang dapat dikatakan masyarakat ekonomi menengah ke atas sering membuang sampah tidak pada tempatnya dan kadang kala apabila sedang memandu dengan santainya mereka membuang sampah keluar dari kendaraan. Sedangkan pada masyarakat yang tinggal di daerah pinggiran sungai sering membuang sampah ke dalam sungai. Hal ini terlihat kerap terjadi masalah banjir yang melanda kota Medan akhir-akhir ini. Keadaan sungai menjadi kotor dan menyebabkan perubahan struktur dan fungsi ekosistem beberapa sungai yang ada di Medan. Sehingga tak sedikit populasi tumbuhan maupun haiwan yang hidup di dalamnya menjadi mati. Bagi masyarakat yang tinggal di sekitar sungai yang kotor, dapat terganggu kesihatannya terutama dalam memperoleh air bersih. Kerana masyarakat pada umumnya masih menggunakan air sungai tersebut untuk memenuhi kebutuhan air minum. Tingkat kesihatan masyarakat banyak yang menurun akibat lingkungan persekitaran yang tidak sihat.
            Meningkatnya jumlah sampah yang ada di Medan dikeranakan belum adanya pengamalan moral dan pendidikan yang hanya terlewat begitu sahaja. Hal lainnya iaitu belum maksimanya perhatian pemerintah khususnya pemerintah daerah untuk hal kebersihan kota Medan. Penyediaan tempat-tempat sampah banyak yang belum memadai selain itu didukung pula oleh sikap masyarakatnya yang masih kurang peduli dan belum mempunyai rasa memiliki. Sekiranya ada perhatian dan lebih dan sedarnya masyarakat akan hal ini, dapat terwujud lah suatu lingkungan yang bersih, sihat sehingga kota Medan dapat menjadi kota yang bersih dan mampu menjadi contoh kepada kota-kota lainnya di luar wilayah Medan. Akibatnya dengan adanya penerapan tersebut, kota Medan dapat menjadi objek pelancongan dalam atau luar negara.
            Apabila masalah ini terus berlanjut, akan berkontribusi pada tingkat kesihatan fizik sehingga menyebabkan kematian seseorang. Hal lainnya juga berkontribusi kepada kesihatan mental dan masalah-masalah emosional. Tugas kita sangat berat  menyelamatkan kelestarian lingkungan agar anak-cucu kita tetap akan dapat merasakan keindahan alam minima sama dengan yang ada di masa kini. Untuk itu, mahu tidak mahu kita harus peduli dengan masalah sampah ini. Kerana masalah ini mendesak menjadi perhatian utama kita. 
            Hal terpenting dalam membahas masalah sampah ini adalah laju pertumbuhan penduduk yang kian lama kian meningkat. Jumlah penduduk yang besar akan berpengaruh pada kemerosotan kemampuan sumber daya alam (carrying capacity). Dukungan itu berupa dapat dipenuhinya kebutuhan manusia oleh sumber daya alam yang ada. Tetapi kerana sikap manusia yang tamak, menyebutkan bahawa bumi telah mencapai daya dukung maksimanya sehingga lingkungan mengalami kemunduran dan jumlah sampah semakin meningkat.
            Masalah sampah sangat berkaitan dengan masalah lingkungan iaitu polusi udara dan air. Polusi udara yang ditimbulkan dari bau tak sedap dapat menganggu pernafasan manusia disamping dapat juga menghambat perkembangan tanaman. Tanaman dan tumbuhan tidak dapat lagi mengolah makanannya. Selain itu polusi air yang timbul akibat pembuangan sampah ke sungai menyebabkan banjir dan air menjadi kotor. Sehingga ketika kita melihat para penduduk menggunakan air tersebut untuk kehidupan, kita akan berasa geli.
Banjir tidak sekedar kerana kelebihan air di suatu daerah, tetapi lebih merupakan punca dari berbagai aktiviti manusia yang tidak bertanggung jawab terhadap lingkungan hidup (merusak alam) seperti penggundulan hutan, penandusan padang rumput, penebangan hutan, eksploitasi tanah, pengambilan hasil-hasil hutan secara liar seperti kayu, rotan, damar yang dapat digunakan untuk membuat barang perlengkapan kehidupan manusia. Kerana sifat manusia yang tamak, selalu ingin mendapat sesuatu lebih banyak jumlahnya, menyebabkan kegiatan merusak alam tersebut dilakukan secara berlebihan tanpa ada proses pembaharuan kembali. Akhirnya sumber-sumber alam menjadi berkurang jumlahnya, padahal untuk memenuhi kebutuhan manusia masih sangat banyak jumlahnya.  

 

 LOKASI/SETTING


            Adapun lokasi yang saya ambil sebagai contoh iaitu pinggiran Sungai Deli, kawasan jalan Ir.H Juanda dan Sungai Babura kawasan jalan Kejaksanaan Medan. Kawasan ini merupakan kawasan paling sering terjadi banjir. Kawasan ini terletak di tengah kota Medan yang jumlah penduduknya sangat padat. Banyak penduduk yang kurang mampu hidup dan bertempat tinggal di sekitar kawasan pinggiran sungai ini dan menggantungkan hidupnya dalam memperoleh air sebagai pemenuhan kebutuhan hidup mereka sehari-hari. Misalnya masih banyak dari mereka yang mempergunakan air sungai untuk kebutuhan minum, mencuci, dan mandi tanpa memikirkan kebersihan dari air tersebut. Kerana itu, tidak sedikit dari masyarakat tersebut terjangkit berbagai macam penyakit menular yang bersumber dari pembuangan sampah dan limbah ke dalam sungai tersebut.
            Masalah sampah, banjir, dan penyakit merupakan masalah yang saling berkaitan dan telah menjadi satu. Masalah ini bersumber dari kurang sedarnya masyarakat yang tinggal di pinggiran sungai dan kurang pedulinya masyarakat umum akan lingkungan. Dengan kata lain, seluruh masyarakat terlibat dalam masalah ini. Keadaan seperti ini mengakibatkan daerah tersebut tergolong ke dalam lingkungan yang kumuh dan tidak dapat maju.
Umumnya, masyarakat yang tinggal di daerah itu sangat padat. Jumlah penduduk wanitanya lebih besar daripada jumlah lelakinya. Penduduk wanita kebanyakan berprofesi sebagai suri rumah tangga dan mengurus anak-anak. Sedangkan penduduk leleki berprofesi sebagai wiraswasta yang berpenghasilan rendah. Untuk medapatkan kerja yang layak sangat sukar dan didukung pula dengan keterbatasan ilmu pengetahuan. Masyarakat pinggiran ini sebagian besar berpendidikan rendah iaitu hanya lulusan sekolah dasar (12 tahun). Disamping penduduk tetap, terdapat juga para pendatang yang berasal dari desa untuk mencari dan mengadu nasib di kota. Akan tetapi kerana sulitnya mendapatkan pekerjaan di kota, menyebabkan mereka menjadi pengangguran. Keadaan seperti ini memaksa mereka untuk tinggal di daerah yang tidak selesa seperti ini. Contohnya keadaan tempat tinggal yang kurang memadai sehingga tidak layak untuk dihuni.      
            Untuk mengurangi masalah ini perlu adanya penyelesaian dan kerja sama dari pihak pemerintah daerah dan penglibatan seluruh masyarakat kota Medan dalam  mewujudkan pembangunan dengan lingkungan yang bersih dan sihat.
            Masalah sampah merupakan masalah sosial di kota Medan yang sangat berpengaruh pada perkembangan pembangunan kota Medan itu sendiri. Untuk mewujudkan pembangunan, penguasaan seluruh aspek kehidupan hendaknya dapat terlaksana dengan baik tanpa mengalami berbagai hambatan. Untuk mewujudkan kota yang diidamkan sesuai dengan semboyan kota Medan iaitu “Medan Bestari” (bersih, tertib, aman dan rapi) tampaknya belum dikatakan boleh. Hal ini disebabkan kerana masyarakat pinggiran sungai itu sendiri masih agak tertutup dan belum mahu menerima perubahan dan keterbukaan. Mereka masih terikat dan memegang teguh adat isiadat yang merupakan warisan dari nenek moyang. Pengaruh keadaan sekitar juga mendukung ketertutupan mereka.                 
Tingkat kesedaran yang lemah, diakibatkan kerana kurang ditanamkan rasa sayang dan rasa memiliki akan lingkungan sejak masih kecil. Ketika sudah besar, untuk merubah sikap acuh tersebut, berbagai kesukaran akan dihadapi kerana masyarakatnya telah terbiasa dengan keadaan yang sudah ada. Hal ini merupakan salah satu penghambat dalam pembangunan di kota Medan.
Untuk mengurangi jumlah sampah yang semakin hari semakin meningkat, ketua kampung mengajukan usul kepada pemerintah daerah untuk dapat menambah jumlah tempat sampah. Hal tersebut pernah diluluskan oleh pemerintah daerah itu sendiri. Akan tetapi untuk pengolalaan sampah selanjutnya pemerintah daerah kurang memberi perhatian yang lebih. Walaupun tempat sampah sebagai tempat pembuangan sampah sementara telah tersedia, masyarakat masih  saja membuang sampah bukan pada tempat pembuangan itu. Disamping itu pengangkutan sampah ke tempat pembuangan akhir masih tertunda pelaksanaannya. Hal ini mengakibatkan sampah banyak yang berserakkan ke jalan raya sehingga menganggu kelancaran arus kenderaan. Selain itu menimbulkan pemandangan yang kurang sedap dipandang mata dan menimbulkan bau busuk yang dapat mempengaruhi kesihatan masyarakat sekitarnya.  
            Pengaruh dari sampah menyebabkan masalah banjir sehingga timbullah bermacam-macam penyakit menular, yang pada asalnya berasal dari ulah manusia itu sendiri. Beranekaragam manusia, beranekaragam juga tingkah lakunya. Prilaku penduduk kawasan ini dan masyarakat sekitarnya iaitu suka membuang sampah sehingga keadaan air sungai menjadi kotor dan sudah sangat tercemar. Sehingga penanganan untuk mencegah banjir sangat sulit untuk di atasi. Sudah banyak larangan-larangan yang dibuat untuk tidak membuang sampah di kawasan tersebut dan larangan membuang sampah ke dalam sungai. Namun tampaknya larangan yang berbentuk tulisan itu tidak dipatuhi oleh penduduk dan masyarakat sekitar. Malah tepat di bawah dari tulisan larangan tersebut, banyak terdapat buangan sampah dan menimbulkan bau busuk.
            Suasana komunikasi masyarakat ini sepertinya agak tertutup dengan pihak luar. Kerana pernah terjadi dua kali konflik antara penduduk dengan kelompok orang yang tak dikenal. Hal ini menyebabkan mereka sangat waspada dengan pihak luar. Akan tetapi, setelah diadakan tinjauan secara realiti, sikap mereka cukup ramah dan sangat rapat sesama penduduk. Jaringan komunikasi di kawasan ini belum menyebar secara merata. Kenikmatan kemudahan listrik dan lampu sebagai penerangan belum memadai. Mereka masih menggunakan lampu minyak sebagai penerangan di malam hari. Hal ini mengakibatkan anak-anak mereka yang bersekolah menjadi sulit untuk belajar.
            Usaha pembangunan merupakan usaha perubahan sosial. Suatu masyarakat selalu ditandai oleh adanya sejumlah orang yang mempelopori, menggerakkan dan menyebarluaskan proses perubahan tersebut. Orang-orang tersebut dikenali dengan nama agen perubahan. Suatu usaha perubahan sosial yang terancang tentu ada yang mengusahakannya. Dimulai dari perancangan hingga pelaksanaanya. Agen perubahan tersebut merupakan semua pihak yang melaksanakan pembangunan itu sendiri. Dalam pelaksanaan ini, pemerintah daerah merupakan orang yang turut terlibat secara keseluruhan.
            Untuk itu, pemerintah daerah melaksanakan tugas untuk mewujudkan usaha perubahan sosial atau suatu inovasi yang berencana. Pemerintah daerah sebagai agen berperan sebagai rantai komunikasi diantara masyarakat untuk memberikan penyelesaian persoalan sampah, membantu dan menggerakkan masyarakat untuk cinta akan lingkungan, disamping memberikan penyuluhan sebagai penghubung untuk memecahkan masalah sampah ini.
            Peran utama dari pemerintah daerah itu sendiri iaitu sebagai penggerak, perantara, dan penyelesai. Peran penggerak digunakan untuk mempengaruhi masyarakat dan mengenalkan masalah sampah ini melalui petunjuk dan nasihat. Peran pemerintah daerah sebagai perantara iaitu sebagai pemberi maklumat dan penghubung. Berbagai penyuluhan dan pengetahuan melalui pendidikan diberikan kepada masyarakat mengenai masalah sampah dan akibatnya. Sehingga apabila semua hal di atas dapat terlaksanakan dengan baik, maka terjadi lah penyelesaian akhir. Di sisi lain, pemerintah daerah dapat berperan sebagai orang yang membangkitkan kesedaran masyarakat akan sampah. Pembangkit kesedaran berperan dalam mengatasi jurang kesedaran antara penduduk setempat dengan pemerintah daerah. Prinsip pemerintah daerah iaitu tidak akan selamanya terus menerus membantu masyarakatnya. Pemerintah menginginkan agar masyarakat menanamkan kemampuan untuk menolong diri sendiri. Dengan kata lain penduduk tidak lagi bergantung sepenuhnya pada pemerintah daerah tetapi telah mampu menolong diri mereka sendiri.  
Para penduduk yang tinggal di kawasan pinggir sungai ini memiliki struktur masyarakat cosmopoliteness. Berbagai suku seperti Melayu, Batak, dan Jawa merupakan salah satu suku penduduk kawasan ini. Walaupun berbeza suku dan agama, didukung lagi dengan keadaan hidup yang dapat dikatakan susah, para penduduk ini tetap menjalin tali silaturahmi dan rapat sesama jiran kerana mereka mengangap mereka adalah satu keluarga besar yang hidup senasib.


STRATEGI PENYELESAIAN

            Pengelolaan sampah yang dilakukan secara baik, tidak akan mencemari lingkungan, malah sampah-sampah yang ada dapat dijadikan sebagai bahan baku untuk pembuatan barang-barang yang lebih bermanfaat. Untuk memanfaatkan kembali hasil buangan, ilmu pengetahuan dan teknologi mempunyai peranan penting sehingga seluruh sampah yang berasal dari kota dapat dimanfaatkan kembali menjadi kompos, tenaga listrik, dan dapat juga sebagai biogos untuk keperluan memasak, penerangan dan tenaga kerja.
Hendaknya pengelolaan masalah sampah dapat dilakukan secara bersama-sama ataupun secara individual. Hal ini merupakan langkah awal yang tepat mewujudkan kota yang bersih, indah dan teratur seperti yang diharapkan seluruh masyarakat.
          Dari huraian di atas dapat disimpulkan bahawa keberadaan sampah di Medan menjadi masalah penting yang harus ditanggulangi dengan berbagai cara pendekatan yang benar dan dilaksanakan secara terpadu.
Adapun strategi yang dapat digunakan untuk penyelesaian masalah ini antara lain melalui strategi fasilitatif, pendidikan, pembujukan dan kuasa. Strategi fasilitatif yang dilakukan antara lain misalnya penyediaan fasiliti pembuangan dan jasa pembangunan sampah. Walaupun fasiliti telah tersedia, masalah sampah belum dapat teratasi dengan baik. Hal ini dikeranakan masih kurangnya kesedaran masyarakat dalam menjaga kebersihan. Ternyata penyelesaian masalah tidak cukup hanya dengan penambahan fasiliti, akan tetapi tentunya harus disertai dengan pendekatan baik secara persuasif dan hukum. Pendekatan persuasif yang dilakukan antara lain melalui jalur pendidikan dan pembujukan. Melalui pendidikan dapat dilakukan dengan penanaman kesedaran cinta lingkungan sejak kecil. Adapun program baru yang dilakukan pemerintah untuk membentuk cinta lingkungan iaitu melalui penerapan program Medan Bestari kepada anak-anak sekolah dasar. Anak-anak sekolah dasar mulai ditanamkan untuk cinta kebersihan dari tingkat sekolah dasar sehingga diharapkan ketika mereka dewasa kelak, dapat peduli dengan keadaan lingkungan sekitar.
Selain melalui jalur pendidikan, pemerintah juga memberikan penyuluhan dan bimbingan mengenai pentingnya menjaga sanitasi lingkungan. Pada waktu-waktu tertentu diadakan penyuluhan yang juga menghadirkan elemen masyarakat seperti lurah atau camat (dato’ kampung). Dengan demikian diharapkan adanya koordinasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan sihat.   
              Pada strategi kuasa, dijalankan hukum sebagai penegak keadilan. Strategi ini memuat sanksi kepada masyarakat yang membuang sampah tidak pada tempatnya. Hukuman telah diatur dan ditetapkan oleh pemerintah. Biasanya hukuman dapat berupa peringatan maupun denda. 

CADANGAN
Agar suatu mesej dapat disampaikan dengan baik tentunya diperlukan media perantara yang baik. Kerana sasaran utamanya adalah masyarakat, maka media yang dipilih adalah media yang memiliki jangkauan yang luas dan dapat menarik perhatian dari masyarakat, baik media cetak maupun elektronik. Penggunaan media cetak misalnya dengan pemuatan mesej melalui majalah, tabloid dan keratan akhbar. Penyampaian mesej tentang sanitasi lingkungan dapat pula melalui televisyen, radio maupun internet. Agar dapat menarik perhatian, mesej dibuat semenarik mungkin, kreatif serta mengandung istilah yang mudah diingat. Pemasangannya juga diatur sedemikian rupa. Pada media cetak mesej dimuat pada rubrik yang biasanya banyak dibaca oleh masyarakat. Penyampaian mesej dapat dibuat sebaik mungkin misalnya dengan menampilkan pelakon atau komedian terkenal. Mesej juga dapat disampaikan melalui melalui situs-situs yang sering diakses oleh masyarakat.
Pendekatan secara persuasif juga memerlukan adanya kontak interpersonal antara sumber dengan sasaran. Cara ini dapat dilakukan dengan mengadakan penyuluhan melalui pertemuan yang dapat melibatkan seluruh elemen dari masyarakat, ataupun dengan memasukan mesej-mesej tentang pentingnya menjaga sanitasi lingkungan pada acara-acara yang banyak dihadiri masyarakat. Misalnya pada khutbah Shalat Jum’at ataupun pada ceramah perayaan hari-hari besar agama. Penyampai mesej memiliki peran yang besar terutama dalam keberhasilan penerimaan mesej oleh masyarakat. Dalam hal ini, sebaiknya dipilih penyampaian mesej yang memiliki kharisma, dihormati atau memiliki kemampuan untuk menyampaikan mesej secara kocak. Mesej yang lucu biasanya akan lebih mudah untuk diterima dan diingat.
Komunikasi yang baik memiliki tujuan yang baik pula pada jangka panjang maupun jangka pendek. Demikian halnya pada usaha penyampaian mesej tentang pentingnya menjaga sanitasi lingkungan. Tujuan program ini secara jangka pendek adalah menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Sedangkan secara jangka panjang program ini bertujuan menanamkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Tujuan jangka pendek dapat dicapai terutama dengan menggunakan peraturan-peraturan yang telah diatur oleh undang-undang atau hukum, yang pelaksanaannya dapat dipaksakan serta memberikan sanksi yang tegas bila peraturan tersebut dilanggar. Adapun tujuan secara jangka panjang dapat melalui pendekatan persuasif iaitu melalui jalur pendidikan dan penyuluhan.
Banyak cara yang dapat ditempuh dalam penyelesaian masalah sampah. Namun dapat dikatakan bahwa pendekatan secara persuasif adalah yang paling baik. Pada pendekatan secara persuasif diharapkan adanya perubahan pola fikir masyarakat sehingga pada akhirnya dapat lebih menyadari pentingnya sanitasi lingkungan. Pada pendekatan melalui jalur hukum, program yang dijalankan hanya akan dapat berhasil jika ada ketegasan mengenai aturan yang dibuat. Pelaksanaannya bersifat mengikat, tanpa adanya perubahan dari pola fikir. Namun jika kita ingin menciptakan lingkungan yang bersih dalam jangka waktu yang pendek, cara ini merupakan yang paling baik.



KESIMPULAN

            Sampah merupakan masalah sosial yang tidak pernah usai untuk dibahas kerana jumlahnya semakin bertambah hari ke hari. Kota Medan adalah kota yang tidak pernah luput dari masalah sampah dan lingkungan kerana masalah ini adalah masalah serius yang harus mendapat perhatian dan kesedaran dari masing-masing pihak.  
           Tingkat kesedaran masyarakat kota Medan dalam membuang sampah dan menjaga lingkungan masih sangat kurang. Berbagai penyuluhan dan nasihat dari pemerintah daerah selaku pemerintah di wilayah ini telah dilaksanakan. Penyediaan infrastruktur seperti tempat pembuangan sampah tidak digunakan masyarakat semaksima mungkin. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya sampah masih berserakan tanpa terurus.
            Masyarakat yang tinggal di pinggiran sungai seharusnya ditertibkan ke tempat yang lebih selesa untuk kehidupan mereka kerana keadaan lingkungan persekitaran sungai tidak baik bagi kesihatan mereka.
            Kerjasama antara pemerintah dengan masyarakat dalam menangani serta mengurangi masalah sampah sangat diharapkan. Upaya yang dapat dilakukan dapat berupa pembujukan, penyuluhan, pendidikan dan dapat juga berupa hukum. Disamping itu dapat ditempuh dengan beberapa cadangan yang dibuat semenarik mungkin agar masyarakat dapat tergugah hatinya dan sedar akan lingkungan.
Diharapkan pada tahun berikutnya, kota Medan dapat menjadi kota yang bersih dan sihat sehingga dapat mejadi salah satu tempat pelancongan terbersih di Indonesia yang didukung dengan keindahan alamnya.

Masyarakat Minangkabau


MASYARAKAT MINANGKABAU


           Hampir seluruh masyarakat Minangkabau menganut agama Islam. Penerapan agama Islam sangat terasa karena mereka percaya kepada Tuhan sebagaimana yang diajarkan dalam agama Islam. Karena kuatnya pengaruh Islam, orang Minangkabau juga menggunakan prinsip menurut syarak/hukum yaitu Adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah, yang artinya adat berdasarkan kepada hukum dimana hukum berdasarkan Al Qur’an dan hadist. Akan tetapi, sebagian lagi masyarakatnya masih percaya kepada hal-hal gaib seperti hantu-hantu yang dianggap mendatangkan bencana dan penyakit. Untuk membantu menghindar dari segala bencana dan penyakit, mereka meminta pertolongan dari seorang dukun.
     
          Pada zaman dulu, masyarakat Minangkabau memiliki upacara-upacara yang dianggap suci, dimana sekarang upacara tersebut telah dilupakan karena dianggap kurang sesuai dengan ajaran Islam.                      Masyarakat Minangkabau menarik garis keturunan menurut garis Ibu yang disebut dengan matrilineal. Dimana garis matrilineal ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
  • Menarik garis keturunan dari Ibu
  • Suku/marga menurut suku/marga Ibu
  • Pusaka tinggi turun dari mamak ke kemenakan
  • Bersifat matrilokal ; apabila seorang pria ingin melamar seorang wanita,               maka ia harus datang ke rumah wanita tersebut untuk meminangnya.
  •  Perkawinannya eksogami ;  yaitu kawin di luar suku maksudnya perkawinan antara pria dan wanita harus dari ras, suku bangsa dan klen yang berbeda.
  • Memakai prinsip sehina semalu, senasib sepenanggungan yang artinya sama-sama menjaga martabat seiya sekata. Dengan kata lain berat sama di pikul, ringan sama di jinjing (susah dan senang sama dirasa).
                                  Di dalam masyarakat Minangkabau, Ibu atau kaum wanita mendapat kedudukan yang tinggi, karena mempercayai hukum alam bahwa yang melahirkan adalah seorang ibu/wanita. Maksudnya, di dalam tatanan keluarga masyarakat Minangkabau, di identikkan dengan lima jari tangan dimana kedudukan ibu jari di ibaratkan sebagai kedudukan seorang ibu. Segala kegiatan akan kurang sempurna apabila peran ibu jari tidak ada. Hal ini sejalan dengan peran ibu yang sangat menentukan di kelurga dalam setiap pengambilan keputusan.      
                Di dalam masyarakat Minangkabau kedudukan ayah hanya dianggap keluarga lain dari keluarga istri dan anaknya. Demikian juga halnya seorang anak dari seorang laki-laki akan termasuk keluarga lain dari ayahnya. Maka dari itu peran keluarga batih menjadi luntur dan bukan merupakan kesatuan yang mutlak. Dengan kata lain keluarga batih hanya memegang peranan dalam hal pendidikan dan masa depan anak-anak, jadi bukan untuk pembangunan keturunan. Sekelompok keluarga yang sekaum/satu turunan membentuk keluarga kecil yang dibentuk atas dasar prinsip di atas yang disebut dengan paruik.      
               Mengingat ayah dianggap keluarga lain, kepentingan keluarga jatuh dan diurus oleh ninik mamak. Mamak yaitu saudara laki-laki pihak ibu. Tanggung jawab dan pimpinan untuk memperhatikan kepentingan keluarga sangat berperan kepada mamak. Lain halnya di masyarakat, unsur pimpinan di kalangan masyarakat Minangkabau terkenal dengan sebutan tigo tungku sejerangan yang terdiri dari kalangan Pemuka agama/ ulama, Ninik mamak, Cadaik candakio.      
                Salah satu ciri orang Minangkabau adalah gemar merantau yang mencerminkan sifat kemandirian dalam menghadapi tantangan hidup yang mengakibatkan mereka terkenal memakai prinsip Alam Takambang Jadikan Guru, yang berarti dalam menjalani hidup kita harus banyak belajar dari pengalaman, karena penalaran dan pengalaman adalah guru yang baik.                 
                Pada umumnya kegemaran merantau ini disebabkan karena :
  • Tanah pertanian tidak cukup memberi hasil atau mereka sadar bahwa dengan bertani mereka tidak dapat menjadi kaya.
  • Laki-laki Minang  yang tidak berhak menggunakan tanah warisan untuk kepentingan sendiri sehingga mencari tanah di tempat lain.
  •  Dengan kegiatan merantau ini, mereka dapat bekerja di sektor perdagangan, industri,  dan juga dapat mendapat kesempatan untuk menjadi pegawai di pemerintahan maupun di swasta.
  Kebudayaan Minangkabau  Sistem Kepercayaan/Religi 
                 Sebagian besar orang Minangkabau menganut agama Islam. Panutan hidup mereka berdasarkan apa yang diajarkan oleh agama Islam. Akan tetapi ada juga sebagian masyarakatnya percaya pada hantu-hantu, puntianak yang dianggap mendatangkan bahaya. Selain itu terdapat pula kepercayaan menggasing yaitu meminta tolong seseorang untuk merugikan orang lain dengan cara gaib.
       Di masyarakat Minangkabau dahulu, terdapat beberapa upacara seperti :
  • Upacara tabuik ; upacara memperingati kematian Hasan dan Husain di padang Karabela.
  • Upacara kitan dan katam ; upacara yang berhubungan dengan peringatan peralihan dalam lingkaran hidup manusia seperti upacara turun tanah dan upacara kekah.
  • Upacara selamatan untuk orang yang telah meninggal dunia.
Akan tetapi kesemua upacara tersebut telah ditinggalkan oleh masyarakat Minangkabau karena dianggap kurang penting bagi umum, dan kurang sesuai dengan ajaran Islam.  Sistem Kekerabatan            
                    Masyarakat Minangkabau menarik garis keturunan dari ibu yang disebut dengan matrilineal. Ibu atau kaum wanita mendapat kedudukan utama yang harus dihargai bagi kehidupan dimana dapat dilihat dari dua generasi di atas ego laki-laki dan satu generasi di bawahnya sehingga menghasilkan :1= ibunya ibu2= saudara perempuan dan laki-laki ibunya ibu3= saudara laki-laki dan perempuan ibu4= anak laki-laki dan perempuan saudara perempuan ibu ibunya ego5= saudara laki-laki dan perempuan ego6= anak laki-laki dan perempuan saudara perempuan ibu7=anak laki-laki dan perempuan saudar perempuan ego8= anak laki-laki dan perempuan anak perempuan saudara perempuan ibunya ibu                    Hal ini juga berlaku pada pembagian harta warisan dimana anak perempuan adalah orang yang paling  diutamakan karena ia lebih berhak dari anak laki-laki. Berbeda di dalam pemerintahan dan politik. Anak laki-laki adalah orang yang berhak mengambil keputusan setiap ada masalah yang harus dipecahkan.   
                  Di dalam masyarakat Minangkabau kewajiban dan tanggung jawab tidak terletak di pundak ayah, melainkan di pundak mamak yang merupakan saudara laki-laki dari pihak ibu. Kedudukan ayah hanya dianggap keluarga lain dari keluarga istri dan anaknya.  Sistem Politik
                 Kepala suku masyarakat Minangkabau disebut penghulu. Selain itu dibantu juga dengan dubalang dan manti, dimana tugas keduanya sama-sama menjaga keamanan kampung.
                Kesatuan pemerintah suku Minangkabau terbentuk di dalam nagari dimanadi dalamnya terdiri dari beberapa kampuang dan kesatuan masyarakat yang mengurus rumah tangganya secara otonom.
                Secara adat, sistem pemerintahan di Minangkabau dibedakan dalam dua sistem yaitu :
  • Laras Bodi-Chaniago ; identik dengan tokoh  Datuek Parapatiek nan Sabatang
  • Laras Koto-Piliang ; identik dengan tokoh Datuek Katumenggungan
  Sistem Ekonomi
                 Sebagian masyarakat Minangkabau hidup dari pertanian. Mereka mengolah sawah, menanam sayuran di daerah yang subur. Sedang di daerah kurang subur, mereka menanam pisang dan ubi kayu. Selain bertani mereka juga menangkap ikan sebagai mata pencaharian utamanya.
                 Untuk memenuhi kebutuhan hidup, pada umumnya orang Minangkabau suka merantau untuk dapat bekerja di sektor perdagangan, industri dan menjadi pegawai. Perkembangan sektor perdagangan di Minangkabau sudah meningkat karena dikuasai oleh orang Minagkabau itu sendiri. Tetapi untuk sektor Industri kecil, tidak begitu berkembang pesat. Hal ini dapat dilihat dari hasil kerajinan-kerajinan tangan yang sudah mulai hilang dan sifatnya hanya merupakan pertunjukan bagi para wisatawan.  Sistem Kesenian
                  Sistem kesenian suku bangsa Minangkabau banyak mengambil ide-ide dari lingkungan. Hal ini dapat dilihat dari :

  • Seni Bangunan ; berupa rumah adat yang terkenal dengan nama rumah  gadang. Rumah ini berbentuk panggung yang memanjang dan di dalamnya terdapat sejumlah ruangan. Ruangan tersebut bermacam-macam, antara lain biliek sebagai ruang tidur, didieh sebagai ruang tamu dan terdapat anjuang sebagai tempat tamu terhormat. Untuk    memudahkan aktivitas keluar masuk maka pintu rumah terletak di bagian tengah. Rumah Gadang ditopang oleh kayu besar yang ada di sejumlah ruangan dengan jumlah yang banyak.  Atap rumah Gadang biasanya terbuat dari ijuk dengan ciri utama lengkung atap yang disebut dengan gonjong (tanduk) yang berjumlah enam buah.

  • Seni Tari ; terdiri dari bermacam-macam jenis tarian antara lain tarian waktu memasuki rumah gadang dan tarian tradisional. Jenis-jenis tarian ini biasanya diiringi lagu dengan alunan dua buah gendang dan dua buah momongan.
  • Seni musik ; dapat dilihat dari alat musik khas suku Minangkabau yaitu saluang dan talempong. Saluang terbuat dari bambu yang mirip dengan suling. Sedangkan talempong terbuat dari kuningan yang terdiri dari sembilan atau dua belas deretan.
  • Seni Sastra ; terkenal dengan seni sastra pantun. Di dalam pantun sering berisi nasihat untuk dijadikan panutan. Akan tetapi seni sastra ini sudah hampir tidak dipergunakan lagi.
    Sejarah Terjadinya Istana Basa Pagaruyung                     Istana Pagaruyung adalah istana yang bentuknya sangat megah sehingga disebut dengan istilah Istana basa yaitu Istana Besar Pagaruyung. Istana yang berdiri megah ini bercorak ornamen-ornamen seni yang bercirikan khas Sumatera Barat. Hal ini dapat kita lihat dari ukiran-ukiran seni yang indah, baik di dalam maupun dari luar Istana.             
                   Istana Pagaruyung pernah menjadi lambang persatuan dan kesatuan. Pada tahun 1804 Istana Pagaruyung yang asli telah dibakar oleh VOC, Belanda. Semua barang / benda yang berharga di dalamnya dibawa ke negeri Belanda tepatnya di kota Den Hark. Apabila orang Minangkabau ingin memilikinya kembali, haruslah  menebusnya dengan sejumlah uang. Hal inilah yang membuat kita heran, mengapa harta milik kita yang telah dirampas, harus kita sendiri yang menebusnya untuk mendapatkannya kembali.    
                 Di lingkungan Istana terdapat rangkaian patah sembilan atau lebih dikenal dengan nama lumbung padi. Lumbung padi ini berfungsi untuk menyiapkan pasokan padi demi keperluan Raja, Permaisuri dan keluarga besar Istana.
                 Di dalam istana terdapat kaca-kaca kecil yang diletakkan di setiap sisi Istana (ruangan depan dan kamar tidur) dimana kaca ini berfungsi agar seluruh penghuni Istana (keluarga Istana) dapat bercermin setiap saat. Bercermin setiap saat di sini maksudnya, agar seluruh penghuni Istana sadar akan kekurangannya dengan bercermin pada dirinya sendiri sebelum mengejek kekurangan orang lain. 
                 Di dalam ruangan tempat tidur, terdiri dari beberapa bilik yang diperuntukkan bagi penghuni Istana. Dimana di dalam bilik tersebut terdapat tujuh lapis kelambu yang warnanya bermacam-macam. Maksud atau keterangan dari tujuh lapis kelambu merupakan perlambangan tujuh lapis langit.
                Sebutan untuk orang Minangkabau asli (penduduk asli) adalah mereka yang berdomisili di daerah Batu Sangkar, Bukit Tinggi, Payakumbuh dengan adat yang agak berbeda. Sedangkan yang tidak berdomisili di luar ketiga daerah tersebut, adalah bangsa pendatang (pesisir). 
                 Di dalam adat perkawinan, ada suatu tradisi dimana pihak perempuan yang meminang laki-laki  yang tradisi itu disebut menjempuik. Tradisi ini dilakukan masyarakat Minangkabau yang berdomisili di Padang kota, Pariaman, Si cincin, Bukit batu patah.  Sejarah Terjadinya Danau Kembar                  Cerita ini konon berawal dari pertengkaran dua orang raja antara Cangkuanku dengan Tiangbungkuk. Cangkuanku adalah raja yang baik hati dan sangat disukai rakyat. Pemerintahan kerajaan saat itu belum dipegang sepenuhnya oleh Cangkuanku, karena pada saat itu kerajaan sedang dipegang oleh ibunya yaitu Bundo Kanduang yang memiliki kelebihan yang dapat menghilangkan ingatan dan membuat seseorang tidak berdaya. Bundo Kanduang juga mempunyai bala tentara sangat kuat dan hebat  yang dikenal dengan nama Cinduamato.            
                  Di umurnya yang sudah dewasa, Cangkuanku mempunyai seorang tunangan yang sangat cantik bernama Putri Bungsu. Berbeda dengan Cangkuanku, Tiangbungkuk adalah raja yang mempunyai watak dan adab yang kurang baik. Ia mempunyai anak laki-laki yang bernama Imang Jayo. Imang Jayo memiliki kehebatan yang dapat mengirim angin topan dan badai.            
                 Suatu hari ketika Imang Jayo sedang berjalan-jalan, secara kebetulan ia melihat Putri Bungsu yang cantik itu. Ia pun merasa jatuh hati pada sang putri. Ia berusaha untuk dapat berkenalan dan berkeinginan untuk segera memilikinya. Akan tetapi jalan yang dilakukan Imang Jayo tidak sesuai. Ia mengambil jalan pintas dengan menculik Putri Bungsu dan melarikannya ke Jambi.            
                 Berita itupun akhirnya terdengar ke telinga Cangkuanku dan Bundo Kanduang. Cangkuanku sangat marah. Mendengar kejadian ini Bundo Kanduang langsung menurunkan bala tentaranya untuk membantu Cangkuanku merebut kembali sang putri.            
                 Sebelum pergi, Bundo Kanduang mengingatkan bahwa kejadian ini bukanlah hal yang mudah untuk segera diatasi. Bundo Kanduang bertanya kepada Cangkuanku, “ anakku apakah engkau perlu bantuan Ibu? ” lalu Cangkuanku berkata “ tidak usah Ibunda ”. Hati seorang ibu mana yang tidak merasa gelisah apabila anakknya sedang mengalami cobaan?.            
                Akhirnya pergilah Cangkuanku dengan tidak lupa membawa kudanya yang berwarna putih yang bernama Gumarang, dan seekor kerbau yang bernama si Binuang. Di bawah telinga kerbau itu terdapat Naning, berupa kantung yang berisi lebah berbisa. Sebelum Cangkuanku sampai di tempat Tiangbungkuk, para pengawal Tiangbungkuk banyak yang berjatuhan karena digigit oleh lebah berbisa yang keluar dari bawah telinga sang kerbau. Melihat para pengawal yang sudah berjatuhan, Imang Jayo terkejut dan langsung menantang Cangkuanku untuk berkelahi. Terjadilah perkelahian diantara mereka. Cangkuanku dibantu oleh kedua temannya yaitu kuda putih dan kerbau. Setelah terjadi perkelahian itu, akhirnya Imang Jayo mengalami kekalahan. Mendengar hal ini, Tiangbungkuk menjadi emosi. Ia pun keluar dan berhadapan langsung dengan Cangkuanku. Pertarungan pun berlangsung dengan hebatnya. Pada pertarungan ini, bala bantuan tentara Cangkuanku tidak ikut campur. Sementara Cangkuanku dan Tiangbungkuk berkelahi, bala bantuan seperti kuda, kerbau, dan beberapa orang bala tentara membawa putri bungsu kembali ke daerah asalnya.            
                  Ketika berkelahi, Tiangbungkuk berkata kepada Cangkuanku “ Wahai Cangkuanku, engkau tidak dapat membunuhku, karena aku hanya dapat dibunuh dengan keris berpatah tujuh yang terletak di bubungan Istana ”. Perkelahian itupun terus berlanjut dan pada akhirnya Tiangbungkuk tidak sadarkan diri. Dalam keadaan tidak sadarkan diri itulah kemudian Cangkuanku mengambil kesempatan untuk mengambil keris berpatah tujuh. Akhirnya dengan gigihnya, Cangkuanku dapat mengambil keris itu. Tak lama kemudian Tiangbungkuk sadar dari pingsannya. Ia terbangun dan terkejut melihat keris berpatah tujuh itu sudah berada di tangan Cangkuanku. Pertarungan kembali terjadi sampai akhirnya ke daerah Minangkabau yaitu sebuah daerah yang terletak diantara danau tersebut.            
                   Berakhirnya pertarungan itu ditandai dengan matinya Tiangbungkuk karena Cangkuanku berhasil menancapkan keris berpatah tujuh itu ke tubuh Tiangbungkuk. Dari tubuh Tiangbungkuk mengalir darah yang berwarna putih. Setelah kejadian itu, kemenangan sekarang berada di tangan Cangkuanku.            
                   Kerbau yang menjadi teman Cangkuanku, mandi di sebuah kubangan. Dari kerbau yang mempunyai kekuatan sakti itu tiba-tiba kubangan tersebut berubah menjadi sebuah sebuah danau. Danau tersebut terletak di sebelah atas. Sehingga disebut Danau di ateh. Lalu kerbau tersebut pindah ke kubangan yang berada di sebelahnya. Maka akhirnya kubangan tersebut lama kelamaan menjadi danau pula. Kali ini danau tersebut terletak di bawah. Sehingga disebut dengan danau di bawah. Sebutan untuk gabungan kedua danau ini lebih tepatnya adalah danau kembar.
     

Sabtu, 29 September 2012

Mengapa berobat ke Luar Negeri?


Tulisan ini merupakan hasil pengamatan saya dan menjadi inspirasi untuk menilik suatu isu lama yang masih tetap eksis sampai sekarang, yaitu mengapa orang Indonesia lebih memilih berobat ke luar negeri?
Jawaban paling klasik adalah: berobat di dalam negeri biayanya mahal dan tidak transparan serta mutu pelayanan yang diterima pasien sering sekali sangat mengecewakan. Di negeri ini, kesehatan dan pendidikan yang merupakan keperluan mendasar bagi warganya, sering sekali dikomersilkan dan menuntut biaya mahal. Karena itu, sekolah dan rumah sakit kerap  menjadi ‘musuh’yang sulit diajak kompromi bagi masyarakat menengah ke bawah. Tidak sedikit orang miskin yang harus mengorbankan nyawanya, karena tidak memiliki biaya ataupun uang jaminan. Di sisi lain, pihak rumah sakit selalu berdalih dengan seribu satu alasan, dan terkesan “tidak punya rasa dan tidak punya hati” serta tidak merasa salah dan berdosa.
Jawaban kedua, yaitu pengadaan peralatan medis yang memadai, belum tersedia di seluruh rumah sakit. Bahkan di beberapa rumah sakit swasta yang menampilkan kesan “mewah” dan meminta bayaran mahal, kerap terjadi pembohongan publik, karena ternyata tidak mempunyai peralatan medis yang diperlukan untuk kondisi kritikal dan mengancam jiwa, sehingga pasien yang datang berobat ke rumah sakit ini, sering sekali tidak mendapatkan rawatan maksimal dan akhirnya diikuti dengan kematian atau kecacatan yang sangat tidak sebanding dengan biaya perawatan yang dikeluarkannya.
Jawaban ketiga adalah karena buruk dan tidak sistematisnya sistem pelayanan yang diberikan oleh semua jajaran rumah sakit ataupun sarana pelayanan kesehatan lainnya, baik dari sisi medis maupun non-medis. Kondisi ini membuat masyarakat pengguna jasa pelayanan medis mengalami kecewa berat dan berusaha mencari alternatif lain. Pelayanan administrasi yang ada pada kebanyakan rumah sakit dan sistem pelayanan kesehatan lain di negeri ini, sering sekali menampilkan kondisi birokrasi yang sangat ruwet dan tampak tidak punya niat untuk memudahkan dan memberikan pelayanan yang lebih baik. Komunikasi efektif di antara pasien dan keluarganya dengan pihak administrasi, perawat, dokter dan unsur-unsur penunjang pelayanan medis lainnya, tidak terwujud. Tidak heran kalau hal ini   secara langsung maupun tidak langsung, akan membentuk sikap krisis kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pihak rumah sakit dan sistem pelayanan kesehatan lainnya.
 Menurut asumsi saya, hal mendasar yang menjadi sumber kebobrokan ini adalah unsur sumber daya manusianya. Untuk mengantisipasi kondisi  negatif ini, perlu diupayakan pembinaan dan peningkatan sistem pelayanan, baik dari sisi pelayanan medis, peralatan medis yang memadai dan sistematika pelayanan administrasi, yang kesemuanya dikendalikan oleh sumber daya manusianya (SDM). Kemampuan SDM harus mendapat prioritas perhatian, dan harus dibina secara sungguh-sungguh. Sebenarnya banyak dokter di dalam negeri yang berperilaku baik dan kompeten di bidangnya masing-masing. Namun masyarakat terlanjur menstreotipekan mereka sebaliknya. Banyak pandangan negatif masyarakat terhadap para dokter yang terbentuk oleh ulah beberapa gelintir dari mereka, Terkadang kondisi ini terasa tidak adil, dan terkesan seperti yang dikiaskan oleh pepatah: “Karena nila setitik, rusak susu sebelanga”. Namun tatanan moral dan etika yang kian hari makin nyata degradasinya, kadang kala membuat kondisi  yang “tidak layak” menjadi hal yang lumrah. Kondisi ini membuat orang-orang yang masih mempunyai idealisme kian terpinggirkan, sehingga pepatahnya berubah menjadi: “Karena nila sebelanga rusak susu setitik”.  
Untuk menjadi seorang tenaga medis baik dokter ataupun perawat yang handal, hal mendasar yang sangat diperlukan adalah pembentukan watak dan perilaku yang baik, diikuti kemampuam keilmuan dan keterampilan yang memadai, sehingga akan lahir tenaga medis yang kompeten di bidangnya. Satu hal yang tidak boleh dilupakan adalah perlunya membangun kepribadian yang mencintai, menghayati profesi dan tanggung jawab dalam menjalankan profesinya. Namun realita yang ada saat ini, pendidikan dokter tampak agak mengabaikan hal ini. Banyak calon dokter yang tidak benar-benar berminat dan kurang mampu menjalani pendidikan dokter, tetapi beruntung memiliki orang tua yang mampu meskipun harus membayar kelas mandiri yang sangat mahal. Menjalani pendidikan dokter hanya untuk memenuhi keinginan orang tua dan prestise, tanpa adanya penghayatan profesi. Selain itu, masyarakat menilai para calon dokter ini mempunyai imej ‘high class’ yang terkesan kurang mau berbaur dengan sekitar (hanya berbaur dengan sesama golongannya saja). Begitu juga dengan para perawat yang banyak terkesan kurang terampil melaksanakan tugas keperawatannya. Bahkan tidak sedikit perawat yang baru tamat sekolah, belum cukup pelatihan tentang keperawatan tetapi sudah diberi kewenangan menangani pasien. Mungkin faktor-faktor ini harus kita jadikan pembelajaran dan sekaligus tamparan untuk mengatasi ‘bibit awal’ krisis kepercayaan di dalam masyarakat.
Kebanyakan rumah sakit di negeri kita, memberikan pelayanan yang  masih jauh dari semestinya. Padahal negeri ini mempunyai banyak dokter yang tidak kalah hebat, bahkan banyak yang menjadi dokter yang handal di luar negeri. Namun tampaknya mentalitas masyarakat kita, masih sering  menganggap bahwa semua yang luar negeri selalu lebih hebat, dan tidak yakin dengan kemampuan bangsa sendiri. Hal lain yang  juga harus mendapat perhatian adalah, pelayanan kesehatan di luar negeri berlangsung dengan integritas tinggi di antara komponen2 pendukungnya. Kerjasama tim dokternya tampak lebih solid, jauh dari sikap arogan dari masing2 komponennya, dan selalu mengutamakan kepentingan pasien di atas segala-galanya. Kondisi ini sangat mendukung optimalisasi pelayanan kesehatan yang diterima oleh pasien. Satu hal yang sangat mengesankan adalah tarif berbagai pelayanan medis yang mereka berikan mereka dipaparkan secara jelas dan transparan. Dengan demikian,  pasien dapat memprediksi sendiri perkiraan biaya perawatan yang harus dikeluarkannya.  Berbagai hal yang dikemukakan ini sudah banyak diketahui dan dialami oleh masyarakat kita yang yang berobat ke luar negeri dan sering menjadi perbincangan dalam hal membandingkan keterbukaan dan transparansi serta fasilitas pelayanan medis yang mereka terima di luar negeri.
Satu pengalaman pelayanan medis yang saya terima ketika mengalami warts di tapak kaki yang menyebabkan saya susah berjalan. Waktu itu tahun 2002 dan saya sedang kuliah di luar negeri. Keluhan ini sudah saya alami sebelum berangkat sekolah dan saya sudah berobat ke dokter di dalam negeri. Ketika itu saya tidak mendapat penjelasan apapun dari dokter yang merawat saya.  Saya hanya diberi obat dan tidak sembuh2. Akhirnya saya mencoba pergi ke salah satu rumah sakit di sana. Begitu masuk ruangan, dokter yang menangangi saya dengan sangat ramah menyambut dan berkomunikasi sangat baik dengan saya, walaupun pada saat itu kami menggunakan bahasa Inggris. Dokternya memberikan penjelasan yang begitu logis dan menyarankan agar kaki saya di laser agar ketuatnya terbuang semua. Laser dilakukan kurang lebih 20 menit dan setelah itu saya diberi obat untuk penghilang rasa sakit. Tiga hari kemudian saya sudah dapat berjalan dan kuliah seperti biasa.
Ternyata untuk mengurangi kecenderungan masyarakat yang dengan mudahnya terbang ke luar negeri, ada salah satu alternatif yang dilakukan pemerintah yaitu dengan membangun rumah sakit bertaraf internasional dengan kondisi bangunan yang bagus, nyaman dan dilengkapi peralatan yang canggih pula. Namun hal ini tidak bisa dirasakan sepenuhnya oleh masyarakat kita. Hanya golongan-golongan atas saja yang bisa berobat di sana sementara yang dari golongan bawah merasa minder karena takut terbentur dengan permasalahan biaya. Dengan kata lain, solusi ini dianggap belum tepat sepenuhnya. 
Jadi masyarakat menengah ke bawah harus berobat kemana? Untuk mengurangi rasa minder tersebut, sebaiknya sebuah rumah sakit umum meningkatkan mutu layanan medik. Namun ada tiga permasalahan yang karap kali membenturnya dan harus banyak diperbaiki. Yang pertama, pengawasan pemerintah. Yang kedua, peningkatan tentang perilaku dokter. Yang ketiga, menelaah sikap para pengusaha dalam mengelola rumah sakit sekaligus tanggap terhadap masalah-masalah dan mau terjun langsung melakukan sidak melihat keadaan.
Saya coba uraikan satu persatu. Masalah pertama soal pengawasan ketat dari pemerintah. Banyak rumah sakit yang belum sepenuhnya menyentuh pelayanan medik walau sebenarnya hal ini sudah di bawah naungan Departemen Kesehatan RI untuk mengawasi mutu yang tidak hanya fokus pada kelengkapan sarana tetapi harus memperhatikan aspek efisiensi dan ketepatan ketika menangani pasien. Namun apakah ini terealisasi?
Masalah kedua, tentang peningkatan perilaku dokter juga harus diperhatikan. Banyak sikap dokter di Indonesia kurang menempatkan kepentingan pasien sebagai prioritas utama. Dalam hal berkomunikasi ketika menjelaskan kepada pasien atau keluarganya masih sangat lemah, terkesan kaku bahkan kurang ramah, alhasil tercipta gap antara dokter dengan pasien. Coba bandingkan dengan contoh ketika kaki saya hendak di laser. Tidak jarang banyak cerita yang berkembang di belakang soal omongan masyarakat yang berkata “...malas ah, dokter itu, ga ramah”. Selain sikap di atas, sering terjadinya problem intern soal hubungan antar para dokter yang tidak sefaham (berbeda pandangan) akibatnya membuat pasien sering menjadi taruhannya. Hal ini juga menjadi faktor yang menggoyangkan mutu layanan untuk masyarakat kita berobat di dalam negeri.

Masalah terakhir yaitu sikap pengusaha rumah sakit jangan terlalu cenderung kepada pengembalian modal dan keuntungan semata. Sehingga mereka sering mengabaikan masalah-masalah kecil atau besar yang seharusnya menjadi perhatian khusus. Masalah kecil yang dapat saya sebutkan yaitu soal sistem. Hal yang paling dasar yaitu kebersihan ruangan rawat (sprei, selimut, gorden yang kurang bersih), kamar mandi yang aduhai, kelengkapan di ruangan yang masih minim (pispot yang tidak tersedia di semua ruangan rawat), persediaan infus yang masih manual, tata letak dalam ruangan yang kurang apik seperti keberadaan wayer berseliwiran, rembesan AC yang membuat dinding menjadi kotor, semen tegel dinding tidak rapi, keberadaan ruang tunggu untuk keluarga pasien ibarat naik kapal laut kelas 3 ditambah lagi dengan sikap masyarakat kita yang terkesan cuek dan tidak turut menjaga kebersihan. Selain itu ketertiban untuk menaati melepas alas kaki, menggunakan baju khusus, memakai masker, mencuci tangan ketika memasuki ruangan ICU juga masih sering dilanggar. Bahkan dokter sekalipun. Yang tidak kalah serunya adalah tentang keberadaan kucing-kucing liar yang berlalu lalang, membuang air sembarangan di areal ruang rawat pasien dan menjilati sisa makanan di piring pasien yang terletak sembarangan. Bukankah rumah sakit seharusnya identik dengan ke-sterilan? Namun kenapa pengusaha rumah sakit sepertinya tidak tanggap dan kewalahan mengatasi hal kecil ini?
Lemahnya ekonomi rakyat dan lemahnya kepercayaan terhadap pelayanan yang diberikan pemerintah serta permasalahan biaya dan prosedur yang bertele-tele akhirnya membuat masyarakat seperti berbelok arah. Akhir-akhir ini pengobatan tradisional, pengobatan alternatif bahkan pengobatan ala suku bangsa mulai marak dipilih oleh masyarakat. Keberhasilan pengobatan ini disampaikan melalui iklan-iklan yang ditayangkan untuk meyakinkan masyarakat beralih pengobatan yang lebih alamiah dah terbukti ampuh. Apakah ini salah satu strategi untuk mengurangi intensitas masyarakat kita berobat ke luar negeri? Atau sebagai strategi untuk mengalihkan pengobatan dalam negeri yang serba kacau?
Lantas apakah solusi terbaik? Apakah sudah saatnya kita tegas mengganti sistem lama dan beralih kepada sistem baru? Sepertinya masalah di rumah sakit hanya segelintir dari masalah kompleks yang dimiliki negeri ini. Sebuah masalah berujung menjadi sebuah kendala besar yang selalu terbentur oleh sistem yang telah berakar lama dan membudaya (enggan melihat ke luar), alhasil sulit sekali rasanya mengajak apalagi mengganti kepada sebuah perubahan. Coba tanya kenapa? Andai saja pemerintah mau mengupayakan bagaimana meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui pemberian solusi perkenomian yang baik, pasti tingkat biaya kesehatan tidak akan mahal.

The X-Files "searching for the Truth and destroy the Lies"


The X-Files adalah sebuah genk 3 orang agen khusus yaitu Ilma Tamsil, HArdiansyah Buddy Sr dan Frian S Siregar yang sering menyelidiki berbagai kasus yang tidak terselesaikan. Awalnya sih iseng-iseng aja, karena kebiasaan ketiga agen ini selalu janjian buat ngopi bareng. Tapi bukan gampang yang namanya buat janji. Ketiga agen ini adalah manusia super busy. Timing selalu bentrok dengan jadwal masing-masing. Tapi kalau sudah bertemu, senangnya bukan kepalang. Tak ada yang bisa memisahkan mereka waktu pun tak akan tega, mereka bertiga bersama selamanya. Pembahasan yang terjadi sangat beragam. Mulai dari curhatan pribadi, penentuan cinta sejati, menguak tabir orang-orang yang selalu bikin masalah, harapan perubahan masa depan negara/pemerintah hingga masalah keagamaan. 

Ilma Tamsil adalah tokoh yang selalu mempunyai insting jarang meleset mulai dari mencari kebenaran, merasakan keganjilan dan kebohongan, menciptakan primbon cabut kuliah atau cabut latian paduan suara yang sangat sulit di elakkan oleh Frian S Siregar dan HArdiansyah Buddy Sr. Karena insting yang jarang meleset ini, akhirnya menggerakkan HArdiansyah Buddy Sr untuk mewujudkan semua kebenaran itu dengan kepiawaiannya yang tekun dan sabar karena prinsip HArdiansyah Buddy Sr adalah jangan tanggung-tanggung. Sedangnya Frian S Siregar adalah agen yang paling santai karena kerjaanya meribak ribak, membawa suasana menjadi semakin panas alias nge-gas tetap maju melawan ketidakbenaran tersebut. 




The X-Files mempercayai keberadaan kadal leging bercorak yang dibeli di petisah 'apa carik kak?', lekong si manusia misterius, duo dewa dan dayang-dayang penganggu. Ini lah yang masih menjadi tugas utama mereka bertiga saat ini.

Seiring waktu berjalan, mereka bertiga semakin mempunyai hubungan persahabatan yang erat. Mulai share cerita masalah yang dihadapi, saling kasi masukan dan support, bercerita soal sesosok spesies yang ga ada matinya hingga masak spageti, makan tomyam dan bontotin kue raya. 

Banyak fakta yang dapat dibuktikan secara rasional dan lama kelamaan membuka fikiran mereka untuk mengungkapkan cerita sebenarnya. Hal ini sesuai dengan prinsip "searching for the truth and destroy the lies (X-Files, 2012)". 

Rabu, 09 Mei 2012

THE STELERS 2012


The Stelers (2012)



Ketika musuh yang tidak terduga muncul, mengancam keselamatan dan keamanan dunia, MuLFury direktur Badan Per-Kede-an Internasional yang dikenal dengan D’AMOR SHIELD membutuhkan tim untuk menyelamatkan kedai unyunya dari ancaman pelebaran jalan. Usaha perekrutan pun dimulai. IlmaRon Man, Captain Avena Namurambe, The Incredible Apri Hulk, Ozie Hawkeye, Olie Thor, dan Black Inonk Widow dikumpulkan untuk menaklukan seorang Dewa Kehancuran yang sangat waham bernama Barbel. Dengan semua gabungan kekuatan, tugas dirasakan akan tampak lebih mudah. Namun kenyataanya tidak begitu. Para hero-hero ini malah sibuk dengan urusan masing-masing. Namun sesibuk apapun itu, mereka punya prinsip selo alias santai karena semua bisa di stel dan lancar. Sama dengan cerita asalnya, Apri Hulk sempat merasakan aura perang dengan Captain Avena Namurambe. IlmaRon Man juga pernah melawan kekuatan Olie Thor. Sementara Ozie Hawkeye malah adem-adem saja, malah sedang bermimpi untuk bisa mendapatkan hati Black Inonk Widow.

Kali ini bahaya yang mengancam memang tidak bisa dipandang selo. Bisa jadi inilah akhir dari peradaban bumi. Rasanya tidak mungkin ada kekuatan di muka bumi yang sanggup menandingi The Barbel’s dan pasukannya kuatnya. Satu-satunya harapan adalah kalau para superhero yang selama ini beroperasi sendiri-sendiri digabung menjadi satu tim agar mereka juga sekuat The Barbel’s. Masalahnya, menggabungkan para tokoh super dengan latar yang unik-unik ini bukan perkara yang mudah. MuLFury dengan tampuk kepemimpinan D’AMOR SHIELD yang kemudian melanglang buana naik turun angkot dan rutin melakukan fitness selalu menunggui markas D’AMOR untuk mengumpulkan mereka yang memiliki kemampuan melebihi manusia biasa. Dan akhirnya membentuk The Stelers, yang di ambil dari kata stel, sebuah tim yang diramalkan akan menjadi penyelamat bumi dari ancaman The Barbel’s.

IlmaRon Man sang presdir memiliki karakter baik, santai, suka bercanda, senang membantu siapa saja, namun bisa berubah menjadi besi (prinsip ironman) kepada beberapa orang-orang yang kontra. IlmaRon Man bertempur melawan orang-orang kontra menggunakan senjata repulsor ray ciptaannya sendiri. 

Kalau di The Avengers, di awal-awalnya Iron Man sedikit kontra dengan Captain America, IlmaRon Man dengan Captain Avena Namurambe justru kompak. Sempat juga berjarak karena masalah masa lalu, namun karena IlmaRon Man dan Apri Hulk menjaga pertemanan, alhasil hubungan dengan Captain Avena Namurambe menjadi baik. IlmaRon Man dan Captain Avena Namurambe selalu berdiskusi dan bertukar fikiran karena Captain Avena Namurambe juga punya profesi yang sama dengan IlmaRon Man. Captain Avena Namurambe dikenal dengan sosok santai yang kreatif. Dia lah pencipta slogan ‘selo stel lancar’ dan menerapkan slogan ini dalam kehidupan harian. Captain Avena Namurambe mempunyai visi misi mengangkat budaya khususnya Batak di mata dunia. Di skala kecil, Captain Avena Namurambe sangat benci dengan petinggi-petinggi yang selalu KKN dan hobi menekong. Capten Avena Namurambe bertempur menggunakan senjata andalannya yaitu ‘mengolah’. Namun sering tidak membawa kebaikan untuk dirinya karena selalu tidak diridhoi Yang Maha Kuasa. Setiap kebaikan yang diajarkan saudara kembarnya Olie Thor selalu disangkal dengan ejekan. Di skala besar, Captain Avena Namurambe sangat membenci pemerintah. Lihat saja komen-komennya di akaun twitternya. Keberadaannya sangat sulit dilacak karena alat komunikasi andalannya sering off, maklum dibeli di pajak ular itupun ngutang sama si Cula. Soal tampang, Captain Avena Namurambe sangat jauh dari kata keren, karena kebiasannya bergadang dan on di jam-jam horor. Captain Avena Namurambe memiliki rambut panjang terurai dan memiliki brewok-an yang lebat. Coba bayangin, mirip siapakah dia? Maka tidak ragu, Black Inonk Widow memberi julukan kepada Captain Avena Namurambe sebagai Oh Manusia Goa yang disingkat oleh IlmaRon Man dengan OMG. Di rumah, ternyata Captain Avena Namurambe sangat rajin karena sering membantu mengurusi farm-ville milik ayah dan maminya. Kalau sudah bergabung dengan teman-temannya terutama Ozie Hawkeye pasti ada saja bahasan rahasia mereka. Salah satunya keyword yang popular adalah kan-kin-kun, bebeng, polkadot, dan masih banyak lagi.

Di The Stelers, Black Inonk Widow kebetulan adalah adik kandung The Incredible Apri Hulk. Black Inonk Widow hanya muncul beberapa kali karena kesibukannya terbang di Indonesia bagian Timur. Sama seperti Black Widow di The Avengers, Black Inonk Widow punya keahlian khusus yaitu meramal perewangan. Karena Black Inonk Widow tinggal berjauhan dengan The Incredible Apri Hulk, tapi komunikasi mereka tetap berjalan. Mereka selalu bercanda di twitter. Black Inonk Widow sekarang sudah dekat dengan IlmaRon Man, Capten Avena Namurambe, Olie Thor dan Ozie Hawkeye.

The Incredible Apri Hulk sangat berbeda dengan Hulk aslinya. Apri Hulk putih. Banyak orang menyangka Apri Hulk adalah seorang keturunan TingHoa padahal dia seorang Acehnesse. Apri Hulk sehari-harinya adalah seorang marketing. Karakternya santai, ramah dan cepat akrab dengan siapa saja. Sifatnya yang peduli terhadap sesama sering direalisasikannya melalui bentuk charity. Hari-harinya dijalanin bersama si Kumar dimana waktu yang tunduk kepadanya. Semenjak kehadiran Gotik di rumahnya, makin membuat dirinya lebih santai. Inilah yang membedakan dengan hero-hero yang lain. Apri Hulk bebas melakukan tugas rumah. Karena itu, dia pasti punya waktu buat jalan-jalan, nonton ataupun bermain hula-hop dengan alunan musik Shakira. Apri Hulk tidak seperti Hulk aslinya yang kalau ada tekanan akan berubah menjadi monster besar berwarna hijau. Tekanan yang dia rasakan akan tersalurkan ke dalam mimpi-mimpinya. Amazing..!! Dengan fikirannya yang sedikit ‘dewasa’ banyak visi misi serta hasrat yang ingin dijalankan oleh Apri Hulk namun belum juga terealisasi termasuk ingin memiliki benda eksklusif yang berwarna putih.

Di The Stelers, Ozie Hawkeye adalah teman sejatinya Captain Avena Namurambe. Kemana-mana bisa dikatakan selalu berdua menunggangi BMW andalannya. Ozie Hawkeye diperkenalkan dengan IlmaRon Man dan Apri Hulk oleh Captain Avena Namurambe ketika mereka berkumpul. Memang pada dasarnya hero-hero MuLFury ini orangnya asik-asik dan cepat akrab. Makanya mudah saja menyatukan mereka satu sama lain. Setelah berkenalan dengan IlmaRon Man dan Apri Hulk, Ozie Hawkeye akhirnya berkenalan juga dengan Black Inonk Widow. Ozie Hawkeye karakternya baik, santai, senang bercanda, selalu dibuli Captai Avena Namurambe, tapi karena solatnya lebih rajin dari Captain Avena Namurambe maka hidup Ozie Hawkeye sedikit lebih lurus. Mimpi Apri Hulk ke Eropa sangat di impi-impikan Ozie Hawkeye di dalam hidupnya. Di rumah, Ozie Hawkeye juga rajin membantu ayahanda-nya yang berdarah Jawa dan ibunda yang berdarah Pakistan. Sama seperti Hawkeye aslinya yang memiliki keahlian memanah, Ozie Hawkeye juga mempunyai keahlian memanah, yaitu memanah hati cewe-cewe dengan bebeng.

Di The Stelers, Olie Thor adalah saudara kembar Captain Avena Namurambe. Sifat mereka sangat bertolak belakang. Olie Thor sedikit lebih keras, sensitif, tempramen, namun untuk urusan tertentu dia sangat perduli dan baik sekali. Kalau di The Avengers Ironman dengan Thor pernah saling menunjukkan kekuatan masing-masih, maka di The Stelers, IlmaRon Man pernah berseteru dengan Olie Thor. Olie Thor sempat pergi dan tidak mau bergabung dengan hero-hero lainnya. Beruntung IlmaRon Man dan Apri Hulk tidak mau membalaskan dendam mereka, mengingat hubungan baik yang telah terjalin bertahun-tahun dan mereka akhirnya malah merangkul Olie Thor untuk bergabung kembali. Di dalam kehidupan nyata, Olie Thor termasuk santai. Perlahan-lahan semua sifat buruknya mulai ditinggalkannya dan berubahmenjalani hidup yang lebih lurus dan memang faktanya sekarang lebih alim. Sifat ini lah yang tidak bisa ditiru oleh saudara kembarnya Captain Avena Namurambe. Olie Thor sekarang bekerja di sebuah telekomunikasi informasi yang identik dengan warna kuning. Selain itu, Olie Thor juga sering main bongkar pasang.  Jika di The Avengers, Thor adalah saudara tiri Loki (musuh yang jahat), di The Stelers, Olie Thor pernah menjadi Wamen seseorang.

Lantas bagaimana MuLFury dari D’AMOR SHILED beserta para hero super ini bersama-sama menghadapi ancaman, melindungi masyarakat agar tetap selo stel lancar? Cedikot The Stelers on Cinema this May! 

Minggu, 01 April 2012

AROUND THE HOSPITAL IN 29 DAYS

(Blog ini berupa catatan saya selama di RS, Febuari-Maret 2012)

21 Febuari : pukul 20.00 seperti biasa saya mengantar kaisar ke praktek. Tapi malam ini bedak karena kaisar merasa dirinya capek. Memang sih sudah ada keluhan dari kaisar sendiri sejak 2 bulan terakhir ini, katanya sering ngerasa cepat capek. Atas perintah ibusuri yang tidak bisa bilang pisang (ini kata-kata favorit ibusuri) akhirnya malam ini saya tidak mengantar kaisar ke praktek tapi ke praktek om Zul dokter jantung. Setelah pemeriksaan, om Zul menyuruh kaisar untuk soon masuk ICU malam ini juga karena kaisar ngerasa agak sesak. Kita bawa kemana om Zul? Columbia Asia atau Adam Malik? Berhubung waktu juga sudah semakin malam sementara saya yang menjadi supir, akhirnya kaisar di rawat di Columbia Asia saja. Sebelumnya si "onta arab" juga sudah mencoba menghubungi RS Adam Malik namun ICU pada malam itu sudah full. sebelum ke Columbia, saya dan kaisar sempat pulang ke rumah mengambil beberapa baju untuk dibawa. Jam 22.00 kaisar menelepon teman-teman dan saudara-saudaranya kalau dia harus dirawat. Publish pulak si kaisar ini hahaha. Pukul 22.30 saya mengantar kaisar sementara ibusuri standby di rumah (abang-abang sedang tidak ada di Medan). Sampai di Columbia, teman-teman dan saudara-saudara yang tadinya di telepon kaisar, sudah sampai. Mereka bertanya-tanya kenapa kaisar? Tanpa menunggu lama, kaisar segera masuk UGD, menjalani beberapa pemeriksaan sebelum masuk ICU. Saya melihat kaisar menjadi semangat karena teman-temannya hadir malam itu. Ibarat seorang presiden sakit, semua anak buah turun ke lapangan. Di saat ini lah saya mengabari semua saudara-saudara. Semua jadi heboh karena dengar kata-kata ICU. Setelah kaisar dipindahkan ke ICU, sekarang saya yang bingung. Pulang dengan bang Salki atau nginap di Columbia? Kalau nginap, di ICU tidak ada tempat tidur untuk penjaga yang sakit. Ada sih di ruangan khusus, tapi serasa naik kapal di kelas 2. AC di Columbia persis di Frankfurt. Tidak sangka bakal sedingin itu, mana saya hanya membawa jaket tipis. Alhasil malam itu saya rada bolang + sedikit menggembel tidur di mobil. Eeee kepanasan..!! -.-

22 Febuari : pulang ke rumah jam 7.45 pagi dan beristirahat sebentar. Bertelepon-telepon ria ngabarin keadaan kaisar kepada saudara-saudara dan teman-teman. Siangan, saya bersama ibusuri kembali ke Columbia. Hari ini banyak tamu yang datang. Kaisar bak selebriti kota Medan, seluruh penjuru lapisan datang menjenguknya. Kondisinya hari ini stabil, malah bisa bernarsis ria. Waktu yang harusnya digunakan untuk istirahat, malah sibuk melayani acara ngobrol-ngobrol layaknya jumpa fans. Besok ditentukan untuk pemasangan kateterisasi. Rencananya akan di buat di Adam Malik jam 7 pagi. Kaisar akan di evakuasi ke Adam Malik naik ambulan uing uing. Malam ini saya dan ibusuri tidur di rumah.

23 Febuari : bangun subuh, buru-buru, tapi ternyata om Zul telepon kalau hasil EKG kaisar naik dan om Zul tidak nekad membawa kaisar ke Adam Malik. Alhasil, pemasangan kateterisasi dilakukan di Columbia. Banyak teman sejawat kaisar, tim dokter, kumpulan dokter Paru berkumpul untuk memberi semangat kepada kaisar. Saya, ibusuri, teman-teman sejawat kaisar-ibusuri duduk di ruangan kaca melihat dari monitor proses pemasangan kateterisasi. Tim dokter yang juga teman-teman sejawat kaisar pada awalnya yakin kalau kaisar tidak apa-apa. Pasti hanya dipasang ring. Ternyata fakta berkata lain, kaisar harus operasi bypass karena penyempitannya berada di ujung dan sudah 90 persen. Ibusuri dan tim terdiam. Saya bingung, ini ada apa? Akhirnya saya coba bertanya kepada ‘seseorang’ dan googling mencari tahu ada apa sebenarnnya. Sangat tidak disangka, kaisar tidak pernah ada keluhan. Kaisar juga tidak merokok tapi suka makan kikil, sate padang, nasi goreng, makan berkuah-kuah lemak @.@ Tiba-tiba hati terasa sedih, karena kaisar yang kemarin masih narsis-narsis ria, terkulai diam di tempat tidur. Kaisar bilang tidak bisa tidur karena dia mengerti prosedur yang akan dijalani. Beginilah kalau pasiennya dokter. Hal ini sempat membuat saya sangat down. Konon katanya operasi bypass tidak bisa dilakukan di Columbia karena rumah sakit ini sudah lama tidak melakukan operasi. Sementara kabar selanjutnya yang bikin down ternyata kondisi kaisar tidak memungkinkan untuk di mobiliasasi keluar. Rujukan terdekat hanya ke Adam Malik yang memang rutin melakukan bedah toraks. Setelah rapat malam dengan tim dan menunggu fase obat 5 hari pasca kateterisasi, diputuskan bahwa kaisar di operasi di Adam Malik. Tidak mungkin di bawa ke Penang atau Harapan Kita Jakarta. Karena kaisar beresiko di mobilisasi terlalu lama via jalan udara. Cobaan :"( Perundingan pun kembali di lakukan. Kasus kaisar sangat complicated. Karena tidak bisa di mobilisasi lama, sementara Harapan Kita sudah full booked untuk bedah toraks. Jadi bagaimana ini? Kami sekeluarga tidak mau menyerobot antrian di Harapan Kita. Atas kemurahan hati dan hebatnya rasa pertemanan para dokter, akhirnya tim bedah toraks Harapan Kita yang berangkat ke Medan. Namun cobaan yang pertama yang harus kami sekeluarga lewati adalah bisa tidak kaisar di evakuasi perjalanan ke Adam Malik dalam waktu 40 menit? Sejak hari ini , saya memutuskan untuk jagain ayah di ICU. Bodo' lah, mau bolang, bolang lah situ. Saya tidak mau membiarkan kaisar tidur sendiri seperti kemarin. Alhasil saya membawa kasur lelek, jaket, sarung, kaos kaki macan (persislah saya seperti tukang ronda malam). Tiap malam, saya selalu ngobrol sedikit dengan kaisar. Kaisar malah nyuruh saya bobok. Sesekali saya pandang monitor melihat detak jantung, tensi dkk. Walau tidak begitu mengerti saya coba untuk tetap terjaga. Tiap pulang ke rumah paginya, ibusuri selalu menanyakan kabar kaisar.

24 Febuari-26 Febuari : rutin jagain kaisar di Columbia dengan shift jamal aka jaga malam. Banyak dukungan, bbm, twitter, facebook dari teman-teman bahkan dari mahasiswa-mahasiswa saya datang menjenguk serta mendoakan untuk kesembuhan kaisar. Terima kasih buat semuanya ya :') Beberapa hari shift malam, akhirnya membuat saya akrab dengan perawat-perawat dan satpam di Columbia. Seakan ada kekebalan diplomatis karena anak konsulen. Saya diberikan alas dan selimut tambahan supaya tidak kedinginan. Seorang perawat juga sempat memberi kode kalau saya sudah memakai jaket, kaus kaki macan, sarung, itu artinya jaga malam sudah dimulai. Goooong..!! Kalau untuk urusan parkir, selalu diberi tempat yang khusus. Abang kedua saya hari ini sampai di Medan, jadi besok ke Adam Malik, saya, ibusuri dan abang.

27 Febuari : jam 5 pagi bangun, solat subuh, tim dokter telah bersiap-siap mengevakuasi kaisar ke Adam Malik. Tim dokter di ambulans, dengan beberapa perawat dan alat-alat. Beriring jalan, kami menelusuri jalanan pagi Medan. Dengan perasaan tidak tenang, khawatir yang menjadi-jadi takut kaisar kenapa-kenapa, jadi terasa kalau Adam Malik ini sangat sangat jauh sekali. Dag dig dug jantungan karena proses evakuasi ini yang paling ditakutkan. Jempol buat supir ambulans Columbia, jago memilih jalan karena kaisar juga tidak boleh banyak kena goncangan (kritikan buat pemerintah kota Medan, jalanan masih banyak yang keriting dan berlubang lho om...!!). Di setiap persimpangan lampu merah, sirine ambulans dihidupkan. Buat para pembaca blog ini, mulai sekarang kalau ada ambulans ngiung-ngiung kasi jalan ya weeee. Coba kalau keluarga kalian yang ada di ambulans itu, stres banget lhooo. Jadi seperti yang kita ketahui, kalau ada ambulans lewat. walau supir ambulansnya suka iseng ngidupin ngiung-ngiung padahal tidak ada pasien gawat, mending kasi jalan aja deh. Mungkin aja supirnya sesak boker. Dan perjalanan pagi itu ditempuh melewati jalan Jamin Ginting. Yang paling saya khawatirkan lampu merah di simpang pos yang terkenal sebagai lampu merah terlama di dunia edisi on the mande. Namun abang supir berhasil nerobosnya. Begitu sampai Adam Malik, alhamdulillah kaisar baik-baik saja, masih sempat narsis ngasi jempol RCTI ok. Kaisar langsung masuk CVCU sementara kami alhamdulillah dapat 1 kamar dari Dirut Adam Malik yang teman sekelas kaisar-ibusuri. Perjalanan subuh itu sangat horor yang pernah saya jalani selama hidup. Namun Alhamdulillah kaisar berhasil di evakuasi. Terimakasih Allah :') Selanjutnya persiapan dari tim, kerjasama yang baik dari Medan dan Jakarta akhirnya menunggu hari esok untuk dilakukan operasi bypass. Segala daya upaya dikerahkan oleh para PPDS dan dikordinir dengan sangat baik. Bangga deh ngeliat kaisar. Banyak yang sayang sama beliau, banyak yang ngebantuin, banyak yang berdoa agar diberi kemudahan untuknya. Pencarian darah pun dilakukan dengan baik walau sempat bikin saya stress. Keperluan untuk donor sementara sudah ada, namun ternyata ada yang mengundurkan diri. Namun ternyata, banyak yang bersedia menyumbangkan darahnya untuk kaisar. Akhirnya persediaan beres, tinggal untuk darah cadangan dan persediaan trombosit. Malam sebelum operasi, saya ngobrol dengan kaisar seperti shift jamal sewaktu di Columbia. Rasanya sedih sekali melihat kaisar tidur terkulai begitu. Tapi kaisar selalu bilang ‘ga papa, ayah musti di bypass’. Hiksssss! Abang pertama akhirnya sampai di Medan. Jadi jelang operasi kaisar, kami sekeluarga telah lengkap.

28 Febuari : operasi yang dijadwalkan berlangsung jam 10 pagi akhirnya mundur ke jam 4 sore. Perasaan saya benar-benar tidak tenang. Nafsu makan hilang dan mau muntah. Linangan air mata juga tidak bisa saya bendung. Dan disaat itu pula, ada beberapa peristiwa, tingkah, ucapan yang benar-benar menguji iman >.< Akhirnya tiba lah jam 4 sore. Tante membujuk saya supaya jangan menangis di depan kaisar. Begitu kaisar mau dibawa ke ruang operasi, seluruh keluarganya berdiri memberi semangat. Kaisar sempat narsis melambai tangan. Begitu kaisar telah melewati saya, saya pun tak tahan untuk berurai airmata lagi karena ternyata durasi operasi sampai 5-6 jam :'( Jelang sore, Icad sampai Medan. Paling ga nanti ada yang bisa bikin senyum melihat tingkah Icad unyu. Sebelumnya musang and the genk datang. Dengan tampilan mata bengkak, saya menemui mereka sambil tetap berdoa untuk kaisar. Bercerita-cerita supaya saya tidak nangis lagi. Pukul 21.30 saya, abang-abang dan ibusuri ke ruang operasi. Pukul 21.53 om Harry yang terkenal selalu bercanda keluar dari ruangan dan mengabarkan bahwa semuanya ok. Dengan gaya tengilnya, om Harry berusaha menghibur supaya kami tidak stress berat. Pukul 23.00 operasi dinyatakan selesai. Mendengar kalau kaisar baik-baik saja, saya lega. Airmata hilang dan tiba-tiba nafsu makan menjadi-jadi. Maklum dari siang saya tidak makan, maka begitu melihat nasi goreng, saya sempat kalap. Sudah Ilma, makan dulu sanah! Pukul 2 pagi, teman saya yang kebetulan dokter jaga mengirimkan BBM kepad bahwa kaisar sudah sadar. Alhamdulillah.

29 Febuari : kaisar masih di ruang isolasi. Kata ibusuri jadwal melihat kaisar pada sore hari saja sekaligus bawa Icad yang ingin melihat atoknya. Melihat kondisi kaisar di ruang isolasi dari ruang kaca jarak beberapa meter, saya melihat kaisar sedang makan berbicara dengan 2 perawat khusus. Setelah melihat Icad, kaisar begitu sangat senang. Karena sudah malam, saya mengantar Icad dari Adam Malik-White House-Adam Malik (PP 2 jam) dan saya pun berpetualang malam di jalan bersama abang.

1 -2 Maret : kaisar masih di ruang UPI Jantung. Hari-hari diisi dengan membeli segala keperluan kami serta keperluan untuk kaisar.

3 Maret : ada kabar bahagia, kaisar sudah bisa dipindahkan ruangan ke ruang VIP rawat cardiovaskuler. Cerita masih di dominasi dengan pulang ke rumah, mencuci baju, menemani kaisar dan membeli keperluan kaisar. Dari dokter sendiri juga mengatakan tidak ada pantangan makan. Tapi kaisar malah patah selera makan. Kata dokter memang akan terjadi perubahan selera makan dalam satu bulan. Tapi keinginannya menggebu ingin makan ini itu, tapi hanya sedikit yang di makan. Persis seperti orang ngidam. Mulai hari ini sampai seterusnya, kaisar akan menjalani fisioterapi untuk belajar menggerakkan tangan, kaki dan badannya.

4 Maret : setelah kemarin mendapat kiriman soto dari pak uo, sekarang kaisar kepengen ada pepaya. Maka saya bersama abang-abang pergi mencarinya. Hari ini hari minggu, sore + hujan lebat + banyak toko yang tutup. Di toko buah yang relatif dekat dengan RS tidak ada yang menjual pepaya. Yang ada apel dan sepupunya pear. Memang benar-benar menguji iman, benda yang kita cari di saat kita perlu pasti susah di dapat. Tapi kalau tidak perlu, pasti ada dimana-mana. Bermodalkan bantuan GPS dari teman, akhirnya kami berhasil finding pepaya. Uyey!

5 Maret : cerita masih sama yaitu menemani kaisar, beli keperluan, pulang ke rumah mencuci dkk. Setelah magrib, katanya kaisar kepengen makan sate memeng. Weleh, dimana dimana dimana ~ Untung abang katanya pernah baca kalau sate memeng ada buka cabang di RingRoad. Akhirnya finding sate memeng. Sampai di RS, kaisar cuma makan sedikit karena katanya mual. Ihiiiiiiiiiy..!! -.-

6 Maret : kaisar pengen makan sate padang, akhirnya saya dan abang finding sate padang. Tapi sewaktu selesai membeli sate padang, ibusuri menelepon kalau kaisar masuk ICU lagi karena kondisinya drop. Begitu sampai RS, kaisar sudah dipasang NGT. Melihat kondisinya begitu, saya bertambah sedih dan tidak mau menampakkan airmata karena takut menjadi fikiran kaisar. Alhasil face mask dijadiin tameng untuk membendung airmata sementara hidung di dalam sudah basah. Saya selalu bertanya dengan kaisar “ninil ga apa-apa kan?” beliau selalu menjawab “enggak” dengan nada pelan. Malam itu kaisar memberitahu saya bahwa ada keinginannya bersama-sama dokter paru lainnya untuk membentuk RS paru dan perlu orang untuk me-managenya. Kaisar sebagai salah satu presiden direkturnya mengatakan sedang mencari manager yang bukan dari kedokteran. Kaisar meminta saya untuk join dan mencoba belajar melihat apa-apa saja kekurangan RS pemerintah jika dibandingkan dengan RS swasta atau RS di luar negeri serta bagaimana cara memanage lebih baik dan merubah sistem sehingga orang-orang indonesia punya rasa percaya diri untuk berobat di dalam negeri. Semua dimulai dari hal-hal kecil sebenarnya, namun sayang para pemimpin RS kurang peka dalam hal ini. Ngerasain beda banget kan antara RS pemerintah dengan swasta/luar negeri? Keinginan kaisar ini begitu sejalan dengan apa yang saya perhatikan semenjak saya menginjakkan RS ini pertama kalinya dan melihat RS pemerintah yang satu lagi yang sangat mirip keadaan dan suasananya.

7-8 Maret : buat sementara kaisar masih di CVCU dan pindah ke ICU karena kaisar kurang begitu nyaman di CVCU yang di dalamnya selalu ‘heboh’.

9 Maret : diputuskan kalau besok kaisar harus kateterisasi. Namun hari ini kondisi kaisar benar-benar jelek. Semua-semua yang di dalam kata ibusuri menurun. HB kaisar 8. Tangannya menguning :'( Ibusuri begitu sangat stress dan nangis. Saya jadi tidak tenang, tapi saya tetap menyembunyikan kekhawatiran itu. Akhirnya sore itu diputuskan untuk transfusi darah. Jam 4 sore saya dan abang mencari pendonor untuk kaisar karena transfusinya diperlukan jam 8 malam. Mungkin karena diperlukan dalam tempo 4 jam saja, ntah siapa ‘kalap’ membuat Broadcast Message di Blackberry (tersebar ke seluruh Medan, Jakarta dkk) kalau ayah memerlukan golongan darah B segera. Alhasil hari itu ibarat aksi sejuta darah buat Prof Tamsil meniru sejuta mawar buat mawar cem iklan di tipi-tipi itu.

10 Maret : diputuskan kaisar menjalani kateterisasi kedua dan harus dipasang sten. Jam 10.30 pagi semua tim dokter telah standby dan kaisar pun segera dibawa ke ruang kateterisasi yang berada di lantai dasar. Again, ada kejadian yang bener-bener bikin RS ini susah bilang. Huyuuuuhh bikin stres aja pun!! :’( Setelah keteterisasi, ternyata BM soal darah itu masih menyebar. Alhasil saya memberi penjelasan kalau kaisar sudah tidak perlu darah lagi, insya Allah sudah cukup. Saya tidak lupa untuk say thanks dan begitu terharu begitu banyaknya atensi untuk kaisar. Tidak hanya dari teman-teman ayah sendiri, namun dari teman-teman mahasiswa saya pun ikut ambil bagian. Makasi banyak ya semua :”) Setelah kateterisasi, kaisar dibawa ke ruang UPI jantung. Kaisar merasa dirinya lebih plong. Pelan-pelan NGT dilepas dan kaisar mencoba untuk makan oral seperti biasa. Kali ini kaisar minta kikil dan ikan sambal yang tempat belinya perlu denah lokasi pesta. WAHAHA kaisar ketauan suka jajan yaaa..!! ^^ Walau belum begitu bisa banyak makan, namun paling enggak kaisar sudah bisa makan.

11-12 Maret : menemani kaisar di ruang UPI jantung, banyak teman-teman dan saudara yang menjenguk kaisar melihat dari kejauhan saja.

13 Maret : kaisar kepengen makan ayam cipra marikena dan meminta kak siti dan mak toing membelinya. Waduh apalagi itu ayam cipra? Kaisar benar-benar tau aja tempat makan di Medan ini. Namun sore itu hujan dan ternyata si ayam cipra habis. Yang dibeli hanya arsik. Kaisar jadi tidak semangat. “Mak toing ayam cipraku manah?” Sudah Yah makan dulu sanah, ada arsik ikan spesial tuh. “Jadi ayam cipraku?”. Kaisar memang bertingkah bak orang ngidam. Akhirnya keesokan harinya kak siti membawa si ayam cipra lebih pagi. Kaisar pun senang.

14 Maret : kaisar kepengen jambu air dan nasi goreng kampung. Alhasil saya pergi ke arah SMU 2 untuk mencari si jambu air dan singgah ke warung nenek mencari si nasi goreng. Namun tidak ada nasi goreng kampung. Weleh, kalau di Penang benda semacam ini banyak, tapi di Medan ternyata susah. Alhasil saya ganti dengan nasi goreng spesial. Eeeeeek kaisar tidak begitu semangat -.-

15 Maret : kaisar masih kepengen ayam cipra. Widiw, akhirnya saya dan abang yang coba membelinya. Bermodalkan peta arahan kak Siti, ternyata si ayam cipra marikena ini tidak jauh dari RS. Namun kata kaisar, ayam cipra yang kedua ini terlalu asin. Alhasil kaisar tidak mau lagi -.-

16 Maret : menemani kaisar di RS, kali ini kaisar tidak request apa-apa. Hanya minta dibelikan makanan yang di depan RS saja.

17 Maret : kaisar kepengen makanan iga sup tapi yang seperti sup Hamid Penang. Wuiyaaah, kaisar kepengennya yang ga ada di Medan nih >.< Alhasil selalu dapat yang tidak sesuai dengan permintaan tapi kira-kira yang mendekati saja. Maap ye kaisar.

18 Maret : setelah menghadiri sebuah acara, siang ini kaisar kepengen ayam Gumirang di Katamso. Nah lho, apalagi itu? Sepertinya kaisar pakar ayam deh hahaha ^^ Alhasil abang mengantri di tempat makan ini yang ramenyaaaaaaaaaaa minta ampun. Agak BT sewaktu adanong yang main srobot potong antrian. Nong oh nong, memang minta di genocide lah kalian ya!! -.- Sesampai di RS, kaisar senang karena permintaannya ada. Uyey!

19 Maret : kaisar kepengen pulang, dan tim dokter membulatkan suaranya. Setelah memerikas semuanya, diputuskan kaisar boleh pulang besok.

20 Maret : hari ini kaisar begitu sangat semangat untuk pulang. Minta dibawain baju, celana panjang dan sendal. Ibarat anak kecil yang siap di ajak jalan-jalan. Sebelum pulang foto dan berpamitan dengan kak Rully, Bang Afid, Bang Heri yang selama ini jagain kaisar di UPI Jantung.

Kamis, 08 Desember 2011

Pilar Nasionalisme : Semakin Kokoh atau Merapuh?

Pilar Nasionalisme : Semakin Kokoh atau Merapuh?
Nasionalisme adalah suatu paham yang dianut untuk menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara. Khususnya Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, agama dan ras, menanamkan nasionalisme Indonesia yang tinggi bagi setiap warga negaranya, merupakan hal yang sangat fundamental.
Jika kita merujuk ke perjalanan sejarah Indonesia, sang proklamator Soekarno sangat perduli dan sangat menjunjung tinggi nasionalisme Indonesia. Beliau melarang dan menentang penggunaan semua atribut yang berbau kolonial Belanda. Apa sisi baiknya? Pada saat itu, rasa persatuan di kalangan rakyat sangat tinggi, semangat dan rasa kecintaan terhadap negara sangat berkobar-kobar. Rakyat Indonesia sangat terkesima dengan sosok idola sang proklamator, yang dengan antusias mereka nantikan kehadirannya berpidato dalam berbagai acara kenegaraan, di depan seluruh rakyat Indonesia, baik dengan menghadiri dan melihat langsung ataupun mendengarkan pidato sang proklamator melalui radio. Rakyat seolah tersihir untuk membela, mempertahankan dan mencintai kedaulatan negara. Soekarno adalah pemimpin yang berkharisma yang pernah dimiliki bangsa ini. Sampai saat ini, rasanya bangsa Indonesia belum menemukan sosok pengganti beliau, dalam menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan ketahanan nasional. Rakyat telah mengalami krisis kepercayaan rakyat terhadap kinerja pemerintah, karena setelah lebih dari enam dekade Indonesia merdeka, rakyat hanya menerima janji-janji manis pemerintah yang sarat dengan tindak korupsi berjamaah yang telah menghancurkan eksistensi sebagai warga negara yang bertanggung jawab terhadap keutuhan dan marwah negara Indonesia.
Namun dibalik sisi baik nasionalisme yang dibangun Soekarno, ada satu sisi yang perlu dipertanyakan terhadap pelarangan yang dilakukan Soekarno terhadap seluruh atribut Belanda yang telah menjajah Indonesia selama 365 tahun. Seandainya Soekarno berkenan memberikan sedikit ruang untuk penggunaan bahasa Belanda di kalangan rakyat Indonesia, mungkin banyak rakyat Indonesia yang mampu berbahasa Belanda (sebagai bahasa kedua) setelah Bahasa Indonesia. Betapapun, kemampuan berbahasa adalah aset berharga bagi setiap warga negara. Kenyataannya adalah, bahwa fasih berbahasa Belanda hanya tinggal sisa dan puing-puingnya saja, yang saat ini hanya dapat ditemukan di kalangan generasi kakek-nenek saja. Generasi berikutnya, sama sekali tidak dapat berbahasa Belanda. Saya belum lahir saat itu, dan saya tidak ingin menyalahkan Soekarno. Namun saya hanya ingin tahu kenapa dan apa alasannya. Saya bukan pemikir yang handal untuk mencari jalan keluar dari suatu masalah, tetapi saya hanya ingin menilik dan sedang belajar menganalisis suatu fenomena.
Saya mengambil contoh Malaysia dan Singapura, yang merupakan negara jajahan Inggeris, menggunakan bahasa Melayu sebagai bahasa ibundanya dan menggunakan bahasa Inggeris sebagai bahasa kedua. Saya akui, banyak rakyat Malaysia yang dapat menggunakan/bertutur bahasa Melayu dengan baik, tetapi banyak juga yang terbata-bata mencampur bahasa Melayu dengan bahasa Inggeris. Mereka menamakan bahasa ini sebagai “bahasa rojak”. Contohnya :
1. - Semalam I called you, tapi you tak answered
2. -I tak faham la, maybe better you tanya Azam
Sementara di Singapura yang lagu kebangsaannya menggunakan judul bahasa Melayu ‘Majulah Singapura’, tetapi hampir seluruh rakyatnya lebih bangga dan fasih menggunakan bahasa Inggeris yang terkenal dengan logat Sing-lish.
Saya melihat kedua negara ini terkesan merasa lebih “moderen” dengan percampuran dua bahasa tersebut. Identitas mereka sebagai rakyat yang menjunjung dan memartabatkan bahasa Melayu perlahan-lahan mengalami erosi dan luntur. Mungkin inilah alasan mengapa Soekarno sangat anti Belanda dan dengan tegas melarang seluruh atribut Belanda diberlakukan di Indonesia. Soekarno mungkin khawatir rakyat Indonesia akan kehilangan identitas dan secara luas menggunakan “bahasa gado-gado”, yang akan menggeser posisi bahasa Indonesia. Dalam Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, bangsa Indonesia mengakui berbahasa satu yaitu bahasa Indonesia, bahasa yang kita gunakan sebagai bahasa baku dan bahasa pemersatu bagi beragam suku yang ada di Indonesia.
Walaupun mayoritas rakyat Indonesia menggunakan bahasa Indonesia secara baku dalam konteks umum, tetapi bahasa Indonesia juga banyak mengalami tantangan dengan munculnya kata-kata ‘prokem’ yang menjadi ‘trend’ kata ‘baru’ ataupun penggunaan kata-kata non baku yang lebih banyak digunakan oleh generasi muda. Misalnya :
1. -Bokap nyokap lagi pergi ke Jakarta. Lusa balik.
2. -Iya deh, ntar di omongin. Terus abis ini kita pergi kemana?
Selain itu, ‘trend’ menyelipkan sepenggal kata/kalimat dalam bahasa Inggeris juga mulai marak digunakan. Saya suka eneg melihat artis-artis Indonesia ketika di wawancarai di dalam sebuah acara televisi menyelipkan kalimat-kalimat Inggeris untuk mengulang, memperjelas dan terkesan mengartikan. Misalnya :
1. - ...and you know, I really really love do that to my carrer, saya sangat suka melakukan hal tersebut untuk karir saya. Because, its very impressed me, itu sangat membuat saya terkesan
Saya bukan menentang modernisasi yang merupakan proses yang punya banyak segi. Modernisasi melibatkan perubahan di berbagai kerangka pemikiran dan aktivitas manusia. Setiap orang, bangsa maupun negara, pasti menginginkan sebuah perubahan ke arah yang lebih baik dari sebelumnya. Namun kita harus tetap bisa menyesuaikan, menyaring dan ingat dari mana asal muasal kita. Budaya kita sangat berbeda dengan budaya barat, dan modernisasi jangan ditafsirkan sebagai adopsi semua yang berbau barat (‘westernisasi’). Hal ini perlu dicermati, karena di berbagai tatanan kehidupan rakyat Indonesia ‘westernisasi’ dianggap sebagai cara hidup yang moderen, dan masalah ini tidak dapat dengan mudah dihilangkan.
Pengaruh imperalisme akhir-akhirnya memang semakin marak. Saya melihat generasi muda Jepang dan Korea perlahan-lahan mulai kehilangan identitas mereka. Seperti kita ketahui, Jepang dan Korea salah satu negara maju yang mempunyai kebudayaan dan sejarah yang unik. Dua negara ini sangat memartabatkan bahasa ibunda mereka dan menetang penggalakkan bahasa Inggeris. Dua negara ini juga menjunjung hasil produk teknologi lokal mereka (misalnya mobil dan elektronik). Rakyat Korea bangga menggunakan produk lokal (misalnya Samsung) yang selalu ditantang kehadirannya oleh produk barat (misalnya Apple, Blackberry). Namun sayang, dua negara ini seolah kehilangan identitas kerana imperalisme budaya. Rambut hitam yang dianugerahkan Tuhan, di cat warna-warni. Kulit putih bersih, digelapkan. Mata cokelat/hitam diganti dengan menggunakan lensa kotak berwarna-warni. Gaya berbusana pun telah berubah dan berkiblat ke barat. Saya khawatir generasi Indonesia akan semakin banyak terjangkit ‘penyakit menular’ ini.
Saat ini, perjalanan berbangsa dan bernegara di kalangan rakyat Indonesia mengalami banyak tantangan yang berat dan mengkawatirkan. Apakah nasionalisme dalam menjunjung satu bangsa, satu tanah air dan satu bahasa di masa sekarang maupun yang akan datang akan tetap bersinar terang atau malah erosi kemudian tenggelam?


-Ilma Saakinah Tamsil-

Pengalaman Membuat Surat Keterangan Berbadan Sehat Jasmani dan Rohani serta Bebas Narkoba di RSU Pirngadi Medan

Tanggal 26 Juli 2019, sekitar jam 9 pagi saya mendapat WA dari bagian kepegawaian kampus untuk melengkapi berkas salah satunya adalah mengur...