Rabu, 23 Februari 2011

The Marriage of Prince Willnano & Nal Kate Middleton



Lama tak terdengar tentang kehidupan Mentengham Kingdom. Seiring berjalannya waktu, sekarang anggota keluarga kerajaan Mentengham sedikit berpencar-pencar keberadaannya. Hanya beberapa personil saja yang sering berkumpul bersama. Queen Mamisabeth masih tetap awet muda karena selalu makan bak pao Bibi Lung. Anak dan menantu Queen Mamisabeth pula sekarang terbilang sibuk mengurusi karier masing-masing. Sementara cucu-cucu kesayangannya, Prince Willnano dan Prince Hendry telah tumbuh menjadi seorang remaja-dewasa.


Kalau Buckingham sedang heboh mempersiapkan pernikahan Prince William dengan Catherine Middleton, Mentengham juga tidak kalah hebohnya. Ini bukan gosip lagi, namun sekarang telah ada pemberitahuan resmi dari pihak kerajaan Mentengham. Sesuai dengan tagline Mentengham “tak ada kabar yang tak Mentengham kabari, karena Mentengham kabar kabari” maka resmilah Prince Willnano mengenalkan calon isterinya, Nal Kate Middleton seorang gadis yang bukan berdarah biru.


Cerita kali ini lumayan panjang (sambungan dari Royal Family Mentengham, United Rangersland Kingdom) yang tidak hanya fokus pada kisah Willnano dan calon isterinya, tapi juga ada beberapa cerita yang telah terjadi selama ini. Kita mulai ya. Here we go!


Setelah Camnila Flo Parkir dan Nicky Dipayet dipulangkan ke Jambi dan membuat usaha tempoyak, ternyata mendorong semangat Nicky Dipayet sebagai B.J (Bujang Jambi) untuk merubah kehidupan yang lebih baik. Nicky Dipayet mengikuti suatu ajang mencari bakat dalam hal tarik suara. Ketika mengikuti ajang ini, Nicky Dipayet merubah namanya menjadi dua nama yaitu Nickril Irham dan Britnicky Spears agar lebih menjual. Namun ketika ajang ini, Nicky Dipayet memakai nama Britnicky Spears. Dengan bantuan guru vokal pribadinya yang bernama Andre Stinky, Nicky Dipayet selalu mendapat dukungan terbanyak dari penonton dan akhirnya mengantarnya menjadi seorang pemenang. Sejak saat itu, Britnicky Spears melejit bak superstar dengan lagunya “laki”.


Di belahan dunia sebelah kiri, ternyata terjadi satu cerita baru. Setelah Paparazi didepak dari kehidupan Mentengham dan akhirnya memutuskannya berjualan nasi goreng di Beautiful Hut, membawanya menjadi seorang yang kaya mendadak. Takdir telah merubah nasibnya gara-garanya tidak sengaja terekam di kamera Toloong dan menang undian Tau Tau Sinting. Setelah menjadi orang kaya, Paparazi merubah gaya hidupnya. Paparazi kemudian berganti nama menjadi Paris Hoton seorang calon ahli waris dari Hot Hotels Corporation yang sangat kaya raya. Segala bidang bisnis Paris Hoton coba kuasai dan berangan-angan ingin menjadi seorang produser dalam bidang tarik suara. Akhirnya Paris Hoton coba membentuk group SM*SH yang berisikan 7 laki-laki ganteng untuk diorbitkan. Karena dendam ala Nyi Lapet yang belum terbalaskan, Paris Hoton yakin kalau ini saatnya yang tepat untuk mengobrak abrik kembali Mentengham. Dengan penampilan barunya serta berbekal ilmu wedhus gembel yang selama ini dia timba, Paris Hoton berhasil menghipnotis Prince Sapiles, Prince Willnano, Prince Hendry, Prince Efronward, Ki Seker dan mengajak Nicky Dipayet bergabung ke dalam SM*SH.


Ketika Nicky Dipayet menandatangani kontrak di kediaman Paris Hoton, ternyata partner setianya Camnila Flo Parkir ikut menemani Nicky Dipayet. Dengan akal liciknya, Paris Hoton meminta Camnila Flo Parkir menjadi manager SM*SH karena Paris Hoton akan bergabung menjadi personil terakhir di SM*SH. Dengan kata lain, sebagai aktor intelektual yang akan mengacaukan Mentengham, Paris Hoton memanfaatkan Camnila Flo Parkir yang terlihat sangat lugu. Prince Willnano yang terikut hipnotis wedhus gembelnya Paris Hoton sangat bersemangat bergabung di SM*SH karena Prince Willnano sangat mengidolakan Britnicky Spears dan Paris Hoton. Bergabung bersama mereka merupakan suatu kebanggaan tersendiri untuk Prince Willnano.


Menjelang hari pernikahan cucunya, Queen Mamisabeth agak kebingungan karena Prince Sapiles, Prince Willnano, Prince Hendry, Prince Efronward dan Ki Seker malah terlihat jarang di Mentengham. Queen Mamisabeth melihat ada yang tidak beres dengan sikap anak, cucu dan menantunya. Fikiran mereka seperti kosong seperti sedang mengikuti suatu perintah. Maka Queen Mamisabeth coba mencari tahu ini semua.


Di suatu siang, ketika selesai mengatur urusan taratak, Queen Mamisabeth yang sedang batuk-batuk menyalakan televisi. Alangkah terkejutnya Queen Mamisabeth melihat anak, cucu dan menantunya bernanyi sambil joget-joget menggunakan kostum hero muncul di televisi. Queen Mamisabeth kemudian membaca tulisan SM*SH dan mencari tahu arti SM*SH. Ternyata (Seven Maho As Seven Hero). Queen Mamisabeth kemudian murka dan segera mengutus satpam Mentengham menyuruh anak, cucu dan menantunya pulang. Sesampai di Mentengham, Queen Mamisabeth langsung menghukum Prince Sapiles, Prince Willnano, Prince Hendry, Prince Efronward dan Ki Seker dengan hukuman ala imajinasi yaitu menjeburkan mereka tengah malam di Danau Toba bertelanjang dada. Tenyata hukuman ini berhasil melepaskan hipnotis wedhus gembelnya Paris Hoton.


Pelan-pelan Queen Mamisabeth mencari tahu siapakah Britnicky Spears dan Paris Hoton ini sebenarnya. Dan ternyata fakta pun terungkap. Mereka adalah Nicky Dipayet dan Paparazi yang menyamar. Karena tidak mau dihukum hanya berdua, Nicky Dipayet dan Paparazi menyeret Camnila Flo Parkir dalam kasus ini. Sungguh malang nasib Camnila Flo Parkir di kerjai dua laki-laki ini. Kerana ini adalah kedua kalinya mereka bertiga mengacaukan kehidupan Mentengham, maka Queen Mamisabeth memberikan hukuman berat untuk mereka bertiga. Paparazi dipasung dan di masukkan ke dalam sel bersama-sama orang gila, Nicky Dipayet di penjara 3,5 tahun (biar sama sama Ariel) dan Camnila Flo Parkir dibuang lagi ke Jambi.


Berdasarkan cerita di atas, dapat disimpulkan, banyak sekali pihak-pihak yang ingin mengacaukan Mentengham, sampai-sampai saat menjelang hari bahagia Prince Willnano pun, masih ada kasus yang harus ditindak tegas oleh Queen Mamisabeth. Dengan kekuatan bulan yang dimiliki Queen Mamisabeth, akhirnya pihak kerajaan kembali fokus mempersiapan acara pernikahan Prince Willnano.


Calon isteri Prince Willnano, Nal Kate Middleton, lahir 5 Januari 1989, pada awalnya adalah gadis pilihan Ibunda dan Nenek Prince Willnano. Keberadaan Nal Kate selama ini tidak dipublish oleh kerajaan Mentengham karena kehidupan cerita cinta Prince Willnano juga tidak pernah diketahui a.k.a misterius. Hal inilah yang mendorong Ilma Dispenser dan Queen Mamisabeth bergerak cepat mencarikan gadis yang tepat untuk Prince Willnano yang saat ini sedang sibuk menimba ilmu. Niat untuk menjodohkan Prince Willnano baru-baru saja terlintas di fikiran Ilma Dispenser dan Queen Mamisabeth. Ilma Dispenser dan Queen Mamisabeth selalu berdiskusi tiap malam, siapakah calon yang cocok bergabung dengan keluarga kerajaan Mentengham nantinya. Sempat ada beberapa nama di-listkan. Namun calon-calonnya konyol semua. Ilma Dispenser dan Queen Mamisabeth menginginkan calon yang mempunyai kepribadian baik dan sopan. Akhirnya jatuhlah pilihan kepada seorang gadis bernama Nal Kate, karena Ilma Dispenser telah mengenal dan mengerti latar belakang dan sepak terjang kehidupan Nal Kate.


Tanpa sepengetahuan Ibundanya, ternyata Prince Willnano sudah jatuh cinta dengan seorang gadis sederhana, pintar, baik, care dan lemah lembut. Gadis tersebut adalah teman sekolahnya dan merupakan CCC (Cinta Cenat Cenut) Prince Willnano. Prince Willnano merasa khawatir karena gadis yang dia sukai berasal dari keluarga biasa-biasa saja dan takut hubungannya ditentang oleh pihak kerajaan. Maka, Prince Willnano memutuskan untuk backstreet. Tiap malam, Prince Willnano mendengarkan lagu Aishiteru‘Walau raga kita terpisah jauh, namun hati kita selalu dekat dan bila kau rindu pejamkan matamu dan rasakan a a a aku. Kekuatan cinta kita takkan pernah rapuh, terhapus ruang dan waktu, percayakan kesetiaan ini, pada ketulusan a a ai aishiteru.’


Suatu malam ketika sedang asik mendengarkan lagu ini, tiba-tiba Ilma Dispenser mendatangi kamar Prince Willnano. Dengan lemah lembut, Ilma Dispenser coba mengajak Prince Willnano berbicara tentang tawaran perjodohan dengan gadis pilihan yang telah dipersiapkannya. Prince Willnano sedih, karena sebenarnya dia telah memilih gadis teman sekolahnya untuk dijadikan pendamping hidupnya kelak. Namun di sisi lain, Prince Willnano tidak kuasa menolak tawaran lembut Ibunda tercintanya.

Sejak saat itu, Prince Willnano suka murung dan mengambil keputusan untuk menjauhi gadis yang dicintainya. Sementara gadis yang dia cintai, juga merasa tertekan karena dirinya pun telah dipersipakan seorang calon lelaki yang baik. Saat itu pula, terdengarlah soundtrack “Takdir’ yang dinyanyikan Desy Ratnasari dan gugurlah daun-daun kering mengiringi langkah mereka berdua.

Akhirnya tibalah hari lamaran yang dinanti-nantikan. Prince Willnano berusaha tersenyum di hadapan para tamu agar tidak mengecewakan ayah, ibu dan neneknya. Ketika calon isterinya memasuki ruangan, alangkah terkejutnya Prince Willnano melihat siapa calon isterinya. Ternyata dia adalah gadis yang selama ini dia cintai yaitu Nal Kate. Spontan acara lamaran jadi hiruk pikuk karena kedua pasangan ini loncat-loncat kegirangan minta dikawinkan. Queen Mamisabeth, Prince Sapiles, Ilma Dispenser serta Mr. Dan Mrs. Middelton tersenyum bahagia melihat mereka berdua. Yang tadinya coba-coba dikasi mangga, namun akhirnya manggis di dapat. Dengan kata lain, Prince Willnano berhasil mendapatkan hati Nal Kate. Prince Willnano menginformasikan kepada keluarga besarnya tentang keseriusannya dan juga dalam rangka permintaan restu dari Ayah Nal Kate. Prince Willnano meminta Nal Kate untuk menikah dengannya dan menyiapkan pernikahan kerajaan yang paling diantisipasi sejak Prince Sapiles dan Ilma Dispenser menikah beberapa puluh tahun yang lalu.

Ketika lamaran, Prince Willnano memberikan kalung Burung Hantu kepunyaan Ibunya kepada Nal Kate sebagai pengikat cinta mereka. “Ini kalung kesayangan ibuku, sudah pasti ini istimewa buatku’. Nal Kate kemudian memamerkan kalung Burung Hantu berwarna kuning emas kucel bertatahkan dua batu hitam yang tergantung manis di lehernya. Kalung Burung Hantu tersebut adalah kalung kesayangan Ilma Dispenser karena itu merupakan pemberian dari Prince Sapiles ketika ulang tahunnya yang ke 2* tahun. Pada waktu itu, sebenarnya ada acara tukar-tukaran kado (sepatu untuk Prince Sapiles dan kalung untuk Ilma Dispenser) karena kebetulan hari ulang tahun Prince Sapiles dan Ilma Dispenser hanya beda 2 hari saja. Ketika tanggal 28 (hari H ulang tahun Ilma Dispenser), Prince Sapiles dan Ilma Dispenser hanya menghabiskan waktu makan malam karena Prince Sapiles lagi tidak ada duit (aiii bayaeh hahaha) dan kebetulan pula keesokan harinya, Ilma Dispenser harus pergi ke Bangka Belitung. Untuk membeli kalung Burung Hantu yang waktu itu terbilang susah di dapat, dilakukan pemesanan online. Tidak seperti sekarang, banyak sekali kalung Burung Hantu plagiat yang beredar di pasaran. Harga kalung Burung Hantu tersebut sampai saat ini dirahasiakan oleh pihak kerajaan Mentengham. Terinspirasi dari cerita ayah ibunya, maka Prince Willnano ingin kalung Burung Hantu itu turun kepada Nal Kate agar mereka dapat dekat selamanya.

Sebenarnya kalung Burung Hantu Ilma Dispenser ini tidak diwariskan kepada Prince Willnano, melainkan kepada sang adik, Prince Hendry yang pada waktu itu sudah ngebet sekali sama pacarnya yang dulu. Namun sejak pertikaian rumah tangga Prince Sapiles dan Ilma Dispenser dengan hadirnya Camnila Flo Parkir, Nicky Dipayet serta Paparazi, membuat lempeng kerajaan bergeser sedikit ke kanan. Prince Sapiles membawa Prince Willnano dan Prince Hendry ke kediaman Ilma Dispenser di White House. Di sana, kedua bersaudara itu diperkenankan memilih benda-benda milik Ilma Dispenser. Prince Hendry memilih kalung-kalung koleksi Ilma Dispenser termasuk kalung Burung Hantu, sementara Prince Willnano lebih memilih ciki, cokelat, bombon, wafer, minuman ringan, dan agar-agar karena kegemaran Ilma Dispenser yang hobi jajan ke supermarket. Lantas, bagaimana kalung yang sudah menjadi milik Prince Hendry bisa berakhir di leher Nal Kate? Prince Hendry tidak mempermasalahkan hal ini karena dia dengan pacarnya terdahulu saat ini tidak bersama lagi. Prince Hendry berfikir, siapapun wanita yang akan duduk di samping raja, pantas memakai kalung itu.

Nal Kate menghabiskan masa kanak-kanak sampai remajanya di Terong Palace, Pringgan sebuah kawasan di pusat Young Iskandar. Nal Kate adalah anak tunggal orangtuanya. Ketika menamatkan pendidikan menengah atas, Nal Kate memutuskan untuk meneruskan pendidikan universitas di UK*. Setelah 4 tahun dan akhirnya menyelesaikan pendidikannya, Nal Kate kemudian bekerja di Wisma Nusantara DP* tetapi telah meninggalkan kantor ini baru-baru saja karena lebih tertarik menjadi seorang auditor. Sementara Prince Willnano masih aktif di Fisip Air Force dan harus mengikuti beberapa pelatihan agar dapat melanjutkan ke level yang lebih tinggi.

Ilma Dispenser adalah calon ibu mertua Nal Kate. Keduanya sudah sangat akrab ketika mereka saling menyapa di YM. Setelah membeli BB, Ilma Dispenser dan Nal Kate akhirnya pindah lapak dan berkirim kabar via BBM. Secara tidak sadar, sebenarnya Ilma Dispenser pernah bertemu dengan Nal Kate. Namun ketika itu momentnya hanya menonton Harry Potter. Waktu itu Ilma Dispenser dan Prince Sapiles datang terlambat ke bioskop. Ketika selesai menonton, Ilma Dispenser baru sadar kalau Princes Pinnae dan teman-temannya menonton juga. Ilma Dispenser kemudian bersalaman dan berkenalan dengan mereka satu-satu. Ternyata salah satunya ada Nal Kate. Nal Kate aware dengan keberadaan Ilma Dispenser, namun Ilma Dispenser yang tidak aware (maklum artes hihihi). Sebuah angin akhirnya membawa Ilma Dispenser dan Nal Kate menjadi dekat, dan YM lah yang menjadi saksi semuanya.

Ketika Nal Kate mendapat libur dari tugasnya, Nal Kate dan Ilma Dispenser akhirnya bertemu kembali. Kali ini Ilma Dispenser telah berjanji akan mengingat Nal Kate sebaik-baiknya. Pertemuan mereka berlangsung di sebuah tempat makan (eskrim) yang waktu itu Princes Pinnae juga hadir bersama 2 orang teman Nal Kate, Tanuja dan Jaya Citra. Disitulah untuk kedua kalinya mereka bertemu, bahkan Ilma Dispenser hadir pada perayaan ulang tahun Nal Kate tahun ini. Sebagai calon mertua, Ilma Dispenser memberikan sejumlah wejangan kepada Nal Kate. Ilma Dispenser yang mendapat gelar White House Rose tampaknya akan menjadi penasihat vital untuk Nal Kate menjelang pernikahan keluarga kerajaan dengan Prince Willnano.

Saat ini, pihak kerajaan telah estafet menyebarkan undangan. Undangan Prince Willnano dan Nal Kate di desain khusus oleh Ilma Dispenser. Banyak tamu terhormat yang akan Queen Mamisabeth undang dan akan hadir di acara pernikahan ini, salah satunya yaitu Mr. Barrack Obama dan Isteri. Queen Mamisabeth sebagai yang punya acara, berencana melaksanakan pernikahan cucunya di Mentengham di antara cuaca hujan sebentar panas, saat musim-musimnya orang sakit pilek, batuk dan demam. Dari urusan katering, dekorasi, bookingan satpam depan yang pernah memerli Ilma Dispenser, sampai kibot mak lampir telah dipersiapkan oleh Queen Mamisabeth. Peristiwa ini diyakini bakal jadi peristiwa kerajaan terbesar, bahkan lebih besar dari upacara pernikahan Prince Sapiles dan Ilma Dispenser karena pada hari pernikahan cucunya ini bakal menjadi hari libur umum di sepanjang alam raya. Queen Mamisabeth sebagai nenek merasa sangat senang untuk Prince Willnano dan Nal Kate. Seandainya (alm) Prince Orlando Bloom masih ada di tengah-tengah keluarga kerajaan, beliau pun akan turut senang. Sejauh ini semua persiapan telah dipersiapkan dengan rapi. Mamisabeth juga telah membuat black list orang-orang yang tidak boleh menghadiri acara pernikahan cucunya nanti. Mereka adalah Camnila Flo Parkir, Nicky Dipayet dan Paparazi. Kapok kelen kan woi? ^_^

Prince of Perli Ah

PRINCE OF PERLI AH (apakah waktu akan berhenti mengalir?)

Mendekati berakhirnya masa jabatan Mamisabeth sebagai queen di Mentengham, maka diadakan Pilkada ala Mentengham yang lebih dikenal dengan nama PilRaBa (Pemilihan Raja Baru). Berdasarkan tradisi kerajaan, maka anak laki-laki lah yang berhak menjadi calon pewaris tahta. Dua calon kandidat Mentengham yang diturunkan adalah Prince Sapiles yang akan bersaing dengan adiknya, Prince Efronward. Sementara karena statusnya sebagai anak perempuan, Princess Pinnae tidak mendapat kesempatan dalam PilRaBa kali ini. Prince Sapiles mendapat nomor urut 1 sedangkan Prince Efron mendapat nomor urut 2. Agak sedikit berbeda, di Mentengham memberlakukan siapa yang mendapat suara terbanyak, maka dia lah yang berhak menjadi raja. Jadi belum tentu putra sulung yang akan menjadi pewaris tahta.

Setelah mendapat keputusan akhir dari quick count, ternyata peroleh suara Prince Sapiles unggul dibandingkan Prince Efronward. Suara yang diperoleh mencapai 70%, maka syah lah Prince Sapiles yang diangkat menjadi raja baru di Mentengham. Namun kemenangan Prince Sapiles membuat Prince Efronward terbakar rasa iri karena gagal memenangkan PilBaRa kali ini. Prince Efronward jadi tidak mau bergaul, tidak mau membantu anggota Mentengham, berubah menjadi Prince yang jahat dan memutuskan pergi dari Mentengham dengan alasan mencari pekerjaan. Mamisabeth cukup pusing melihat ulah Prince Efronward yang berubah 185 derajat. Dengan kasih sayang seorang ibu, Mamisabeth coba memberi penjelasan kepada Prince Efronward agar mau berbesar hati menerima tahta kerajaan yang berpindah tangan ke abangnya Prince Sapiles.

Dihari-hari masa pemerintahannya, Prince Sapiles banyak dibantu oleh isterinya Ilma Dispenser (selain Prince Sapiles juga banyak meminta arahan dari ibunya Mamisabeth). Dengan rasa cinta dan sayangnya, Ilma Dispenser banyak memberikan dorongan kepada Prince Sapiles dalam menjalankan tugasnya. Bagaimana cara memerintah yang benar menggunakan taktik metodologi dan teori yang sesuai, bagaimana cara berhadapan dengan rakyat tanpa ada kesalahan bahasa dan tulisan, bagaimana cara menghibur rakyat dengan mendendangkan lagu dengan suara yang baik, bagaimana mengendarai kendaraan kerajaan tanpa menggunakan supir pribadi kalau Prince Sapiles harus bertugas di luar negara. Walaupun Ilma Dispenser hanya seorang isteri, namun Ilma Dispenser sangat tegas menjaga, memperhatikan dan tidak segan memarahi Prince Sapiles.

Beberapa puluhan tahun tanah Mentengham yang dilatarbelakangi keindahan sunge batang-ari, akhirnya berhasil maju karena Prince Sapiles memerintah dengan penuh keadilan. Semua pemimpin dunia memberi prestasi dan gelar nama baru untuk Prince Sapiles menjadi Raja SHApiRAMAN. Dengan modal keluarga yang bahagia sekarang (karena dahulu sempat tercemar dengan hadirnya Nicky Dipayet dan Camnila Flo Parkir), diberikan isteri yang baik dan dikarunia dua putra yang tumbuh beranjak remaja, Prince Sapiles masih mendambakan satu hal yaitu seorang putra yang mengasihinya dengan tulus, dan bukan demi tahta yang suatu hari kelak akan menjadi miliknya. Impian tersebut akhirnya terjawab ketika suatu hari ada seorang musuh yang mengancam nyawa Prince Sapiles dan Ilma Dispenser dengan teror sinis. Dengan keberaniannya, Prince Hendry sebagai putra bungsu maju memberantas musuh tersebut seorang diri dengan taktik slogannya yang paling terkenal ‘WEI LONTONG’. Prince Sapiles akhirnya terselamatkan dan musuh berhasil ditumpas oleh Prince Hendry. Kerana prestasinya menyelamatkan nyawa ayahanda tercinta, maka para pemimpin dunia juga memberikan gelar nama baru kepada Prince Hendry dengan nama Pangeran DASgoriTAN.

Dihari-harinya, Prince Hendry memang paling dekat dengan ayahnya dibandingkan abangnya Prince Willnano. Di waktu luang, mereka suka menghabiskan waktu bersama, main game, mendengarkan lagu dangdut sambil berjoget-joget, suap-suapan, dan sering juga pergi keluar bersama Ilma Dispenser, sehingga kekompakan ayah, ibu dan anak ini mewujudkan satu genk baru yaitu TRIMASKETIR.

Suatu hari Prince Hendry mendapatkan masalah terberat dalam hidupnya dan berputus asa. Prince Hendry ingin mengakhiri hidupnya. Hal ini cukup membuat heboh kerajaan Mentengham. Sebagai anak bungsu dan cucu bungsu tersayang, Prince Sapiles, Ilma Dispenser dan Mamisabeth berusaha mati-matian mengembalikan kepercayaan diri Prince Hendry. Mulai mengajaknya makan, piknik di taman kota dan foto-foto. Walau sedikit susah mengembalikan keceriaan Prince Hendry sepenuhnya, tapi sebagai ibu, Ilma Dispenser yakin putra bungsunya bisa kuat menjalani cobaan ini.

Seiring dengan berjalannya waktu dan bertambah tuanya usia Prince Sapiles, maka sudah saatnya tahta berpindah tangan kepada putra-putranya. Prince Sapiles ingin menjalani hidupnya seperti dirinya masih muda yaitu main game, nonton, makan, online, berenang, fitness dan bersiaran tengah malam. Sama seperti tradisi Mentengham, maka diadakan PilRaBa yang baru. Kandidatnya kali ini adalah putra-putra Prince Sapiles yaitu Prince Willnano dan Prince Hendry. Perolehan suara terbanyak akhirnya dimenangkan oleh putra tertua, Prince Willnano dengan gelar TUS. Prince Willnano kemudian memerintah bersama pamannya, Prince Efronward adik kandung Prince Sapiles yang akhirnya kembali di kancah Mentengham setelah mendapat gelar nama NIZAM.

Ketika Prince Willnano memerintahkan bala tentaranya untuk menyerang kota suci MANAUMUT, dia tidak menyadari tindakannya tersebut mengancam keselamatan seluruh dunia. Dengan licik dan rasa dendam yang masih membara kepada abangnya, Prince Efronward berusaha mendekati dan mempengaruhi Prince Willnano dengan memutarbalikkan fakta bahwa Prince Hendry a.k.a DASgoriTAN adalah otak dibelakang kejadian yang pernah mengancam nyawa ayah dan ibunya beberapa puluh tahun yang lalu. Mendapat fitnah dan diancam untuk dibunuh, Prince Hendry yang masih dirundung rasa putus asa akhirnya memutuskan kabur dari Mentengham. Prince Hendry merasa sedih karena difitnah sebegitu kejam. Padahal Prince Hendry sangat sayang dan dekat dengan ayah ibunya, Prince Sapiles dan Ilma Dispenser. Diperjalanan kabur, Prince Hendry banyak bertemu dengan perempuan-perempuan cantik. Dengan genitnya, Prince Hendry kemudian meMERLI salah seorang untuk diajak mencari butiran waktu dan menyelamatkan nyawa orang-orang yang disayangi.

Konon menurut legenda PERLI AH, barang siapa yang memiliki sebuah I-phone pasir yang berisi Sands of Time (pasir waktu) akan mampu membalikkan waktu. I-phone pasir ini adalah barang yang sangat mahal karena harganya setelah masuk ke Mentengham bisa mencapai 3x lipat daripada harga asalnya. I-phone pasir ini merupakan pemberian para dewa yang tidak bisa dipergunakan sembarangan. Di tangan orang yang baik, I-phone pasir ini bisa mendatangkan kebaikan, dan sebaliknya, apabila jatuh ke tangan orang yang jahat maka kehancuran yang ditimbulkannya juga tidak terbayangkan.

Satu-satunya orang yang bisa mengeluarkan 'pasir waktu' ini dari dalam I-phone pasir adalah Prince Hendry a.k.a DASgoriTAN yang memiliki Dagger of Time (belati waktu). Prince Hendry bukanlah pria yang jahat, namun dengan tipu daya seorang wazir, Prince Hendry akhirnya melepaskan 'pasir waktu' ini dan mengakibatkan kekacauan di mana-mana. Seluruh kerajaan seketika musnah dan penghuninya berubah menjadi monster yang menakutkan. Kini keselamatan seluruh dunia berada di tangan Prince Hendry. Ia harus berhasil mengembalikan 'pasir waktu' ini ke dalam jam pasir dan menghentikan kehancuran di muka bumi. Untungnya, Prince Hendry tidak sendirian. Prince Hendry ditemani seorang putri hasil PERLI-annya yang bersedia membantunya dalam misi mulia ini.

Prince Hendry akhirnya kembali ke Mentengham dan berjumpa dengan abangnya Prince Willnano. Prince Hendry berhasil membuka kedok dan menyadarkan Prince Willnano bahwa selama ini mereka hanya diadu domba oleh seseorang yang tidak lain adalah paman mereka sendiri yaitu Prince Efronward yang ingin merebut tahta Mamisabeth. Maka, dengan tegas dan tanpa pandang bulu, akhirnya Prince Efronward mendapat hukuman dari Mamisabeth.

Karena prestasinya yang hebat menyelamatkan Mentengham berkali-kali, maka Prince Willnano memberikan tahta kerajaan Mentengham kepada adiknya Prince Hendry. Prince Hendry yang tadinya putus asa kerana mengalami pahitnya ujian hidup, akhirnya berangsur-angsur ceria. Kehidupan Prince Hendry jauh lebih baik kerana telah berhasil meMERLI seorang perempuan cantik. Karena tidak ingin mengalami depresi lagi, maka di waktu senggangnya sambil memerintah kerajaan, Prince Hendry dan prempuan PERLI-annya sering mendengarkan lagu “Jangan Gila Donk” dan “Cinta Satu Malam” dengan joget khasnya. Maka sejak saat itu, Prince Hendry lebih terkenal di mata rakyatnya sebagai PRINCE OF PERLI AH :)

Jumat, 18 Februari 2011

Beauty and 4B


Beauty Flo Red Ulos atau yang terkenal dengan Beauty Flo adalah seorang gadis cantik Batak blasteran Jambi yang selalu mengenakan ulos merah favoritnya. Kemana pun ia pergi, Beauty Flo akan membawa ulos ini. Kisah ini bermula ketika Beauty Flo sedang ngongkrong di Re*ublik Kopi dan bertemu dengan Big Bad Bopeng yang sedang sibuk mengambil foto dengan kamera SLRnya. Big Bad Bopeng men-candid Beauty Flo yang sedang sibuk memilih kopi. Setelah 10 menit memilih, akhirnya Beauty Flo memesan minuman favoritnya yaitu air putih.

Big Bad Bopeng yang tingkahnya agak mentiko akhirnya berkenalan dengan Beauty Flo. Big Bad Bopeng yang saat itu sedang singgah, terlihat membawa 9 kotak berwarna kuning. Beauty Flo bertanya untuk apakah 9 kotak kuning tersebut. Lantas Big Bad Bopeng mengatakan ini adalah jelmaan 9 kurcaci. Mendengar hal tersebut, Beauty Flo ingin sekali apabila di kamar kosnya ada 9 kurcaci yang menemaninya. Big Bad Bopeng mengatakan hal tersebut bisa saja terjadi asal ada syarat yang harus dipenuhi yaitu Beauty Flo harus mau menukarkan ulos merahnya kepada Big Bad Bopeng. Kebetulan waktu itu ulos merah Beauty Flo lupa dicuci, namun Big Bad Bopeng menghiraukannya. Setelah deal, akhirnya Beauty Flo membawa 9 kotak kuning ini ke kos-anya, sementara Big Bad Bopeng membawa pulang ulos merah Beauty Flo.

Benar yang dikatakan Big Bad Bopeng, sesampai di kosan Beauty Flo, 9 kotak kuning ini langsung menjelma menjadi 9 kurcaci yang menyemarakkan kos-an Beauty Flo. Setiap Beauty Flo pergi ke luar, kamar kos-nya akan dirapikan oleh 9 kurcaci ini. Beauty Flo sangat menyayangi mereka. Kebetulan di dekat kaca rias Beauty Flo terdapat sebuah kertas lirik lagu Sai An Ju Ma Au. 9 Kurcaci ini kemudian meminta Beauty Flo mengajari lagu ini dan akhirnya mereka selalu bernyanyi bersama.

Suatu sore, Beauty Flo kedatangan seorang tamu istimewa yang masih teman-teman 9 kurcaci-nya, bernama Bantet. Karena bukan golongan kurcaci, ukuran badan Bantet lebih tinggi sih. Ketika berkunjung ke kos-an Beauty Flo, Bantet bersama 9 kurcaci naik sepeda motor tarik 10. Melewati jalanan yang belum semuanya beraspal, akhirnya tiba lah Bantet ke kos-an Beauty Flo. Disitulah untuk kali pertama Beauty Flo dan Bantet berkenalan, karena selama ini Beauty Flo hanya tahu sosok Bantet dari cerita 9 kurcacinya. Namun sepertinya kemistri diantaranya kurang kuat, sehingga yang biasanya Beauty Flo yang STC, kali ini gagal mengajak Bantet ke dalam sebuah obrolan yang serius. Namun Beauty Flo tidak mempermasalahkan hal ini, yang penting mereka masih bisa berteman dengan baik.

Suatu pagi, Beauty Flo mendapat sms dari temannya bernama Bidadari. Siang ini mereka berdua berencana akan mencari pekerjaan (bukan pembokat red). Namun, karena Bidadari sedang batuk, maka ajang mencari pekerjaan dibatalkan. Beauty Flo segera mengganti baju kaos karena sebelumnya Beauty Flo memakai baju ala cheong sham kuning dan rok hitam selutut.

Karena tidak jadi pergi dengan Bidadari, maka Beauty Flo memutuskan untuk mengunjungi Bou-nya saja. Sebelum ke rumah Bou-nya, Flo singgah membeli cokelat di supermarket untuk oleh-oleh. Beauty Flo menghampiri seorang pelayan yang di baju seragamnya bertuliskan mana Blorong. Dasar pelayan keramahan, Blorong malah mendekati Beauty Flo dan mengatakan mau kemana kah Beauty Flo pergi. Ibaratnya Beauty Flo lagi diperli sama Blorong. Ketika bingung memilih cokelat untuk Bou-nya, Blorong menyarankan Beauty Flo membeli cokelat pilihannya. Beauty Flo yang punya bakat STC akhirnya mengajak Blorong bercerita. Selama bercerita, Beauty Flo melihat ada yang aneh dengan sosok Blorong. Karena rasa ingin tahunya, Beauty Flo bertanya ”kenapa wajahmu penuh jerawat Blo?” Blorong menjawab “pencuci muka akika habis nek”. Kemudian Beauty Flo bertanya lagi “kenapa wajahmu sangat jelek Blo”. Geram dengan pertanyaan-pertanyaan yang membuat hatinya panas, akhirnya berpuncak dengan jawaban Blorong ”akika mau nelan yey hidup-hidup!”. Mendegar itu, Beauty Flo membalas dengan tertawa khasnya ”ko mo ku lempar ke sungai batanghari ha?”. Blorong sakit hati dengan emotion >.<>

Waktu berputar dengan cepatnya. Beauty Flo dengan 9 kurcacinya hidup bahagia. Ternyata di belahan dunia sebelah, Big Bad Bopeng merasa hidupnya sial. Big Bad Bopeng terkena kutukan ulos merah milik Beauty Flo karena ternyata filosofi ulos merah tersebut adalah, siapa yang memakai ulos merah ini harus berkelakuan baik agar hidupnya bahagia. Tidak boleh mentiko, tidak boleh bertingkah menyuruh apalagi terhadap orang yang lebih tua, harus ramah, tidak banyak komplain, dan tidak berat mulut mengucapkan terima kasih apabila sudah ditolong. Namun sejak ulos merah itu berpindah tangan, Big Bad Bopeng tidak menjalankan ritual yang selalu dijalankan Beauty Flo dahulu. Big Bad Bopeng berubah menjadi Reptil yang begitu jelek. Karena tidak mau meratapi nasib, Big Bad Bopeng memutuskan menyambung hidup dengan berjualan apel dan pelan-pelan tobat menjadi pribadi yang baik.

Suatu pagi, Beauty Flo ditinggal pergi oleh 9 kurcaci-nya yang sedang pergi keluar mencari sarapan lontong. Ketika merapikan rumah, Beauty Flo menemukan cokelat sisa yang pernah dibelinya beberapa waktu yang lalu dari Blorong. Karena lontong belum kunjung tiba, akhirnya Beauty Flo memutuskan untuk mengganjal perutnya dengan cokelat tersebut. Beauty Flo begitu bersemangat ketika memakannya, namun tiba-tiba Beauty Flo jatuh pingsan. Tak lama, 9 kurcaci-nya pulang dan menemukannya Beauty Flo sudah tergeletak dan mereka tidak bisa menghidupkan Beauty Flo kembali. Dengan segala daya upaya, 9 kurcaci pergi ke jalan Jamin Ginting untuk memesan peti mati dengan asumsi Beauty Flo sudah mati.

Waktu berlalu namun Beauty Flo belum juga bangun dari tidurnya di peti mati. Kurcaci bersedih. Bantet pun menghibur mereka agar tidak terus larut dalam kesedihan. Tiba-tiba Bantet teringat dengan seorang sahabatnya yang suka mencuri makanannya ketika mereka masih tinggal di asrama sekolah. Teman Bantet tersebut bernama pangeran Bohay. Pangeran Bohay ini pandai bersenandung dengan suara emasnya. Beberapa kompetisi pernah diikutinya dan berhasil membawa gelar juara penyanyi terbaik di jagatnya. Sampai detik ini, hidup Pangeran Bohay masih sendiri. Beliau pernah berkenalan dengan seorang gadis, namun pangeran Bohay tidak bisa menyebutkan huruf ”L” dari nama gadis tersebut. Sampai sekarang mereka masih berteman dan beberapa kali bertegur sapa apabila pangeran Bohay eksis di dunia maya.

Suatu hari pangeran Bohay berjalan melewati kos-an Beauty Flo. Pangeran Bohay melihat peti mati Beauty Flo dan 9 kurcaci dan temannya Bantet sedang berduka. Pangeran Bohay sangat terpesona pada kecantikan Beauty Flo langsung jatuh cinta. Tanpa gerak lambat, pangeran Bohay segera menelepon Ilma Baik Kuya ahli hipnotis untuk menanyai-nanyai Beauty Flo yang sedang tertidur. Namun karena waktu yang diberikan hanya 7 menit, ketika menghipnotis Beauty Flo, Ilma Baik Kuya mendengar bunyi lonceng, pertanda bahwa dia harus segera meninggalkan kos-an Beauty Flo karena harus mengajar dan tidak boleh telat. Ketika buru-buru berlari, sepatu kanan Ilma Baik Kuya terlepas. Namun karena mengejar waktu, Ilma Baik Kuya membiarkan sepatunya tertinggal. Pangeran Bohay, Bantet dan 9 kurcaci kembali bersedih kerana Beauty Flo masih belum bangun. Pangeran Bohay mendekati Beauty Flo dan memandanginya penuh cinta. Pangeran Bohay akhirnya mencium bibir Beauty Flo, sihiiiiiiy ^__^ dan beberapa detik kemudian, ala-ala sinetron gitu, jari tangan Beauty Flo bergerak pelan, dan perlahan-lahan Beauty Flo membuka matanya yang tadinya kabur menjadi terang. Beauty Flo bangun dan melihat 9 kurcaci, Bantet dan Pangeran Bohay ada disampingnya.

Ketika sadar, Beauty Flo yang sebelumnya tidak mengenal siapa Pangeran Bohay, langsung menyapa Pangeran Bohay ”hai dear”. Akhirnya Beauty Flo hidup bahagia dengan Pangeran Bohay dan 9 kurcaci-nya. Sementara itu, dengan menanti meski harus penantian panjang, akhirnya dengan modal jaga selalu hatimu Bantet mempunyai hubungan spesial dengan Bidadari. Nasib Big Bad Bopeng tetap menjadi Reptil sampai masa kutukannya berakhir. Blorong pula, perlahan-lahan mulai menghilang. Sementara Ilma Baik Kuya, masih sibuk mencari Sepatu Yang Tertukar.

-THE END-

Selasa, 01 Februari 2011

Royal Family Mentengham, United Rangersland Kingdom


Royal Family Mentengham, United Rangersland Kingdom

by Ilma Tamsil on Saturday, May 15, 2010 at 12:11am
Di sebuah istana Mentengham, hidup seorang Queen bernama Mamizabeth dan Suaminya Prince Orlando Bloom yang sering dipanggil dengan Prince X. Mamizabeth adalah ratu yang paling tegas, baik, bijaksana, murah hati dan selalu memprioritaskan kemakmuran rakyatnya. Tak heran jika rakyatnya memberi gelar kepadanya sebagai Menteng Rose. Setahun setelah pernikahan mereka, Mamizabeth melahirkan putra pertama mereka, Prince Sapiles. Kemudian Princess Pinaanne, anak kedua mereka lahir dua tahun kemudian. Sementara Pangeran Efrondrew lahir lima tahun dan Pangeran Bungsu lahir sembilan tahun berikutnya.

Di suatu siang, ketika menjalankan aktivitas sebagai Queen, Mamizabeth mendapat sebuah kabar bahwa suaminya Prince Orlando Bloom dan Prince Bungsu telah menghadap sang Khalik karena tenggelam berenang di Sg Manau. Mamizabeth mengutus tim SAR Mentengham untuk mencari jasad keduanya namun tidak berhasil ditemukan. Sejak saat itu, Mamizabeth sangat sedih dan murung. Walaupun Mamizabeth sebenarnya adalah sosok seorang wanita hangat, namun harus terlihat tangguh dan kuat lewat tempaan sang waktu. Maka untuk menghilangkan rasa dukanya yang panjang, Mamizabeth meminta agar anak-anaknya segera menikah.


Maka, Prince Sapiles menikah dengan Ilma Dispenser (seorang putri White House Rose yang mempunyai banyak fans). Mereka dikaruniai 2 orang putra yang lucu-lucu bernama Prince Willnano dan Prince Hendry. Sebagai abang adik, Prince Willnano dan Prince Hendry terlihat sangat kompak walau jarang bertatap muka karena urusan masing-masing. Prince Hendry sangat sayang dengan abangnya. Ketika abangnya tidak dapat hadir di mata kuliah MPK, Prince Hendry membubuhkan tanda tangan Prince Willnano agar mereka berdua dapat lulus bersama. Namun dalam urusan cinta, Prince Willnano sedikit tertutup. Berbeda dengan adikknya, Prince Hendry yang saat ini telah mendapatkan tambatan hati seorang gadis bernama Mitha Davy.


Anak kedua Mamizabeth, Princess Pinanne atau yang lebih akrab dipanggil Princess Pina, jatuh hati dan akhirnya menikah dengan Ki Seker Bodo (seorang tukang Jimat dari Sabang yang berhasil menangkal seorang paparazi resek yang selalu ingin mempublish kehidupan Mentengham). Tapi hingga saat ini, Princess Pinanne dan Ki Seker Bodo belum dikaruniai keturunan. Namun mereka sangat bahagia menikmati masa-masa indah berdua. Tiap detik dihabiskan dengan webcam, sms, dan telepon SLJJ.
Karena gagal merayu dengan gitar andalannya,

Prince Efrondrew sebagai putra ketiga Mamizabeth, memutuskan berteman baik dengan seorang gadis bernama plastik Crez(ek) yang sibuk dalam bisnisnya di dunia fotonya. Namun kisah pertemanan Prince Efrondrew dengan plastik Crez(ek) jarang tercium publik.


Selama masa perkawinannya, Ilma Dispenser merasa kurang bahagia karena harus mengahadapi tekanan dari Ibu Mertuanya Mamizabeth. Karena merasa tidak bebas dengan semua regulasi Mentengham, akhirnya membawa Ilma Dispenser menjadi seorang Princess yang suka makan dan suka browsing internet. Hingga suatu hari Ilma Dispenser iseng-iseng berkenalan dengan Nicky Dipayet via chatting. Ilma Dispenser dan Nicky Dipayet janjian berlibur di sebuah kapal pesiar dengan busana adat baju melayu agar mereka tidak dikenali oleh paparazi.
Semakin hari hubungan Ilma Dispenser semakin dekat dengan Nicky Dipayet. Dan kali ini tercium oleh media. Segala penyamaran dengan busana adat melayu mereka tidak berhasil. Seorang paparazi resek yang dulunya pernah berhasil ditangkal oleh Ki Seker Bodo akhirnya muncul kembali. Ilma Dispenser dan Nicky Dipayet segera memasuki mobil dan berkejar-kejaran dengan paparazi ini hingga masuk ke sebuah terowongan Casablanca. Sangkin semangatnya mengambil gambar-gambar eksklusif Ilma Dispenser dan Nicky Dipayet, si paparazi resek ini tidak melihat sebuah tembok besar yang akhirnya membunuhnya di TKP. Ilma Dispenser dan Nicky Dipayet berhasil lolos. Maka sejak saat itu, setiap pemilik kendaraan yang memasuki terowongan Casablanca diwajibkan membunyikan klakson sebanyak 5 kali agar arwah paparazi dapat tenang.

Karena merasa sakit hati dengan Ilma Dispenser, Prince Sapiles akhirnya membuka audisi SMC (Sapiles Mencari Cewek) dan akhirnya dimenangkan oleh seorang gadis bernama Camnila Flo Parkir (gadis Batax Jambi) yang merupakan cinta lama Prince Sapiles ketika duduk di bangku sekolah. Mereka suka menghabiskan masa dengan bercanda, ejek-ejekan bahkan pukul-pukulan.

Beberapa tahun kemudian, ketegangan mertua dan menantu antara Mamizabeth dan Ilma Dispenser akhirnya berakhir juga. Keduanya berbaikan dan selalu kompak bermain YM di kamar masing-masing untuk sekedar bercerita. Hal ini dilakukan Mamizabeth untuk menjaga imejnya sebagai seorang Queen yang baik hati. Untuk menjaga keutuhan Mentengham, akhirnya, Mamizabeth turun tangan merajut dan memperbaiki hubungan perkawinan anak sulungnya dengan menantunya mengingat nasib kedua cucunya Prince Willnano dan Prince Hendry yang masih butuh kasih sayang Ayah Ibunya. Setelah melalui proses berembug kekeluargaan, akhirnya Mamizabeth menyuruh Ilma Dispenser membuang Nicky Dipayet dan Prince Sapiles menendang Camnila Flo Parkir.
Kerana merasa tidak dibutuhkan lagi, dengan linangan airmata, Camnila Flo Parkir akhirnya memesan tiket pulang England-Jambi. Ternyata di sudut sana, Nicky Dipayet juga memesan tiket England-Jambi juga. Dengan gerak slow motion dan iringan lagu Tanjung Katung dan Lancang Kuning mereka akhirnya dipertemukan di ruang tunggu. Dengan bakat Sarjana Tukang Ceritanya, Camnila Flo Parkir akhirnya memberanikan diri mendekati Nicky Dipayet yang sedang duduk membaca buku travelling ke Bintan. Ketika sama-sama menyadari berasal dari kampung halaman yang sama, akhirnya mereka berjanji untuk membuat pertemuan berikutnya di Sg Batanghari. Karena merasa cocok dan mempunyai kesamaan, akhirnya Camnila Flo Parkir dan Nicky Dipayet memutuskan untuk membuka usaha Tempoyak di Jambi. Kalau usaha ini berhasil, Tempoyak ini akan di eksport untuk keluarga Mentengham sebagai rasa menembus kesalahan mereka berdua di masa lalu. Sementara nasib paparazi, tetap menjadi arwah penasaran yang masih ingin 'masuk' ke dalam keluarga Mentengham. Karena tidak pernah berhasil (selalu ada jimat Ki Seker Bodo), maka paparazi memutuskan untuk menjadi tukang nasi goreng di Rumah Pondok Indah demi menambah uang jajan.

Rabu, 26 Januari 2011

Vivant et res publica..!! Et qui illam regit..!!

Naek kereta api tut tut tut. Itulah judul yang pas buat blog gw kali ini. Alhamdulillah kali ni gw nulisnya di alam sadar dan cukup waras. Tulisan ini adalah sebuah tulisan seorang cewek narsis yang pengen banget bisa jadi presiden yang punya mimpi dan keinginan supaya negaranya bisa lebih baik. Disamping itu, ada juga kritikan buat pemerintah. Wow, serasa flashback waktu nulis tesis S2 gw hihihi.


Bersama Apri, si Kumar, gw pergi meninggalkan Medan beberapa jam buat menjelajah ke Binjai naik KA baru. Tujuannya simple, gw mau liat gimana kondisi stasiun Medan, KA baru Seri Lewangsa dan keadaan sekitar daerah pinggir rel. Udah jadi cita-cita gw buat peduli sama negara karena menurut gw, pemerintah masih gagal buat majuin bangsa ini.


Jam 9.15 gw tiba di stasiun, liat jadwal keberangkatan ke Binjai jam 9.50 di sebuah papan kaca. Gw segera ke loket buat beli tiket yang pelayanannya masih manual. Beda lah sama di luar negeri yang udah gunain mesin dan ga ada istilahnya emak-emak menyemak sibuk nanyain jadwal keberangkatan karena semua informasi udah tertera jelas. Setelah tiket seharga Rp 3000 dibeli, gw sempat celingak celinguk karena minimnya petunjuk informasi. Akhirnya gw bertanya dengan seorang pejaga KA dimana platform yang bakal gw naikin untuk ke Binjai. Ternyata di platform 2. Setelah menunggu di platform 2 tapi tiba-tiba diinformasikan bahwa KA ke Binjai berubah ke platform 1. Gw segera turun ke bawah buat ngejar ke platform 1.


Di atas KA dan 5 menit sebelum berangkat, gw sempat liat keadaan KA Seri Lewangsa ini. Non AC sih, tapi lumayan bersih. Ga ada bau pesing dan bebas pedagang kaki lima. Ga kayak KA yang beberapa tahun yang lalu gw naikin ke Tanjung Balai (ampun, itu perjalanan serasa mimpi buruk selama hidup gw). Sistem tempat duduk di KA ini terdiri dua bangku dan keadaannya masih baik. Gantungan untuk penumpang berdiri juga masih berfungsi baik. Tapi beberapa kaca jendela ada yang retak, ga tau sebabnya apa. Terlintas di fikiran gw sama perdebatan tentang apakah masyarakat kita siap dikasi fasilitas yang lebih baik? Beberapa pandangan yang gw dapat masih nilai pesimis karena menurut mereka, masyarakat kita kalau dikasi fasilitas baik, kalau ga dicuri pasti dirusak. Tapi menurut gw, udah saatnya mental masyarakat di 'press' dengan aturan yang ketat. Misalnya dilarang bawa barang-barang yang bisa bikin KA kotor atau bau. Penumpang yang mencuri atau merusak fasilitas, dikasi sanksi yang berat. Kalau terus pesimis buat nurutin statement umum 'masyarakat kita belum siap untuk itu' mau sampai kapan donk?? Udah saatnya kita berubah. Ubah mental bangsa. Kenapa kita bisa tertib dan mau ngantri di luar negeri, tapi begitu kembali di negara sendiri, kita balik ke kebiasaan serba mau duluan?


Menurut gw usaha pemerintah untuk ngatasin masalah macet masih belum maksimal. Hari gene masih ngandelin jalan darat? Gw setuju kalau transportasi umum diubah ke KA (KA bukan hanya jadi kendaraan antar kota aja). Gw ngerti sih, ga mudah buat ngebangun KA bawah tanah di negara ini. Tapi ga ada salahnya, dengan KA yang sudah lumayan ok itu, kenapa ga dimaksimalkan sungguh-sungguh? Terus terang, gw ngeritik kendaraan andalan orang Jakarta, Trans Jakarta. Berapa banyak TJ ngambil ruas jalan? Yang ada, Jakarta makin macet luar biasa. Kesalahannya sih simple. TJ masih ngandalin darat. Yang kedua, intensitas datangnya armada masih super duper lama. Seharusnya, tiap 5 menit sekali armada datang, mau ada penumpang apa enggak yang penting terus tetap jalan. Jadi penumpang ga sampai menumpuk, apalagi harus menunggu datangnya armada sampe 30 menit-1jam. Bikin bosan kan? Jadi ga usah heran deh kalau kebanyakan masyarakat kita lebih suka naik kendaraan pribadi dan masih belum mau beralih ke kendaraan umum karena solusi pemerintah juga tanggung-tanggung gitu sih. Terus yang ketiga, keamanan dan kenyamanan kendaraan umum juga harus diperhatikan. Gw di sini bukan ngasi teori belaka, tapi gw udah ngerasain gimana aman dan nyamannya naik kendaraan umum di luar negeri, dan waktu gw juga ga habis buat menunggu.


Back to the point KA yang udah saatnya jadi transportasi umum buat ngehindari macetnya jalanan. Untuk merealisasikannya jangan tanggung-tanggung. Gw liat usaha pemerintah buat ngebenahi keadaan KA di negara ini, udah lumayan. Nah kenapa ga diteruskan? Menurut gw, perlu dibangun perhentian tiap rel yang akan dilewati. Ga perlu bangunan besar yang penting bisa jadi perhentian, toh KA kan jalannya bebas hambatan. Tujuannya supaya memudahkan kita untuk naik di perhentian terdekat, jadi kita ga perlu harus naik dari stasiun pusat. Itu baru solusi yang tepat menurut gw. Gw yakin kalau sistem operasinya benar, ketepatan waktu, fasilitas yang memadai (walau non AC sekalipun), keamanan dan kenyamanan diperhatikan, masyarakat akan sadar dan segera beralih ke kendaraan umum. Di sisi lain, bisa bikin turis mau datang kemari kan?


Observasi gw selain tentang keadaan KA adalah memperhatikan keadaan rumah-rumah dipinggiran rel. Masih banyak masyarakat kita yang hidupnya menengah ke bawah. Miris banget ngeliatnya. Katanya jumlah kemiskinan berkurang. Aaah tipu-tipu aja. Pengen banget rasanya gw seret pemerintah naik kendaraan umum terus ngebuka mata mereka lebar-lebar tentang keadaan masyarakat kita. Menurut gw, pemerintah ga peduli dan ga tau. Yang mereka mau cuma memperkaya diri sendiri. Urusan rakyat, mampus situ deh. Kondisi negara ini ibarat sebuah kehidupan dunia yang penuh dengan senda gurau belaka. Segenggam kekuasaan lebih berharga dari sekeranjang kebenaran karena penguasa bisa merubah sejarah dan memutarbalikkan fakta. Pemerintah ga pernah tau karena mereka selalu diservis naik mobil mewah. Kalau mereka lewat, dikasi prioritas buat jalan. Sirine bising ngiung-ngiung cuma nunjukkin betapa arogannya pemimpin kita. Jadi mana pernah pemerintah ngerasain susah, macet, panas dan desak-desakan?


Udah saatnya kita cabut infus krisis mental stadium 4 ini. Selama ini, kita sudah begitu terlena di zona ‘comfort’ yang cuma bisa nerimo keadaan dan buat kita ga punya inovasi buat berubah. Make Indonesia to be a better country. If we try, we shall see..!! ^______^

Selasa, 25 Januari 2011

Plonco Me If You Can, Mom

18 Januari 2011 : hari ini Ibu Suri nge-booking gw buat ikutan estafet. Ibaratnya tongkat yang dibawa lari lari, itu lah gw pada waktu itu. Garis start gw mulai dari White House menuju kampus buat jemput Ibu Suri. Begitu Ibu Suri udah duduk disebelah gw, itu artinya gw harus siap menerima titahnya.


Destinasi pertama, ke Old Fish Market (Pajak Ikan Lama red) buat nyari busa. Kemarin itu Ibu Suri udah sempat beli busa ini, tapi ternyata masih kurang. Tiap malam sambil nonton tv, Ibu Suri merangkai busa-busa ini. Beberapa gw liat hasilnya kayak pukulan tinju. Kalau ga percaya, coba aja datang ke White House, liat di ruang tv dimana busa-busa ini berdendang ria.


Yang namanya Old Fish Market itu kan terkenal macet plus susah parkir. Jadi mau ga mau, daripada kehilangan tempat buat parkir and harus tawaf, begitu ada tempat kosong gw isi deh. Nah cuma ga enaknya, gw harus jalan kaki. Selesai nutup kaca spion, gw and Ibu Suri turun ke TKP tempat busa.


Siang itu jam 1, matahari lagi terik-teriknya and jalanan lagi padat merayap. Gw ama Ibu Suri kewalahan mau nyebrang jalan doank. Yah begitu lah orang Medan. Mulai dari becak mesin, sudek, kereta sampai mobil semuanya mau serba duluan. Sampai di tempat busa, ternyata si busa ga ada. Dia lagi pergi ke rumah temannya alias barangnya belum masuk. Astagaaaaaaa ga imbang deh ama perjuangan gw ama Ibu Suri buat sampai ke TKP. Karena jadwalnya estafet, akhirnya gw ama Ibu Suri balik. Jalan kaki lagi melewati rangkaian peristiwa yang gw alamin pas pergi. Panas, asap polusi kendaraan, sampe asap sate ajo-ajo, aiiiihh sialan!! Gw baru keramas kemarin sore huhuhu. Rasanya pengen aja gw pake shower cap supaya itu debu-debu ga ngotorin kepala gw >.<


Cabut dari Old Fish Market, Ibu Suri suruh ngasi tongkat estafetnya ke arah Thamrin. Tapi astagaaaaaaaaaa macetnya siang itu. Akhirnya gw belok ke jalan Bandung and segera menyelamatkan dari huru hara macet. Sempat ngelewatin Es Krim Ria aduuuuhh jadi kepengen, cuma sadar lagi ikut turnamen estafet Ibu Suri. Destinasi kedua, ke tukang jahit. Yihaaaaa tempat nongkrong favourite Ibu Suri nih. Tiap hari aja ada jadwal kongkownya ke sini. Setelah selesai kongkow, destinasi ketiga, belanja bulanan. Gw paling senang yang namanya masuk supermarket. Senang aja rasanya masuk tiap blok buat ngeliat-ngeliat barang. Berhubung gw pembokat di White House, jadi gw tau apa-apa aja keperluan White House yang ga ada. Ibu Suri tinggal ongkang-ongkang, kasi duit, gw yang urus semua.


Estafet masih berjalan. Sebelum melanjutkan buat lari lagi, gw makan eskrim dulu buat ngademin suasana. Destinasi keempat, ke tempat jual ikan akuarium. Ibu Suri pengen akuariumnya rame. Hedeh ampun deh, rajin banget beli ikan tapi ngasi makannya suka lupa. Alhasil ikannya suka tewas ngambang-ngambang. Gw heran sama Ibu Suri and abang sulung gw, suka banget sih melihara ikan? Bersihin akuarium bukannnya enak, belum lagi ganti air, bersihin saringan, oksigen sama beli pelet yang sesuai ama ukuran mulut ikan-ikannya. Abang sulung gw parah lagi kecintaannya sama ikan. Pulang dari kampus, rela-relain singgah beli ikan dulu. Pulang-pulang dia nenteng plastik bening yang isinya ikan. Persis kayak anak TK beli ikan. Terus tiap bangun tidur, rela jongkok di depan akuarium melongo ngeliatin ikannya berenang. Ikan di rumah gw termasuk jenis rakus parah. Tiap ngelewatin akuarium, pasti ikan-ikannya monyongin mulutnya ke atas minta makan. Eh kepanjangan gw nulis yaa ampe lupa apa estafet keempat hahaha. Akhirnya Ibu Suri beli 4 bijik (ekor red) ikan sama pelet kecil yang warna hijau. Karena masih ada estafet lagi, jadi mau ga mau keempat ikan yang lucu-lucu itu gw singgahin dulu ke White House buat dicemplungi ke akuarium. Daripada mereka ikutan estafet Ibu Suri gw, mau la mereka mati tegoyang-goyang di Bumblebee gw.


Next estafet ke tukang obras. Yihaaaaa ini juga salah satu tempat gaulnya Ibu Suri. Setiap nganter Ibu Suri ke tempat ini, gw ogah turun. Gw lebih suka di mobil sambil dengerin musik. Gw liat Ibu Suri gaul abis sama tukang obrasnya ckckck. Ampe-ampe pernah si tukang obras udah mau tutup kedai, Ibu Suri berlari-lari ria minta bajunya di obras, eh dikabulin ama si tukang obrasnya. Mungkin karena udah sering gaul itu kali yaaaa.


Next estafet ke tempat jualan bak mandi. Gara-gara insiden bak mandi di rumah geger otak alias retak, akhirnya Ibu Suri memutuskan beli bak mandi yang baru. Pas insiden geger otak itu ada hal yang bikin gw ketawa sama statement Ibu Suri. ’Pay, kok ilang air di bak ini? padahal td bak-nya penuh’. Perhatikan bahasa Ibu Suri. ’ilang’ bukan ’habis’. Setelah gw analisis, ternyata bak-nya geger otak, pantesan airnya ilang. Pergi lah gw sama Ibu Suri ke arah Gatot Subroto beli bak itu. Parkir di satu tempat, turun, dan berjalan kaki panas-panas lagi, masuk satu ke satu toko, milih-milih ukuran, warna yang harus sesuai (itu lah Ibu Suri, semuanya harus matching) akhirnya sampai lah ke satu toko yang ada anak kecilnya. Waktu gw sama Ibu Suri lagi milih-milih barang, anak kecil ini deketin gw and mainin jari gw. Gw senyum. Mukanya lucu banget. Gw termasuk orang yang jarang suka anak kecil. Kalau ga lucu, biasanya gw kacangin walaupun dia udah melendot-lendot sama gw hahaha. Tapi yang ini, gw lawanin. Dia ketawa lepas hihihi lucunyaaaa J Pas transaksi bak mandi selesai, gw ama Ibu Suri cao. Si anak kecil ini nangis, teriak-teriak lari ke arah gw terus meluk. Aiiiii serasa punya fans sejati anak-anak deh gw. Terus gw dadain dia waktu dia di gendong emaknya.


Next estafet, garis finish, White House. Akhirnya selesai plocoan Ibu Suri kali ini. Pulang-pulang gw langsung keramas karena rambut udah kena panas, asap kendaraan sama si asap sate ajo-ajo tadi. Pas mau makan malam, tiba-tiba gw ngerasa mau flu. Cepat-cepat gw minum vitamin C tapi sayang gw sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi Tuhan berkata lain, gw demam demam malam itu and harus bed rest >.<

Selasa, 11 Januari 2011

Ilma The Explorer 2

6 Januari 2011

Niatnya mw ke kampus, tapi ternyata efek hujan tadi malam buat beberapa daerah di Medan banjir. Ngebacain status-status teman, akhirnya gw malas ngajak si Bumblebee berhadapan sama banjir. Gw telepon Apri ngabarin kalau gw ga jadi ke kampus karena siang ini gw janji sama dia buat nyari tiket murah ke Sydney. After Zuhur gw dijemput Apri dan segera meluncur ke tempat tiket. Sambil jalan, kami ngelewatin beberapa ruas daerah yang terkena banjir especially rumah-rumah di pinggir sungai. Kasian deh, banyak rumah-rumah yang tenggelam karena airnya tinggi sampai ke atap and lubang angin. Gw sempat ngeliat dekat, arus airnya relatif kuat and banyak menyapu beberapa benda. Beberapa tim evakuasi banyak diturunkan and gw lihat TV One sama Metro TV ngeliput berita ini.

Ga lama, gw cao dari ke TKP and segera meluncur ke tempat tiket karena sudah janji sama seseorang *kita sebut saja namanya Andy bukan nama sebenarnya* jam 2. Gw sama Apri belum tau orangnya, cuma tau via telepon aja. Kerana gw ama Apri ga suka ama yang namanya terlambat, makanya kami meyudahi melihat banjir. Jam 1.50 kami sampai ke tempat tiket. Tapi bang Andy malah keluar sebentar. Sambil nunggu, gw ama Apri cerita-cerita, ngajarin Apri main twitter and ketawa-ketawa. Sumpah, hampir BT gw disitu. Akhirnya jam 2.50, muncul sesosok cowok guanteng, wangi, rapi yang bikin gw hang beberapa detik. Gw speechless ngeliat dia. Rambut gw serasa dikibas-kibas efek angin. Ternyata dia bang Andy, orang yang gw ama Apri tunggu-tunggu.

Gw liat Apri tenang banget ngadepin dia walau gw tau Apri juga tersihir sama kegantengan bang Andy. Asli, otak gw seakan disconnected, mw di connect ga loding-loding hihihi :) Setelah akhirnya connected, akhirnya gw mulai loading and berkicau. Gilaaaa abang ini ganteng banget ^^ Apri yang rada blak-blakan nanya sama dia, tapi dibalas lembut and sabar sama bang Andy. Tapi sayang, lama-lama sabarnya bikin gw geregetan. Dia leleeeeeeettttt..!! Ganteng, wangi, rapi, lembut and sabar, kalau udah ga ontime, lelet, NOL buat gw. Maaf ya bang :(

Daripada berlama-lama dengan keleletan bang Andy, and Apri juga mau pergi ke rumah kliennya, akhirnya Apri and bang Andy sepakat buat pertemuan selanjutnya. Gw yang udah gregetan, plus laper berat akhirnya buru-buru colek Apri buat ngajak cao. Sebelum pergi ke rumah klien Apri, gw ajak Apri singgah ke KFC Polonia. Di depan figura Batak di depan airport, gw sempat ketawa-ketawa gilak karena ngeliat sesosok Tata Dado. Sumpah ini adegan paling lucu, gw nyuruh Apri muter figura itu dua kali buat ngeliat Tata Dado lebih dekat hahaha.

Sampai di KFC, gw makan and segera solat Ashar di mesjid TNI AU. Di kamar mandinya gw sempat motret sebuah tulisan lucu ’tempat ---cing’. Gw ketawa-ketawa ngeliatnya. Apa ga ada kata-kata yang lebih halus and formal buat ditulis di atas pintu ini? Kenapa ga ditulis ’toilet’ sih? Kan jauh lebih sopan. Heran gw ckckck.

Abis solat, kami pindah lapak ke Mie Soup Blitar Polonia buat makan lagi. Selesai makan, gw sempat motret plat mobil lucu ’B 4 BI’
karena waktu makan, gw sempat ngebahas topik ngok ngok (babi red) dan segera meluncur ke rumah klien Apri di simpang selayang.

Dekat magrib kami sampai, dan Apri segera memulai meeting bisnisnya dengan Pak Petrus. Gw duduk manis dengerin mereka sambil makan kue tahun baru hihihi. Karena Pak Pertus non-muslim, akhirnya begitu jam Magrib kami permisi pulang and mencari mesjid sekitar. Waktu nyari mesjid, gw ama Apri sempat scary job..!! Apri sempat bilang ke gw ’Ma, kalo ada orang, kau liat kakinya ya’. Gw ketawa aja. Kerana ga ketemu Mesjid, Apri putus asa dan bertanya kepada seorang Ibu yang gw liat kayaknya bukan muslim. Dan bener, Ibu itu ga tau. Hedeh, akhirnya pas di jalan, kami ketemu seorang Ibu bersongkok yang ngasi tau dimana arah Mesjid. Akhirnya gw sama Apri solat di sebuah Mesjid kecil di tepi sawah and ada beberapa anak laki-laki sedang bermain bola. Woooooooow suasana di kota santri.

Seru adventure hari ini. Otw pulang ke rumah, masih sempat observasi rumah-rumah yang dipinggir sungai. Alhamdulillah, lampu sudah hidup and airpun sudah mulai surut.

Minggu, 02 Januari 2011

Ilma The Explorer ^^

24 Desember 2010 : Long weekend Natal tahun ini gw abisin waktu muter-muter Medan yang selama ini jarang gw jamah. Bersama Apri dan Kuma, kami coba masuk jalan-jalan pintas. Karena dikalahkan sama hujan lebat, hari itu kami putuskan dua destinasi aja yang kami jelajahi. Sebelum pulang, gw sempat solat Magrib di Mesjid Putri Hijau dan ngelewatin Hotel JW Marriot, sebuah hotel yang ayah gw janjiin buat gw nikah sama 'Tukul'. Gw cerita ke Apri soal ini. Ga pernah berhenti ketawa, gw geli sendiri sama kekonyolan dan cerita lebay gw tentang ’si Tukul’ hahaha.

26 Desember 2010 : Jam 9 pagi Apri telepon gw buat ngajak gw ngelanjutin petualangan kami. Alhamdulillah keberuntungan ada sama kami waktu itu. Cuaca bagus, dan Apri ada mobil. Tanpa buang waktu, segera diturunkan pasukan buat menjelajah Pantai Cermin-Belawan siang itu. Jam 1, destinasi pertama ke pantai Cermin. Naik tol yang udah lama banget ga pernah lewat situ, gw persis kayak turis beneran.

Sampe di pantai Cermin, ga syah kalo ga basahin kaki. Sambil foto-foto, makan jagung, minum kelapa tuir (naas dapat kelapa tuir bah), sekalian kami survey buat tempat next reuni. Ternyata banyak warga nong ge di pantai itu. Sambil ditiup angin, gw dengerin nyanyian-nyanyian (waktu itu kebetulan ada acara), bikin liburan ini makin berasa. Dekat jam 4, gw cabut dari pantai Cermin dan gerak ke Belawan via Tol. Sebelum ke Belawan, sempat mampir ke RS buat numpang pipis gara-gara efek kelapa tuir tadi dan solat Asar. Sampai Belawan, langsung ke Ocean Pasifik nunggu Sunset. Walau salah konsep, ternyata letak mataharinya ga tenggelam di laut, malah tenggelam di atap rumah orang (weleh ngapain jauh-jauh ngeliat sunset sampai ke Belawan, gw bisa liat dari atap rumah gw hahaha), akhirnya kami berputar arah sambil buat cari angle foto yang bagus. Sambil ngutak-ngatik kamera, cari angle yang bagus, maen-maen air (sempat keciprat air dan rok gw basah waktu sebuah Titanic lewat di depan gw), gw cari foto yang bagus. Gw suka motoin air sama awan dan langit. Begitu mulai gelap, gw cari angle yang bagus buat foto seluet waktu Sunset.

Sambil review hasil-hasil foto, ternyata di depan kami ada beberapa pasangan pacaran dengan posisi yang aneh banget (aih plis deh, pacaran kok gitu banget sih?). Tiba-tiba muncul ide iseng gw buat mengabadikan kelakuan mereka. Pura-pura review foto, cek kamera, cari angle yang bagus, matikan flash, zoom maximal, akhirnya gw foto mereka. Alhasil yang tadinya gw sempat jadi fotomodel dan kameramen sendiri, akhirnya gw merangkap sebagai kameramen cabul hahaha. Itu hasil foto cabulnya hahaha.

Selesai foto-foto, singgah sebentar ke mesjid solat berjamah di Mesjid. Abis solat, makan bebek panggang di jalan Sumatera. Ini salah satu tiga bebek ter-enak yang pernah gw makan seumur hidup gw. Bebek ijo buatan ibusuri, bebek goreng di Surabaya waktu makan sama Kak Maya sebelum ke Bromo dan bebek Iyek ini. Makyus abis!! Ini benar-benar jalan-jalan dan wisata kuliner yang paling menyenangkan walau bisa di bilang masih relatif dekat dari rumah gw. Sebelum pulang, mampir bentar beli parfum dan ngeliat kegiatan pasar malam yang baru mau dimulai. Great long weekend ^^

Selasa, 23 November 2010

Han Potter and The Grand M Hallows part 1


Cerita ini diawali dengan kembalinya kekuatan kuat Grandemort yang berencana untuk menganggu ketenangan Han Potter setelah hampir setahun kisah ini telah lenyap. Walau sudah di karantina jauh, tujuan Grandemort hanya satu yaitu tetap berusaha agar Han Potter menjauhi seorang murid kesayangannya.

Tahun ini Han Potter berencana bersiap-siap melakukan perjuangannya dan mendalami semua buku tentang warisan Jermandore. Pelan-pelan terungkaplah semua jawaban yang diinginkannya selama ini. Namun karena tiba-tiba kekuatan Grandemort mendadak muncul walau tidak terlalu ekstrem, Han Potter sempat bermain-main dengan fikirannya menelaah maksud Grandemort melalui murid kesayangannya. Untuk itu, Han Potter mengosongkan white house untuk menghindarkan diri dari Grandemort si pelahap maut. Beberapa keluarga white house pergi touring untuk beberapa saat dan tinggalah Han Potter mengungkap misteri ini.

Bersama-sama dengan tim Curhat of Phoenix, Han Potter coba menghubungi beberapa sahabat yang kebetulan tidak berada di kota yang sama melalui inbox dan BBM untuk sharing. Dalam curhatannya, Han Potter mengalami beberapa hambatan karena tidak mudah menghadapi Grandemort seorang diri. Tetapi karena target utama Grandemort adalah Han Potter seorang, maka mau tidak mau, Han Potter harus menghadapinya sendiri sekuat tenaga tanpa bantuan sahabat-sahabatnya.

Hampir satu tahun, Han Potter pelan-pelan coba menganalisis berdasarkan penglihatan, pengalaman dan perasaannya selama ini. Analisis kritisnya telah bereaksi dengan ’sihir’ Grandemort yang hampir menghancurkannya. Han Potter kemudian memperoleh penglihatan serta pendengaran ketika mengetahui Grandemort begitu marah terhadapnya kerana menganggap Han Potter dan murid kesayangannya pernah melanggar aturan Grandemort.

Suatu malam dengan kondisi badan yang lumayan letih baru pulang beraktivitas, Han Potter pernah merasakan ada sebuah hembusan aneh di telinganya yang diyakini itu adalah hembusan Grandemort agar Han Potter tidak berlama-lama berbincang dengan murid kesayangannya. Namun dengan acuhnya, Han Potter membiarkan hembusan tersebut. Beberapa menit kemudian, Han Potter merasakan kembali hembusan kedua Grandemort sebagai peringatan. Kerana tidak ingin terjadi perang malam itu, akhirnya Han Potter memberhentikan perbincangan ketika disadarkan dengan deringan suara telepon.

Untuk mengungkap maksud Grandemort yang telah lama lenyap namun tiba-tiba muncul kembali, Han Potter yang saat ini sedang berjuang mendapatkan warisan Jermandore, akhirnya membuat konsentrasi Han Potter terpecah. Han Potter mengurangi waktu tidurnya di malam hari. Primadona, salah seorang sahabat Han Potter yang seakan tidak percaya dengan cerita ini hanya dapat mendukung dan mengingatkan Han Potter agar tetap berdoa, berusaha dan menjaga kesehatannya agar dapat merebut pedang utama Jordon Jiban Gryffindor yang diyakini dapat menjauhkan Grandemort. Walau merasa sangat pesimis, namun dukungan-dukungan dari Primadona dijadikan penguat bagi Han Potter untuk dapat menyelesaikan masalah ini sampai tuntas.

Han Potter mengetahui bahwa Grandemort tidak akan melepaskan murid kesayangannya begitu saja dan masih akan terus beraksi dari karantinanya yang jauh disana, untuk tetap mengambil alih murid kesayangannya. Hal ini masih sangat dirasakan kuat oleh Han Potter melalui tingkah dan sikap aneh yang sering diperlihatkan murid kesayangan Grandemort. Han Potter pelan-pelan sadar inisial R.A.B aka RuAr Biasa yang didapatkannya hampir setahun yang lalu adalah seorang sosok yang masih mempunyai kaitan dan sangat dekat dengan murid kesayangannya. Namun masih terkesan mengambang dan di luar kesanggupan jangkauan, Han Potter masih bertanya-tanya kenapa Grandemort yang terkenal sebagai sosok yang kuat beragama ’melakukan’ hal ini?

Dalam prosesnya mengubur dan menutup rapat masalah ini, Han Potter memilih untuk berubah menjadi pribadi yang lebih diam. Han Potter banyak menghindar, menjauhkan diri, berpindah dari satu kumpulan ke kumpulan yang lain, dan merasa tidak perlu berlama-lama dengan murid kesayangan Grandemort. Akan tetapi di dalam lubuk hatinya yang paling dalam sebenarnya Han Potter tidak ingin melakukan hal ini. Tindakan dan hatinya sangat bertolak belakang. Han Potter merasa dilema berkepanjangan jika membiarkan murid kesayangan Grandemort harus sendiri terutama jika sedang menghadapi masalah. Apalagi Han Potter sudah terikat ’This I promise You, sebuah janjinya kepada seorang Queen yang amat dihormatinya yang menginginkan agar Han Potter tetap baik, menjaga, dan mau membantu murid kesayangan Grandemort.

Setelah hampir setahun masalah ini diselesaikan secara ’paksa’, kemarin Han Potter akhirnya mendengar sendiri bahwa di dalam ’room of the secret’ itulah sebenarnya aura kuat Grandemort bernaung. Di awal-awal tahun menguak misteri ini, Han Potter sempat berselisih paham dengan teman lamanya dan memutuskan untuk meninggalkan mereka karena merasa kehidupan pribadi Han Potter telah banyak dicampuri. Han Potter akhirnya bermain tunggal mencari tahu apakah setelah dengan adanya tanda-tanda dari warisan Jermandore, Han Potter dapat memperoleh pedang Jordon Jiban Gryffindor?

Setelah kejadian ’hitam’ pertama Grandemort dan Han Potter usai, Han Potter meminta Prince dan Queen untuk mengunjungi tempat keluarga Grandemort. Di sana, Prince dan Queen menemui salah seorang saudara kandung Grandemort. Di rumah itu, mereka bertiga bercerita tentang Grandemort yang pada masa lalu ternyata kawan dan masih saudara Prince dan Queen. Mereka bertiga akhirnya menjelaskan duduk persoalan yang sebenarnya dan langkah apa yang harus ditempuh.

Han Potter kemudian dipertemukan dengan kisah Grand M. Hallows dan berfikir mengumpulkan benda-benda Grand M. Hallows untuk mengalahkan Grandemort. Namun untuk mengalahkan Grandemort adalah tidak mudah. Han Potter benar-benar diuji kesabaran, batin dan air mata. Primadona dari jauh tetap membantu Han Potter menyusun rencana baru. Han Potter berusaha untuk mencegah Grandemort mengambil murid kesayangannya, paling tidak Grandemort mau melepaskan murid kesayangannya itu.

Kamis, 07 Oktober 2010

(Prapat) 3 hari CACAD selamanya...

1 oktober 2010 : Di awal bulan oktober kali ini, gw bakal ngisi liburan ke Prapat. Liburan kali ini sebenarnya acara ploncoan dari kampus. Setelah berdiskusi panjang dan saling konfirmasi ama personil Cacad, akhirnya gw yang udah 16 taon ga ke Prapat plus pengen tau acara kayak gimana sih acara ploncoan, akhirnya memutuskan pergi. Dengan baju kaos, jeans, jaket merah jambu, gelang andalan, kalung kesayangan, jam tangan, sendal, ransel anak TK kebanggan gw (isinya baju kaos, celana jeans, daleman, peralatan mandi, peralatan make up dan CATOK RAMBUT), dua tentengan tas kayak sarung tinju yang berisikan makanan dan minuman, akhirnya gw tiba di kampus.

Turun dari mobil, ada seorang panitia nyeletuk ke gw 'dek anak 2010?' Gw langsung akting pasang muka polos, dan ngejawab 'iya bang'. Gw serasa melayang di udara ngayal jadi pemenang miss universe menangis terharu bangga punya tampang baby face. Tapi tiba-tiba gw tersadar dan ternyata gw hanya bermimpi. Gw kembali ke settingan awal bahwa gw lagi di kampus dan barusan ngobrol ama seorang calon mahasiswa yang ga tau siapakah gw sebenarnya.

Gw mutusin buat nunggu di kantin sambil mengabsen personil Cacad. Ga lama Nata datang sambil bawa komik-komiknya. Ga lama pula, datang personil lainnya yang akhirnya ngebuat kantin jadi rame. Jam 4 akhirnya kami berangkat. Seorang mahasiswa gw yang kebetulan jadi panitia, Irwan, ngasi ploncoan buat gw gara-garanya gw satu-satunya mahasiswi yang ga punya NIM di kampus itu. Ya iya laa, gw bukan alumni disitu. Dengan gaya khasnya Irwan bilang, 'biarin aja, biar tau rasanya susah'. Ploncoan pertama dimulai dengan naik bis sauna (sumpah mampus panas), sampai di Prapat gw harus tidur sharing ama yang lainnya dan harus mau makan seadanya. Ploncoan Irwan itu lebih tepat dikasi judul "JIKA AKU MENJADI". Tapi sayang, kayaknya Irwan harus gigit jari karena gw sanggup nerima tantangan dari dia.

Selama perjalanan, gw negor temen-temen yang lagi OL di YM dan sempat ditelepon sama Mami Widy. Ga lupa, ngebuka gembolan sarung tinju gw dan ngebagi-bagiin buat mereka yang di ada bis. Sampai di Siantar, hujan lumayan deras. Firman sms gw kalau dia kejebak hujan di Tebing bareng Dana dan Anggi. Firman bilang, dia heboh nyari kiranti supaya datang bulan. Maksudnya kalau bulan datang, berarti ga turun hujan. Gokil abis deh joke si Firman itu.

Jam 22.30 akhirnya nyampe Prapat. Gw belum ngerasain hawa dingin malam itu, mungkin karena efek berjam-jam di dalam bis sauna itu. Dengan cuma bermodal jaket pink, gw santai jalan malam itu sama Nata. Hendra ada sih ngebawain gw jaket tebal tapi belum gw pake. Pas nyampe kamar, gw ketemu sama Riri dan Yolla yang ternyata ikutan juga cuma gw ga sadar kalau mereka duduk di bis di belakang. Sip, makin rame nih.

Setelah cuci muka, gw ketemu sama Firman, Dana dan Anggi, Angga yang baru nyampe. Kasian, mereka kehujanan dan bajunya basah. Sambil makan, gw cerita-cerita sama mereka. Untuk mengantisipasi jangan sampe kedinginan pas acara plonco, Hendra nyuruh gw pake jaket tebalnya. Tapi begitu gw pake jaketnya, Firman, Dana, Angga dan Anggi langsung ngetawain gw. Kata mereka, gw persis kayak penjual jeruk di Berastagi. Soalnya bodi gw yang kurus dipakein jaket tebal, ngebuat gw jadi aneh.

Akhirnya malam utama ploco tiba. Gw gabung ke posko 06 yang di gawangi sama Ryan, Bayu, Yolla, Riri, Hendra, Pangeran dan beberapa personil lainnya. Sebelumnya ke posko, Yolla ngajakin gw "supper" pop mie. Tapi dispensernya dodol mardodol. Air panasnya kena kutuk jadi air anget dan jadilah krupuk pop mie ala chef Yolla. Ga lama, pas giliran gw mau minum teh, air panasnya aje gileee bikin bibir jontor.

Di posko 06 yang dipimpin sama Ryan lebih nekanin pada perkenalan doank, malah ada makan dan minumnya. Makanya posko 06 paling disukai ama peserta. Ga ada ngebentak-bentak secara ingat umur juga udah tua hohoho.


2 Oktober 2010 : Bangun tidur, nyari sarapan dan siap-siap buat pergi ke Tomok bareng Cacad. Astagaaa cuaca ga asik nih. Sebentar hujan bentar berenti. Akhirnya baru jam 14.30 dapat kapal buat nyebrang. Sambil nunggu kapal bergerak, ketawa-ketiwi sama anak Cacad, makan kacang, makan jagung, foto-foto dan sempat melihat aksi dasyat anak kecil berenang ngambil koin yang kami lempar dari atas kapal.

Sampai di tomok, langsung ke Sigale-Gale dan masuk musim Batak. Berhubung cuaca ga asik, jadinya tour kali ini super ekpress 30 menit saja dan ngambil kapal pulang berikutnya. Selama di kapal, lagi-lagi gw habis diledekin sama anak Cacad. Mereka komen tentang kalung gw. Linda yang ga mau ketinggalan, akhirnya beli kalung bermotif bintang juga hahaha.

Nyampe di hotel, siap-siap buat jadi Juri Reportase. Ketemu sama Nata, Ryan, Irwan dan Anggi. Alhasil dengan nekad, kami berlima jadi juri malam itu. Anggi manusia yang ga pernah bisa serius, bikin gw ketawa terus. Apalagi waktu dia ngasi tau gw tentang sosok ulat sagu. Asli, gw ngakak abis. Awalnya gw bersikap biasa aja sama si ulat sagu itu, tapi waktu selesai jadi juri, gw yang lagi ngobrol asik sama Anggi, ditabrak si ulat sagu. Gw heran, masalahnya gitu lebarnya jalan kenapa musti nabrak gw? Dengan kekenyolannya, sejak malam itu, Anggi berhasil ngedoktrin gw tentang keanehan ulat sagu.

Karena udah malam, gw mutusin balik ke hotel. Irwan dan Anggi mutusin buat nganter gw tapi dengan cacatan karena gw lagi ngejalanin ploncoan dari Irwan, gw dianterin jalan kaki. Akhirnya gw, Irwan ama Anggi jalan tengah malam berjas hujan karena hujan masih rintik-rintik. Gitu nyampe hotel, ternyata gw ga bisa istirahat sama sekali, sementara Yolla sama Riri belum balik dari mess. Kebetulan ada mahasiswa yang bawa mobil, akhirnya gw nebeng balik ke mess.

Nyampe di mess, gw nyamperin Yolla dan Riri yang lagi asik cerita hantu sama Bayu. Malam itu kami mutusin buat ga tidur. Yolla, Riri ama Bayu ngajak gw jalan-jalan. Ntah angin apa yang bawa kami melangkah, akhirnya kami terdampar di posko kesehatan karena ada 1 peserta yang sakit. Akhirnya gw mutusin buat ngerawat peserta ini sampai panasnya turun. Ga lama, datang perusuh Anggi dan Roni. Posko kesehatan yang harusnya tenang, kami ribak sude apalagi setelah sadar kalau ulat bulu tidur disitu.

Kami bercerita-cerita sambil istirahat di posko kesehatan yang kebetulan agak hangat karena berada di ruangan yang ketutup. Sambil menunggu hujan reda buat persiapan api unggun, kami coba meluruskan badan. Posko kesehatan akhirnya jadi posko peristirahatan paling padat. Bayangin deh, posko yang harusnya buat orang sakit, malah diisi panitia, senior dan ada pula gw yang nyempil disitu. Apalagi malam itu cuacanya dingin bangeeet. Semua orang berselimut, tidur ala kempompong persis kayak korban pengungsian. Gw salah satu diantaranya.

Gw yang ga pernah lulus sama udara dingin, akhirnya mati kedinginan dan berdoa mudah-mudahan jangan sampe sakit. Gw minta Dana yang malam itu jadi mercusuar buat cariin selimut. Tapi ga satu pun selimut dia dapat. Dana cuma dapatin satu kain tipis kayak pasmina, itu pun dia dapetnya nyuri hahaha. Dengan kondisi tidur ala pengungsi plus berkempompong ria karena udara aje gile menusuk tulang, akhirnya udah ga peduli lagi siapa-siapa aja yang tidur di sebelah gw. Ternyata eh ternyata, terjadi CINTA SATU MALAM malam itu. Akting kayak di film-film, gw terbangun dan shock melihat siapa yang nempel sama gw. OH TIDAAAAAAAAAAAAKKKKKKK...!!! Biasanya kan abis shock bakal ada jeritan kan? Tapi pagi itu gw ga bisa teriak karena banyak yang masih tidur. Jam 6 lewat, gw bangun dan Anggi bawain selimut. Anggi ngajak pindah tidur di kamar. Akhirnya gw bisa ngelurusin badan gw.


3 Oktober 2010 : setelah sarapan, siap-siapin barang, olahraga bentar naik turun bukit sama Yolla, gw siap-siap mandi. Acara siang ini adalah pengesahan peserta. Acaranya di danau, dimana peserta bakal di rendam dan disiram nasi busuk. Tapi siang itu angin kencang banget. Beberapa panitia dan senior ada yang jebur ke danau. Jam 14.30 semua balik ke mess buat acara penutupan. Sampai di mess, acaranya makan siang sambil menunggu peserta, panitia dan senior mandi, gw cerita-cerita sama Cacad dan kami pun balik ke Medan.

Berdasarkan judul yang gw buat, di penutupan ini gw mau deskripsikan tentang siapa-siapa aja Cacad itu (tapi ini personil yang pergi ke Prapat aja):

-Nata 'si cewek 3315' selalu jadi korban penzoliman cacad, adalah cewek yang baik dan peduli ama anak Cacad lainnya. Kenapa dia selalu jadi korban penzoliman? Itu karena dia agak dayak dan paling tahan banting kalau di ejek. Nata kurang bisa mengontrol volume suaranya kalau lagi ngomong. Tapi Nata hormat banget ama yang lebih tua. Sejak acara itu, gw makin mantab buat nganggep Nata sebagai adek gw. Love you Nata ^__^

-Firman 'si makan rimbang' yang selalu punya istilah 'wkowkwowkwowk' ga pernah lepas dengan cerita khayalannya, Kabankunyit dan Eropa. Dengar ceritanya makin terasa lucu karena Firman punya logat khasnya yang susah banget buat diilangin. Firman pernah cerita kalau dia kepayahan waktu harus siaran radio dengan aksen-nya. Sejak kelas pertama, sebenarnya gw udah akrab sama Firman di Facebook, dan gw liat dia punya kepribadian yang baik. Firman pernah curhat sama gw tentang hidupnya yang bikin gw salut sama perjuangannya. Semangat ya Fir, kakak sayang sama Firman :)

-Dana 'si pendiam' yang ga terlalu banyak ngomong. Pembawaanya agak loyo, mungkin karena badannya yang kurus. Tapi ternyata gitu-gitu Dana termasuk orang yang ribut juga. Berdasarkan pengamatan gw, Dana bakal mulai bersuara kalau lagi berkolaborasi sama Cacad. Dana lebih aktif sama gw di dunia maya via twitter.

-Irwan 'senior plocoku' adek yang supermanja yang selalu di bawah ketiak kakak dan abang-abang Cacad. Walau dikelilingi senior, gw perhatiin Irwan sangat hormat sama Cacad. Irwan termasuk anak yang cepat nangkep kalau dikasi materi walau akhirnya suka lupa juga (gubrak). Style khas dapat dilihat dari rambut ala Yoko, jidat kayak landasan pacu, plus gaya ketawa ala SLB-nya (posisi mulut ngangak 5 cm).

-Linda aka Linsi (Linda Simbolon), cewek superheboh, centil yang sama-sama dayak kayak Nata, Bitha dan Emma. Nah, berhubung Bitha ama Emma ga ikutan ke Prapat, jadi lapak buat mendeskripsikan mereka, gw gabung disini aja yaa barengan si Linsi. Intinya mereka-mereka ini adalah cewek-cewek yang hampir punya banyak kesamaan. Mereka semua udah gw anggep kayak adek gw sendiri. Mereka dulunya ex mahasiswi yang udah lulus sensor di mata kuliah gw.

-Angga cowok paling besar di antara personil Cacad. Pembawaannya paling tenang diantara semuanya. Sekali ngomong, berisi (mirip ama badannya kali ya) dan bikin gw terpukau hohoy.

-Anggi cowok paling 'masuk angin' di Cacad. Gayanya yang asal-asalan buat first impression gw ke Anggi kebalik 180 derajat. Bagi gw, Anggi gokil abis. Walau kadang-kadang suka ngejekin orang ngelebihin batas, tapi Anggi selalu bikin gw ketawa dengan istilah-istilah spontannya. Apalagi sejak dia ngedoktrin pikiran gw tentang ulat bulu. Selama barengan ama Anggi di Prapat, gw nemu sisi pribadi yang baik dari dia. Tetap baik ya Anggi dan jadi inspirator buat ide-ide gokil ku :)


Intinya, pulang dari Prapat, gw nemuin arti persabahatan yang dalam dari mereka. Bagi gw, mereka bener-bener genk sahabat sejati. Gw sayang Cacad :)

Kamis, 23 September 2010

Tidur Ngawur Kidul


22 September 2010 : pagi ini rencananya gw mau nyuci baju ama sprei LV cokelat gw yang kayak kain bludru. Tau ga kenapa gw nyebutnya kain bludru? Waktu beli, nyokap ditipuin ama yang jual, katanya ‘kami ga jual barang jelek la kak’ (dengan logat khasnya), eh ga tau pas dicuci, air cuciannya mirip susu milo, tinggal tuang ke gelas, tambahkan es batu dan gula menurut selera, terus gw kasi deh ke penjualnya. Asli gw BT setengah mati jadinya. Niat cuci baju and sprei milo pun akhirnya gagal karena di KO kan sama hujan kitik-kitik di rumah gw.

Nyokap ngebangunin gw jam 7.30 minta di anter ke Fakultas karena masuk jam 8.30. Eh dasar nyokap, ngebangunin gw cepat banget sementara beliau belum siap. Dengan modal cuci muka, gosok gigi, ganti baju yang rada genah, polesan bedak, sarapan dikit, gw keluarin mobil dari garasi. Nyokap paling ga suka terlambat tapi beliau selalu lambat kalau siap-siap. Nanti penting-pentingnya di waktu yang super singkat, beliau balas sms dulu, telepon-telepon orang, maen tanah alias bongkar-bongkar pot bunganya. Hedeh, kalau udah gini gw yang jadi korban kepanikannya pas bawa mobil. “kok lambat kali sih?” ato “ngapain diikutin becak di depan ini?”, ato gw bakal denger komen-komen BT dari nyokap tentang lalu lintas Medan “iisss kereta-kereta ini asik nak menyoroooongg ajaaaa, seharusnya kereta ga boleh di kanan, udah ada peraturannya” ato nyokap bakal ngomentari kelakuan angkot-angkot Medan.

Otw ke kampus, gw ngedapatin hujan yang tadinya kitik-kitik berubah jadi kotok-kotok. Sukses deh mobil gw yang udah cling-cling jadi basah kuyup. Selama di jalan, nyokap curhat dilema gitu. Beliau bilang, sehabis dari Fakultas, beliau mau ke Rektorat tapi cuma 20 menit aja, terus ngelanjut ngajar di Fakultas lagi dengan catatan ga boleh telat karena ada alasan pergantian tutor. Nyokap bingung karena hujan kotok-kotok, sementara beliau harus gerak cepat lompat sana lompat sini ala spiderman pake baju kurung and kain. Nyokap ngomongnya muter-muter deh, bilang aja minta gw tungguin napa ya? Akhirnya gw rela deh nungguin nyokap. Dasar kampus dangak-dangak. Kenapa sih ga bikin Shuttle Bis? Parah!!

Destinasi pertama, ngeeenng... Fakultas. Gw nurunin nyokap, dan pergi nyari galon sama ATM. Setelah itu gw balik lagi ke Fakultas. Aihmakzaaaang, hujannya ga asik ah. Dimana nih gw bisa neduh? Akhirnya gw pergi ke arah kantin pascasarjana, neduh di bawah pohon rindang. Gw matiin mesin mobil, nyoba turunin kaca dikit, test test satu dua tiga dicoba, good, air hujannya ga masuk ke mobil. Uahhhh... Ni mata kok ngantuk ya? Gw lirik jam masih jam 9.10. Nyokap bilang dia selasai jam 9.50 teng *ga boleh telat. Berarti gw ada waktu 40 menit bisa melayang sebentar. Siap-siap take off position, gw rendahin posisi bangku, pintu central lock, kunci yang masih tergantung gw cabut, tas gw pindahin ke belakang, HP gw masukin ke dalam tas, dengan catatan kalau ada perampok pas gw tidur, dia kesusahan mengakses.

Tit tut tit tut... (bingung gw nulis ringtone HP gw yang 1 ini). Gw kebangun. Ngeliat jam udah 9.50. OMG....!! “ya bun, bntar yaa” gw langsung tutup telepon. Dengan muka kusut, mata merah and belom loding 100 persen, gw tegakkan sandaran kursi, melipat meja dihadapan, menaikkan jendela, ehhh kok jadi naik pesawat sih? Gw melaju ke Fakultas dengan kondisi hujan masih kotok-kotok.

Destinasi kedua, Rektorat. Belom lagi nutup pintu, nyokap udah merepet “aduh telat la mamak ni. Mamak ga lama ya Pay. Di Rektorat, 20 menit aja, cuma isi absen abis itu anter mamak ke Fakultas lagi”. For your info, Pay itu nama panggilan gw ya. Abis ngedrop nyokap, gw cari parkiran yang bisa neduh. Naseebbb, ga ada pohon yang bisa neduh nih di Rektorat. Karena masih hujan and cuaca juga ga panas, gw ga buka kaca mobil. Sambil nunggu nyokap, gw iseng coba jadi autis sama blackberry gw. Eeeeehhh kompak banget ama nasib gw, provider pagi ini pun berulah. Gw ga bisa online and download. Begh! Akhirnya kiri kanan ku lihat saja banyak pohon basah semua. Kepala gw juga rada pusing karena posisi take off yang tadi ga sempurna plus kebangun dengan keadaan panik setengah mati. Ga lama tit tut tit tut si HP berdering lagi. Nyokap gw udah selesai.

Destinasi ketiga, Fakultas lagi. Wah hujan masih kotok-kotok juga. Nyokap bilang ngasi kuliah 2 jam aja. Gw jd malas pulang karena tanggung. Ya udah, gw maen ke Fakultas gw aja deh. Nyampe di Fakultas, busyeeettt sepi amaaaatt. Pada kemana nih mahasiswa? Gw naik ke jurusan ah, sekalian mau online bentar. Disana gw ketemu ama 2 staff and 1 dosen. Kami pun bercerita-cerita dari soal rambut, baju, tiket pesawat sampe share tentang sebuah mandat yang lagi gw emban.

Ga lama, datang seorang mahasiswa gw ngurus keperluannya. Selesai semua urusan, ngelirik jam nyokap juga masih 30 menit lagi, gw mutusin cao and cari makanan bareng mahasiwa gw biar bisa ngawur kidul.

Tit tut tit tut. Yes..! Si bunda udah selesai. Pulaaanngg. Nyampe rumah, gw cuci muka, ganti baju and solat Zuhur. Waktu solat, terpandang lah baju-baju kotor gw ama si sprei LV yang udah jerit-jerit “cuci kami, cuci kami”. Selesai solat, gw lirik langit, siiip mulai panas nih. Gw boyong baju-baju kotor gw and si LV milo ke kamar mandi belakang buat di jeblosin ke mesin cuci. Setelah dieksekusi sama pengering, akhirnya cucian gw beres semua. Makan ah. Habis makan, solat ashar, cek HP, fuyooooh provider masih berulah jadinya tetep belum bisa online. Gw keluar kamar, ngambil kue royo, bawa ke kamar lagi, nguyah-ngunyah and akhirnya gw tertidur ampe jelang magrib.

Bangun tidur, teringat mobil masih diluar. Ayoyoy ambil kunci, gw masukin mobil ke garasi. Setelah itu mandi, solat magrib and makan malam. Selesai makan, gw jadi upik abu 30 menit, ngisi botol, nyuci piring, nyuci kuali *wadow mamakku kalau masak berantakan*, bersihin kompor, nyikat tempat cuci piring, buang sampah and nyapu lantai dapur. Begitu 30 menit berakhir, gw pun menjelma jadi seorang putri yang saatnya nyantai, nonton and ngetik tulisan ini sampai jam 23.30 karena tiba-tiba kepala gw pusing lagi imbas posisi tidur yang ga bener pas di mobil tadi pagi. Akhirnya gw jadi kepompong and bobok...

Pengalaman Membuat Surat Keterangan Berbadan Sehat Jasmani dan Rohani serta Bebas Narkoba di RSU Pirngadi Medan

Tanggal 26 Juli 2019, sekitar jam 9 pagi saya mendapat WA dari bagian kepegawaian kampus untuk melengkapi berkas salah satunya adalah mengur...